Kolose 3:12-17 | Hidup yang Memuliakan Allah - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

keluarga kristen
Manusia baru
3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Hidup yang Memuliakan Allah — Alkisah, ada seorang penjual kuda yang menawarkan salah satu kuda spesialnya kepada seseorang. “Kuda ini spesial pak, dia sudah saya latih untuk jadi kuda Kristen.”

“Kuda Kristen?” tanya si bapak pembeli. “Iya, dia kalo kita naikin dan mau jalan tinggal bilang ‘Puji Tuhan,' jalan deh dia." Semakin tertarik, bapak tadi bertanya: “Nah terus kalo mau berhenti bagaimana caranya?”

Dengan antusias sang penjual pun menjawab “Oh, itu sih tinggal bilang ‘Haleluya’ kuda ini juga mengerti kalau mendengar kata itu berarti dia harus berhenti”.

Karena tertarik memiliki kuda Kristen ini, orang itupun membelinya. Menuju perjalanan pulang dia dengan bangganya menaiki kuda spesial miliknya itu. Berkali-kali dia coba “Puji Tuhan – Haleluya” maka kuda itu pun menurut untuk maju dan berhenti.

Nah, ditengah perjalanan, orang ini tidak menyadari bahwa di depan sana ada sebuah jurang ... keasikan naik kuda, dia terus saja bilang Puji Tuhan yang artinya maju terus kuda.

Sampai tiba-tiba ... kuda itu tepat beberapa langkah lagi masuk jurang. Sedikit panik, “Eh .. eh .. eh ... ada jurang, ada jurang! Stop! Stop! Stop! Oh iya, kodenya haleluya biar bisa berhenti ni kuda ... Haleluya!” maka berhentilah kuda itu tepat di depan jurang.

“Fuih, nyaris saja. Untung saja saya inget kodenya biar kuda ini bisa berhenti adalah haleluya.

Kemudian dengan hati bersyukur si bapak pun berkata: Puji Tuhan! Saya masih ingat kode berhentinya.” Mendengar kata 'puji Tuhan,' kuda pun maju dan masuk jurang bersama tuan barunya itu.

Penjelasan Bahan

Menurut bapak dan ibu, hidup yang memuliakan Tuhan itu yang bagaimana sih? (Sharing)

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita bisa melihat alat-alat yang kita butuhkan agar kita bisa memuliakan nama Tuhan dalam keseharian kita.

Kolose 3:12-17 merupakan bagian dari perikop ‘manusia baru’. Rasul Paulus mengajak umat untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi, menanggalkan manusia lama dengan perbuatan-perbuatan yang dilahirkannya (ayat 5-10).

Baca Juga: Kolose 3:1-17 | Memperbaharui Diri

Sebagai manusia baru umat, yang telah dikasihi dan diampuni, harus mempunyai belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan. Dalam kehidupan persekutuan, umat Allah diajak untuk saling mengasihi. Karena kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan yang menyempurnakan (ayat 14).

Dengan kedamaian dari Yesus, umat diajak untuk bersyukur, saling mengajar dan menegur. Di akhir perikop ini Rasul Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Yesus, maka segala sesuatu yang kita kerjakan, yang kita katakan itu hanya untuk Tuhan.

Memiliki Hidup yang Memuliakan Tuhan

Permasalahannya, hidup ini sulit. Di tengah kesulitan hidup ini tidak jarang seseorang jadi ikut-ikutan sulit juga untuk hidup memuliakan Tuhan. Lama menunggu kerja tak datang-datang, disakiti oleh seseorang, sedang menikmati pekerjaan, tiba-tiba di PHK, anak kabur dari rumah ... dll.

Pokok Diskusi
1. Mengapa ketika terjadi hal-hal yang buruk, kecenderungan manusia adalah berbanding terbalik dengan tema kita hari ini, manusia menjadi cenderung tidak mampu memperlihatkan hidup yang tetap memuliakan Tuhan?
2. Sewaktu terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, hal apa yang bisa kita lakukan supaya kita tetap bisa memiliki hidup yang memuliakan nama Tuhan? Berikan contoh?

Hikmat adalah melihat segala sesuatunya dari sudut pandang Allah. Pujian adalah reaksi alamiah terhadap sudut pandang itu. Itu adalah tipikal ekspresi dari keyakinan yang penuh sukacita dan ucapan syukur penuh kemenangan atas apa yang telah Allah lakukan, sedang lakukan, dan akan lakukan. (Robert J. Morgan, The Reds Sea Rules, 178)

Kolose 3:12-17 | Hidup yang Memuliakan Allah

keluarga kristen
Manusia baru
3:12 Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.
3:14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan.
3:15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
3:16 Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.
3:17 Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.
Hidup yang Memuliakan Allah — Alkisah, ada seorang penjual kuda yang menawarkan salah satu kuda spesialnya kepada seseorang. “Kuda ini spesial pak, dia sudah saya latih untuk jadi kuda Kristen.”

“Kuda Kristen?” tanya si bapak pembeli. “Iya, dia kalo kita naikin dan mau jalan tinggal bilang ‘Puji Tuhan,' jalan deh dia." Semakin tertarik, bapak tadi bertanya: “Nah terus kalo mau berhenti bagaimana caranya?”

Dengan antusias sang penjual pun menjawab “Oh, itu sih tinggal bilang ‘Haleluya’ kuda ini juga mengerti kalau mendengar kata itu berarti dia harus berhenti”.

Karena tertarik memiliki kuda Kristen ini, orang itupun membelinya. Menuju perjalanan pulang dia dengan bangganya menaiki kuda spesial miliknya itu. Berkali-kali dia coba “Puji Tuhan – Haleluya” maka kuda itu pun menurut untuk maju dan berhenti.

Nah, ditengah perjalanan, orang ini tidak menyadari bahwa di depan sana ada sebuah jurang ... keasikan naik kuda, dia terus saja bilang Puji Tuhan yang artinya maju terus kuda.

Sampai tiba-tiba ... kuda itu tepat beberapa langkah lagi masuk jurang. Sedikit panik, “Eh .. eh .. eh ... ada jurang, ada jurang! Stop! Stop! Stop! Oh iya, kodenya haleluya biar bisa berhenti ni kuda ... Haleluya!” maka berhentilah kuda itu tepat di depan jurang.

“Fuih, nyaris saja. Untung saja saya inget kodenya biar kuda ini bisa berhenti adalah haleluya.

Kemudian dengan hati bersyukur si bapak pun berkata: Puji Tuhan! Saya masih ingat kode berhentinya.” Mendengar kata 'puji Tuhan,' kuda pun maju dan masuk jurang bersama tuan barunya itu.

Penjelasan Bahan

Menurut bapak dan ibu, hidup yang memuliakan Tuhan itu yang bagaimana sih? (Sharing)

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita bisa melihat alat-alat yang kita butuhkan agar kita bisa memuliakan nama Tuhan dalam keseharian kita.

Kolose 3:12-17 merupakan bagian dari perikop ‘manusia baru’. Rasul Paulus mengajak umat untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi, menanggalkan manusia lama dengan perbuatan-perbuatan yang dilahirkannya (ayat 5-10).

Baca Juga: Kolose 3:1-17 | Memperbaharui Diri

Sebagai manusia baru umat, yang telah dikasihi dan diampuni, harus mempunyai belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan. Dalam kehidupan persekutuan, umat Allah diajak untuk saling mengasihi. Karena kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan yang menyempurnakan (ayat 14).

Dengan kedamaian dari Yesus, umat diajak untuk bersyukur, saling mengajar dan menegur. Di akhir perikop ini Rasul Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Yesus, maka segala sesuatu yang kita kerjakan, yang kita katakan itu hanya untuk Tuhan.

Memiliki Hidup yang Memuliakan Tuhan

Permasalahannya, hidup ini sulit. Di tengah kesulitan hidup ini tidak jarang seseorang jadi ikut-ikutan sulit juga untuk hidup memuliakan Tuhan. Lama menunggu kerja tak datang-datang, disakiti oleh seseorang, sedang menikmati pekerjaan, tiba-tiba di PHK, anak kabur dari rumah ... dll.

Pokok Diskusi
1. Mengapa ketika terjadi hal-hal yang buruk, kecenderungan manusia adalah berbanding terbalik dengan tema kita hari ini, manusia menjadi cenderung tidak mampu memperlihatkan hidup yang tetap memuliakan Tuhan?
2. Sewaktu terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi, hal apa yang bisa kita lakukan supaya kita tetap bisa memiliki hidup yang memuliakan nama Tuhan? Berikan contoh?

Hikmat adalah melihat segala sesuatunya dari sudut pandang Allah. Pujian adalah reaksi alamiah terhadap sudut pandang itu. Itu adalah tipikal ekspresi dari keyakinan yang penuh sukacita dan ucapan syukur penuh kemenangan atas apa yang telah Allah lakukan, sedang lakukan, dan akan lakukan. (Robert J. Morgan, The Reds Sea Rules, 178)

Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email