II Korintus 5:1-5 | Pindah Rumah - Pdt. Gerry Atje
pindah rumah
Hari ini ... 40 hari sudah opa, papa, suami yang oma kasihi pindah-pindahan rumah ... yang tadinya alamatnya ada di Jalan Pekayon Jaya, sekarang alamatnya ada di Jalan Sorga, di rumah Bapa.

Kalau ngomong soal pindah-pindahan rumah di dunia, saya ingat betul keluarga kami itu sudah 5 kali pindah rumah. Dari Cideres ke Jatiasih, pindah lagi ke Kramat, terus ke Bandung, lalu ke Sukamandi dan sekarang balik lagi ke Jatiasih. Dan selalu setiap kali pindah ... rasanya ada sesuatu yang hilang ... tidak lagi ada bersama-sama dengan sahabat, teman-teman, para tetangga yang tadinya adalah bagian dalam keseharian kita ... Sampai ditangisin pas mau pindah pun pernah ngerasain ...

Nah itu baru ketemu dengan pindah-pindahan di dunia saja sudah segitu sedihnya, beratnya ... padahal kalau besok-besok ... ya masih bisa ketemu lagi kan kalau cuma pindah rumah di dunia mah ...

Apalagi yang sekarang sedang dialami oleh keluarga kita. Opa yang sudah pindah rumah ke Sorga dan kita yang sekarang ditinggalin di dunia ini ... sedihnya pasti luar biasa ...

Yang dulunya biasanya ....
Sekarang sudah tidak bisa lagi ....

Kalau sudah begini, saya justru jadi bertanya-tanya kepada oma, kepada tante, om semua yang ditinggalkan alm. Opa sekarang ... Apa ya yang membuat hari ini kita tetap bisa tegar .. kuat dan tetap percaya bahkan bisa tetap bersyukur (kita hari ini kan kebaktian syukur ya .. bukan lagi kebaktian sedih-sedihan) ???

Harus ada yang share tentang hal ini ... Monggo .. siapa yang mau duluan cerita ...

Mari kita buka Alkitab kita sekarang II Korintus 5:1-5 ... kita mau melihat hal-hal apa saja yang bisa membuat kita tetap tegar, kuat dan tetap bersyukur kepada Tuhan meskipun sekarang memang kita kehilangan opa ...

Jadi apa yang bisa membuat hari ini kita tetap bersyukur, tegar dan kuat senantiasa?

Ayat 1:
"Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."

Karena kita tahu opa pindahnya itu ke mana ... kita tahu opa sekarang ada di mana ... alamatnya kita juga tahu pasti ... di sorga!

Pernah ada guyonan tentang seorang penjahat yang sedang sekarat, lalu teman-temannya bilang ke dia:
"Supaya kamu gak takut hadepin mati, sekarang kamu hujat tuh setan, iblis semua! Bilang ke mereka kamu itu musuh mereka!"
Kemudian penjahat yang sedang sekarat itu pun berkata begini:
"Waduh ... sebelum saya tahu pasti setelah saya mati ke mana saya gak mau lah main hujat-hujat kayak gitu ah ... iya kalau ke surga, kalau ke neraka gmana atuh nanti kalau setan sama iblisnya pada balas dendam karena saya hujat mereka???!"

Bapa ibu ... orang percaya gak akan pernah ngomong kayak gitu! "Waduh saya gak tau nih sorga atau neraka ya nanti???" Sebab orang percaya kita tahu bahwa kalau kita mati nanti pulang ke rumah Bapa di Surga (dan amin untuk itu!)

Karena kita tahu opa pulang ke sorga makanya kita hari ini bersyukur .. dan kelak kitapun pasti bertemu lagi kalau sudah waktunya kita yang giliran pindahan rumah ke sorga.

Ayat 2-4
"Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, ... Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup."

Karena kita tahu bahwa opa sudah dibebaskan oleh Tuhan dari penderitaan karena sakit yang diderita opa kemarin itu ...

Kemah tubuh yang lama di dunia ini sudah reyot karena sakit penyakit ... oleh Tuhan kemah itu dibongkar dan dibawa pulang penghuninya (jiwa kita ini, jiwa opa) ke rumah yang baru, kemah yang kekal di sorga!

Saya ingat betul sewaktu nengok opa di UGD ... selang, infus ... segala macam ... dan aduh jadi sedih karena tahu itu pasti menyakitkan, itu derita dengan kondisi kemah yang reyot karena digerogoti oleh rayap penyakit ...

Masih ingat kan ya oma ... sebelum kita berdoa waktu itu ... saya tanya: "Siap gak dengan semua kemungkinan? .... Kalau Tuhan mau pasti Tuhan pasti bisa sembuhkan opa" Tapi ternyata Tuhan juga melihat bahwa kondisi kemah opa sudah sebegitu lemahnya dan menderitanya sehingga menurut Tuhan, jalan terbaiknya adalah: bongkar, pindah rumah!

Lalu apa jawab oma, tante dan kakak-kakak semua? Siap! Karena tahu bahwa kalaupun Tuhan panggil opa ... itu artinya Tuhan membebaskan opa dari penderitaan karena sakitnya opa kemarin.

Jadi sekarang mari kita lanjutkan hidup kita sambil tetap bersyukur senantiasa, karena Tuhan telah melakukan hal yang terbaik bukan hanya untuk keluarga, tapi terlebih untuk opa yang sekarang ... pasti sudah bahagia menempati rumahnya yang baru ... yang kekal di sorga bersama Sang Pemilik Hidup itu sendiri.

II Korintus 5:1-5 | Pindah Rumah

pindah rumah
Hari ini ... 40 hari sudah opa, papa, suami yang oma kasihi pindah-pindahan rumah ... yang tadinya alamatnya ada di Jalan Pekayon Jaya, sekarang alamatnya ada di Jalan Sorga, di rumah Bapa.

Kalau ngomong soal pindah-pindahan rumah di dunia, saya ingat betul keluarga kami itu sudah 5 kali pindah rumah. Dari Cideres ke Jatiasih, pindah lagi ke Kramat, terus ke Bandung, lalu ke Sukamandi dan sekarang balik lagi ke Jatiasih. Dan selalu setiap kali pindah ... rasanya ada sesuatu yang hilang ... tidak lagi ada bersama-sama dengan sahabat, teman-teman, para tetangga yang tadinya adalah bagian dalam keseharian kita ... Sampai ditangisin pas mau pindah pun pernah ngerasain ...

Nah itu baru ketemu dengan pindah-pindahan di dunia saja sudah segitu sedihnya, beratnya ... padahal kalau besok-besok ... ya masih bisa ketemu lagi kan kalau cuma pindah rumah di dunia mah ...

Apalagi yang sekarang sedang dialami oleh keluarga kita. Opa yang sudah pindah rumah ke Sorga dan kita yang sekarang ditinggalin di dunia ini ... sedihnya pasti luar biasa ...

Yang dulunya biasanya ....
Sekarang sudah tidak bisa lagi ....

Kalau sudah begini, saya justru jadi bertanya-tanya kepada oma, kepada tante, om semua yang ditinggalkan alm. Opa sekarang ... Apa ya yang membuat hari ini kita tetap bisa tegar .. kuat dan tetap percaya bahkan bisa tetap bersyukur (kita hari ini kan kebaktian syukur ya .. bukan lagi kebaktian sedih-sedihan) ???

Harus ada yang share tentang hal ini ... Monggo .. siapa yang mau duluan cerita ...

Mari kita buka Alkitab kita sekarang II Korintus 5:1-5 ... kita mau melihat hal-hal apa saja yang bisa membuat kita tetap tegar, kuat dan tetap bersyukur kepada Tuhan meskipun sekarang memang kita kehilangan opa ...

Jadi apa yang bisa membuat hari ini kita tetap bersyukur, tegar dan kuat senantiasa?

Ayat 1:
"Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia."

Karena kita tahu opa pindahnya itu ke mana ... kita tahu opa sekarang ada di mana ... alamatnya kita juga tahu pasti ... di sorga!

Pernah ada guyonan tentang seorang penjahat yang sedang sekarat, lalu teman-temannya bilang ke dia:
"Supaya kamu gak takut hadepin mati, sekarang kamu hujat tuh setan, iblis semua! Bilang ke mereka kamu itu musuh mereka!"
Kemudian penjahat yang sedang sekarat itu pun berkata begini:
"Waduh ... sebelum saya tahu pasti setelah saya mati ke mana saya gak mau lah main hujat-hujat kayak gitu ah ... iya kalau ke surga, kalau ke neraka gmana atuh nanti kalau setan sama iblisnya pada balas dendam karena saya hujat mereka???!"

Bapa ibu ... orang percaya gak akan pernah ngomong kayak gitu! "Waduh saya gak tau nih sorga atau neraka ya nanti???" Sebab orang percaya kita tahu bahwa kalau kita mati nanti pulang ke rumah Bapa di Surga (dan amin untuk itu!)

Karena kita tahu opa pulang ke sorga makanya kita hari ini bersyukur .. dan kelak kitapun pasti bertemu lagi kalau sudah waktunya kita yang giliran pindahan rumah ke sorga.

Ayat 2-4
"Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman sorgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini, ... Sebab selama masih diam di dalam kemah ini, kita mengeluh oleh beratnya tekanan, karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama, supaya yang fana itu ditelan oleh hidup."

Karena kita tahu bahwa opa sudah dibebaskan oleh Tuhan dari penderitaan karena sakit yang diderita opa kemarin itu ...

Kemah tubuh yang lama di dunia ini sudah reyot karena sakit penyakit ... oleh Tuhan kemah itu dibongkar dan dibawa pulang penghuninya (jiwa kita ini, jiwa opa) ke rumah yang baru, kemah yang kekal di sorga!

Saya ingat betul sewaktu nengok opa di UGD ... selang, infus ... segala macam ... dan aduh jadi sedih karena tahu itu pasti menyakitkan, itu derita dengan kondisi kemah yang reyot karena digerogoti oleh rayap penyakit ...

Masih ingat kan ya oma ... sebelum kita berdoa waktu itu ... saya tanya: "Siap gak dengan semua kemungkinan? .... Kalau Tuhan mau pasti Tuhan pasti bisa sembuhkan opa" Tapi ternyata Tuhan juga melihat bahwa kondisi kemah opa sudah sebegitu lemahnya dan menderitanya sehingga menurut Tuhan, jalan terbaiknya adalah: bongkar, pindah rumah!

Lalu apa jawab oma, tante dan kakak-kakak semua? Siap! Karena tahu bahwa kalaupun Tuhan panggil opa ... itu artinya Tuhan membebaskan opa dari penderitaan karena sakitnya opa kemarin.

Jadi sekarang mari kita lanjutkan hidup kita sambil tetap bersyukur senantiasa, karena Tuhan telah melakukan hal yang terbaik bukan hanya untuk keluarga, tapi terlebih untuk opa yang sekarang ... pasti sudah bahagia menempati rumahnya yang baru ... yang kekal di sorga bersama Sang Pemilik Hidup itu sendiri.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL