Markus 2:1-12 | Iman Membangun Kreatifitas - Pdt. Gerry Atje
kreativitas
Iman Membangun Kreatifitas
Markus 2:1-12

I. Membuka Renungan

Kisah ini pernah ditayangkan dalam sebuah program tv swasta:
Oleh karena letaknya yang berada di daerah pegunungan terpencil, sebuah desa kesulitan dijangkau oleh instalasi listrik negara. Dalam jangka waktu yang lama sekali desa itu hidup tanpa listrik. Hingga suatu hari, seorang penduduk memanfaatkan aliran deras sungai yang ada di desa mereka itu untuk diupayakan menghasilkan listrik. Caranya cukup sederhana tapi kreatif: dia memanfaatkan sebuah kincir yang kemudian dia pasang di aliran air sungai untuk menghasilkan sumber energi listrik bagi desa itu.

Hebat! Di saat orang lain tidak bisa melihat bahwa ternyata desa mereka itu memiliki potensi untuk menghasilkan listrik untuk penduduknya, tapi ternyata … oleh si pemrakarsa sumber tenaga listrik via kincir air sungai terbukti mampu menghasilkan listrik untuk ‘menghidupkan’ desa mereka itu. “Tidak ada listrik di desa kami? Kami akan membuat supaya listrik itu ada untuk desa kami!” Mungkin itu yang ada dalam pikiran si pemrakarsa kincir air listrik desa tersebut.

II. Penjelasan Bahan

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita berjumpa dengan Yesus yang berkunjung ke daerah Kapernaum! [tapi bukan karena mau membuat kincir air yang menghasilkan listrik lho] Bila dalam kisah desa terpencil tadi mereka merindukan adanya listrik di dalam kehidupan pedesaan mereka. Maka penduduk Kapernaum pada waktu itu pun memiliki kerinduan untuk mendengarkan ajaran Yesus ‘yang katanya’ bisa menghadirkan kedamaian di dalam hati mereka! Mereka rindu Yesus memulihkan mereka yang sakit, mereka rindu Yesus menerangi hidup mereka dengan firman Tuhan!

Saking rindunya mereka, sehingga kita bisa melihat kejadian dalam pembacaan Alkitab kita bahwa rumah dimana Yesus sedang berada di sana … penuh sesak dengan kerumunan orang banyak! Kalau zaman sekarang mah seperti semangat orang Indonesia kemarin yang mau nonton Timnas di final AFF! Stadion GBK penuh sesak … sampai keluar-luarnya! Dalam pembacaan Alkitab kita juga di ceritakan bahwa ada 4 bersahabat yang menggotong sahabat mereka yang lumpuh untuk dipertemukan … dan berharap untuk disembuhkan oleh Yesus! Tapi apa nyata, ketika mereka tiba di tempat di mana Yesus ada, yang mereka lihat hanyalah kerumunan orang penuh sesak memadati rumah itu! Tak ada jalan untuk masuk!

Bayangkan seorang yang sudah kelelahan menggotong orang sakit … dan sekarang raut muka mereka bertambah kusut karena melihat keadaan yang ‘tanpa jalan masuk itu’. Saat kaki mereka mulai melangkah mundur … bersiap untuk ‘pulang saja’ … tiba-tiba: “AHA!! Kita masih punya kesempatan teman-teman!! Masih ada satu jalan yang bisa kita gunakan untuk berjumpa dengan Yesus dan membawa teman kita yang sedang sakit ini!! --

“HEBAT!! BRILIAN!! LUAR BIASA!! Kenapa hal itu tidak terpikir oleh kita sebelumnya?!! Mari kita bongkar atap rumah itu dan menurunkan teman kita ini untuk berjumpa dengan Yesus!!”

III. Penerapan Bahan

Dalam kehidupan keseharian kita, bukankah seringkali kita berjumpa pula dengan hal-hal seperti yang dialami oleh ke-empat sahabat yang tiada melihat adanya jalan untuk masuk … ‘gak ada solusi, ‘gak ada kesempatan untuk masuk … Lelah rasanya, kecewa pastinya … merasa bahwa semua perjuangan menjadi sia-sia. Akan tetapi, bila hanya berhenti pada perasaan-perasaan seperti itu, bagaimana keadaan bisa berubah?! Keadaan hanya akan bisa berubah apabila seseorang tetap memiliki kepercayaan bahwa meskipun menghadapi keadaan yang ‘tanpa jalan’, aku akan bisa tetap menemukan atau bahkan membuat jalan itu ada!! Pertanyaan besar bagi kita sekarang adalah apa yang kita percaya ketika kita melihat situasi di mana seakan-akan tiada jalan sama sekali untuk bisa kita ‘menerobos masuk’? Apa yang kita imani dalam situasi seperti itu?

Terakhir, mari kita bertemu dengan 2 orang suporter Indonesia, dua-duanya melihat tidak ada jalan masuk karena sudah penuh sesak … yang satu akhirnya pulang sedangkan yang satu belum juga mau pulang, dia tetap ingin melihat tim kebanggaan nya itu main, lalu dia lihat pohon tinggi di dekat stadion … AHA!! Tak nonton bola di dalam stadion, naik pohon untuk tetep bisa nonton tim kebanggaan pun jadi!!!

Pokok Diskusi

Punya “pengalaman AHA !!”seperti yang dialami oleh mereka juga??
Bolehkah menceritakan “pengalaman AHA” itu kepada kita sekarang?

Markus 2:1-12 | Iman Membangun Kreatifitas

kreativitas
Iman Membangun Kreatifitas
Markus 2:1-12

I. Membuka Renungan

Kisah ini pernah ditayangkan dalam sebuah program tv swasta:
Oleh karena letaknya yang berada di daerah pegunungan terpencil, sebuah desa kesulitan dijangkau oleh instalasi listrik negara. Dalam jangka waktu yang lama sekali desa itu hidup tanpa listrik. Hingga suatu hari, seorang penduduk memanfaatkan aliran deras sungai yang ada di desa mereka itu untuk diupayakan menghasilkan listrik. Caranya cukup sederhana tapi kreatif: dia memanfaatkan sebuah kincir yang kemudian dia pasang di aliran air sungai untuk menghasilkan sumber energi listrik bagi desa itu.

Hebat! Di saat orang lain tidak bisa melihat bahwa ternyata desa mereka itu memiliki potensi untuk menghasilkan listrik untuk penduduknya, tapi ternyata … oleh si pemrakarsa sumber tenaga listrik via kincir air sungai terbukti mampu menghasilkan listrik untuk ‘menghidupkan’ desa mereka itu. “Tidak ada listrik di desa kami? Kami akan membuat supaya listrik itu ada untuk desa kami!” Mungkin itu yang ada dalam pikiran si pemrakarsa kincir air listrik desa tersebut.

II. Penjelasan Bahan

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita berjumpa dengan Yesus yang berkunjung ke daerah Kapernaum! [tapi bukan karena mau membuat kincir air yang menghasilkan listrik lho] Bila dalam kisah desa terpencil tadi mereka merindukan adanya listrik di dalam kehidupan pedesaan mereka. Maka penduduk Kapernaum pada waktu itu pun memiliki kerinduan untuk mendengarkan ajaran Yesus ‘yang katanya’ bisa menghadirkan kedamaian di dalam hati mereka! Mereka rindu Yesus memulihkan mereka yang sakit, mereka rindu Yesus menerangi hidup mereka dengan firman Tuhan!

Saking rindunya mereka, sehingga kita bisa melihat kejadian dalam pembacaan Alkitab kita bahwa rumah dimana Yesus sedang berada di sana … penuh sesak dengan kerumunan orang banyak! Kalau zaman sekarang mah seperti semangat orang Indonesia kemarin yang mau nonton Timnas di final AFF! Stadion GBK penuh sesak … sampai keluar-luarnya! Dalam pembacaan Alkitab kita juga di ceritakan bahwa ada 4 bersahabat yang menggotong sahabat mereka yang lumpuh untuk dipertemukan … dan berharap untuk disembuhkan oleh Yesus! Tapi apa nyata, ketika mereka tiba di tempat di mana Yesus ada, yang mereka lihat hanyalah kerumunan orang penuh sesak memadati rumah itu! Tak ada jalan untuk masuk!

Bayangkan seorang yang sudah kelelahan menggotong orang sakit … dan sekarang raut muka mereka bertambah kusut karena melihat keadaan yang ‘tanpa jalan masuk itu’. Saat kaki mereka mulai melangkah mundur … bersiap untuk ‘pulang saja’ … tiba-tiba: “AHA!! Kita masih punya kesempatan teman-teman!! Masih ada satu jalan yang bisa kita gunakan untuk berjumpa dengan Yesus dan membawa teman kita yang sedang sakit ini!! --

“HEBAT!! BRILIAN!! LUAR BIASA!! Kenapa hal itu tidak terpikir oleh kita sebelumnya?!! Mari kita bongkar atap rumah itu dan menurunkan teman kita ini untuk berjumpa dengan Yesus!!”

III. Penerapan Bahan

Dalam kehidupan keseharian kita, bukankah seringkali kita berjumpa pula dengan hal-hal seperti yang dialami oleh ke-empat sahabat yang tiada melihat adanya jalan untuk masuk … ‘gak ada solusi, ‘gak ada kesempatan untuk masuk … Lelah rasanya, kecewa pastinya … merasa bahwa semua perjuangan menjadi sia-sia. Akan tetapi, bila hanya berhenti pada perasaan-perasaan seperti itu, bagaimana keadaan bisa berubah?! Keadaan hanya akan bisa berubah apabila seseorang tetap memiliki kepercayaan bahwa meskipun menghadapi keadaan yang ‘tanpa jalan’, aku akan bisa tetap menemukan atau bahkan membuat jalan itu ada!! Pertanyaan besar bagi kita sekarang adalah apa yang kita percaya ketika kita melihat situasi di mana seakan-akan tiada jalan sama sekali untuk bisa kita ‘menerobos masuk’? Apa yang kita imani dalam situasi seperti itu?

Terakhir, mari kita bertemu dengan 2 orang suporter Indonesia, dua-duanya melihat tidak ada jalan masuk karena sudah penuh sesak … yang satu akhirnya pulang sedangkan yang satu belum juga mau pulang, dia tetap ingin melihat tim kebanggaan nya itu main, lalu dia lihat pohon tinggi di dekat stadion … AHA!! Tak nonton bola di dalam stadion, naik pohon untuk tetep bisa nonton tim kebanggaan pun jadi!!!

Pokok Diskusi

Punya “pengalaman AHA !!”seperti yang dialami oleh mereka juga??
Bolehkah menceritakan “pengalaman AHA” itu kepada kita sekarang?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL