I Tesalonika 5:17 | Manafaskan Kehidupan melalui Doa - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Menafaskan Kehidupan Melalui Doa
I Tesalonika 5:17

"Tetaplah berdoa."

Pernahkah Sahabat mendengar kata "Haolis"? Mungkin kita baru pertama kali mendengar kata itu. Oke kalau baru pertama kali dengar. Tapi kalo yang ini ... kalimat ini pasti sudah populer di telinga kita: "Doa adalah nafas hidup orang percaya". Bener kan populer ... kita sudah tahu kalimat itu dari zaman baheula ...

Kata Haolis tadi berasal dari bahasa Hawaii yang kemudian disematkan kepada orang-orang Kristen di sana waktu itu. Namun, arti Haolis ini ternyata justru berkebalikan dengan pemahaman bahwa doa itu adalah nafas hidup orang percaya. Sebab kalau orang Hawai bilang orang-orang Kristen itu adalah Haolis, yang mereka maksud adalah "orang-orang Kristen yang hidup tanpa nafas!"

Saya penasaran, kenapa kok penduduk asli Hawai waktu itu sampai pada kesimpulan: "Orang Kristen itu hidup tanpa nafas." Inilah penjelasan mereka ... ini ditulis oleh seorang ibu yang bernama ALice Kaholuoluna, Hawaii ...

Sebelum para misionaris itu datang, rakyat saya biasanya duduk di luar kuil-kuil mereka untuk waktu yang lama bermeditasi dan mempersiapkan diri mereka sebelum masuk. Lalu, mereka akan benar-benar merangkak sampai ke altar untuk mempersembahkan permohonan mereka. Sesudah itu mereka akan duduk untuk waktu yang lama lagi di luar ... kali ini untuk 'menafaskan kehidupan' ke dalam doa-doa mereka. Orang Kristen, ketika mereka datang, hanya berdiri, mengucapkan beberapa kalimat dan berkata Amin dan selesailah sudah. Karena alasan itulah, rakyat saya menyebut mereka Haolis, "tanpa nafas" atau orang-orang yang gagal menafaskan kehidupan ke dalam doa-doa mereka. (R. Kent Hughes, 1001 Kisah Inspirasi dan Kutipan, 369)
Yang menarik buat saya adalah persoalannya bukan terletak pada kenyataan bahwa orang-orang Kristen di sana tidak berdoa, mereka berdoa! Akan tetapi, menurut masyarakat Hawaii ... orang-orang Kristen Hawaii gagal menfaskan kehidupan ke dalam doa-doa mereka.

Ketika membaca perikop kita hari ini ada kalimat yang mengatakan "tetaplah berdoa" ... mungkin beberapa orang bisa berkata: "Aduh Tuhan, syukurlah sampai sekarang saya masih berdoa rutin kok Tuhan".

Yang mau kita renungkan adalah menjawab pertanyaan apakah ada gejala di masa sekarang yang mengulang kembali kejadian yang di alami oleh orang-orang Kristen di Hawaii??? Orang-orang Kristen jadi Haolis ... Mereka berdoa? Ya mereka berdoa ... tapi mereka gagal menafaskan kehidupan dalam doa-doa, mereka.

Saya kira ada beberapa hal yang bisa membuat orang percaya jatuh menjadi Haolis-haolis Kristen yang baru ...

Yang pertama,
Ketika ada orang yang mulai berpikir: "Tuhan ... kadang saya malu berdoa dan akhirnya jadi malas berdoa ... karena saya sadar bahwa doa saya itu ... kalimat-kalimatnya itu jelas gak sebagus kalau pendeta berdoa"

Bagi mereka yang memiliki pemahaman bahwa doa itu harus bagus, kata-katanya harus puitis, manis, panjang dan lama ... berkenalanlah dengan Hana. 1 Samuel 1:14-15

Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu." Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN."

Saya waktu membaca kisah Hana ini betul-betul merasa tercerahkan pemahaman tentang doa itu seperti apa: doa itu curahan hati, ungkapan perasaan, menceritakan kepada Dia tentang apa yang menjadi pikiran kita!!

Saya ingat waktu kecil dulu ada teman saya yang kalau berdoa makan dia berdoa seperti ini:
"Tuhan Yesus ... terimakasih buat makanan ini ... ada tempe, ada ikan, ada sayur asem ... " Sambil matanya ngintip semua makanan yang ada waktu itu ... Lalu tiba-tiba ada teman saya yang lain ambil nasi yang ada di meja makan ... dan kontan saja teman saya yang berdoa bilang gini: "yah Tuhan ... kok nasinya ilang ya?? padahal tadi ada lho nasinya" ...

Pertanyaan saya: salahkan apabila ada seorang anak usia 6 tahun yang berdoa semacam itu? Tidak! Sebab itulah bagian dari nafas kehidupan seorang anak usia 6 tahun yang akan terus menumbuhkan kehidupan imannya dalam doa-doanya di masa depan. Sekarang dia umurnya sudah 28 tahun dan saya yakin doanya juga pasti sudah tidak kayak gitu lagi.

Yang kedua, Jika Haolis Kristen berarti hidup tanpa nafas ... itu artinya cepat lambat dia akan mati. Jadi Haolis itu saudara dekat dengan Mumi Kristen, mayat hidup Kristen.

Dalam perikop kita dikatakan juga "bersukacitalah senantiasa, ucap syukur dalam segala hal" Dan kalau kita mau melihat sejarah kehidupan orang-orang percaya di Tesalonika waktu itu, mereka sedang menantikan satu jawaban doa: "Tuhan .. kapan Tuhan datang kembali?" Tapi apa yang mereka temukan .. sampai sekarang juga Tuhan kan belum datang-datang lagi ...

Seseorang bisa jatuh ke dalam jerat Haolis Kristen atau bahkan menjadi Mumi Kristen ketika harapan-harapan dalam doa-doa mereka tidak terjadi atau belum terjadi dalam kehidupan mereka!
Dulu sangat rajin berdoa ... Kenapa? Karena ingin kerja ... Sesudah dapat kerjaan?Dulu sangat rajin berdoa ... kenapa? Karena ingin kerja ... Masih belum dapat kerjaan: "Heuhh ... buat apa cape-cape berdoa terus kalau hasilnya kagak ada pisan"
Apakah memang hasilnya akan sama? Tidak! Ketika orang percaya tidak berhenti berdoa ... mereka tidak akan pulang dengan tangan kosong! Tuhan selalu menjelaskan dan menunjukkaan kepada kita setiap jawaban-jawaban doa kita.


Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat
II Petrus 3:9

Bukankah luar biasa cara Tuhan dalam menjawab doa-doa kita ... Ini pengalaman satu keluarga jemaat di Bekasi, mereka menantikan kehadiran si Buah Hati ... 11 tahun lamanya ... dan akhirnya mereka bertemu dengan jawaban dari doa-doa mereka selama ini.

Tetaplah bernafas, tetaplah berdoa ... tetaplah menafaskan kehidupan dalam setiap doa kita.

I Tesalonika 5:17 | Manafaskan Kehidupan melalui Doa

Menafaskan Kehidupan Melalui Doa
I Tesalonika 5:17

"Tetaplah berdoa."

Pernahkah Sahabat mendengar kata "Haolis"? Mungkin kita baru pertama kali mendengar kata itu. Oke kalau baru pertama kali dengar. Tapi kalo yang ini ... kalimat ini pasti sudah populer di telinga kita: "Doa adalah nafas hidup orang percaya". Bener kan populer ... kita sudah tahu kalimat itu dari zaman baheula ...

Kata Haolis tadi berasal dari bahasa Hawaii yang kemudian disematkan kepada orang-orang Kristen di sana waktu itu. Namun, arti Haolis ini ternyata justru berkebalikan dengan pemahaman bahwa doa itu adalah nafas hidup orang percaya. Sebab kalau orang Hawai bilang orang-orang Kristen itu adalah Haolis, yang mereka maksud adalah "orang-orang Kristen yang hidup tanpa nafas!"

Saya penasaran, kenapa kok penduduk asli Hawai waktu itu sampai pada kesimpulan: "Orang Kristen itu hidup tanpa nafas." Inilah penjelasan mereka ... ini ditulis oleh seorang ibu yang bernama ALice Kaholuoluna, Hawaii ...

Sebelum para misionaris itu datang, rakyat saya biasanya duduk di luar kuil-kuil mereka untuk waktu yang lama bermeditasi dan mempersiapkan diri mereka sebelum masuk. Lalu, mereka akan benar-benar merangkak sampai ke altar untuk mempersembahkan permohonan mereka. Sesudah itu mereka akan duduk untuk waktu yang lama lagi di luar ... kali ini untuk 'menafaskan kehidupan' ke dalam doa-doa mereka. Orang Kristen, ketika mereka datang, hanya berdiri, mengucapkan beberapa kalimat dan berkata Amin dan selesailah sudah. Karena alasan itulah, rakyat saya menyebut mereka Haolis, "tanpa nafas" atau orang-orang yang gagal menafaskan kehidupan ke dalam doa-doa mereka. (R. Kent Hughes, 1001 Kisah Inspirasi dan Kutipan, 369)
Yang menarik buat saya adalah persoalannya bukan terletak pada kenyataan bahwa orang-orang Kristen di sana tidak berdoa, mereka berdoa! Akan tetapi, menurut masyarakat Hawaii ... orang-orang Kristen Hawaii gagal menfaskan kehidupan ke dalam doa-doa mereka.

Ketika membaca perikop kita hari ini ada kalimat yang mengatakan "tetaplah berdoa" ... mungkin beberapa orang bisa berkata: "Aduh Tuhan, syukurlah sampai sekarang saya masih berdoa rutin kok Tuhan".

Yang mau kita renungkan adalah menjawab pertanyaan apakah ada gejala di masa sekarang yang mengulang kembali kejadian yang di alami oleh orang-orang Kristen di Hawaii??? Orang-orang Kristen jadi Haolis ... Mereka berdoa? Ya mereka berdoa ... tapi mereka gagal menafaskan kehidupan dalam doa-doa, mereka.

Saya kira ada beberapa hal yang bisa membuat orang percaya jatuh menjadi Haolis-haolis Kristen yang baru ...

Yang pertama,
Ketika ada orang yang mulai berpikir: "Tuhan ... kadang saya malu berdoa dan akhirnya jadi malas berdoa ... karena saya sadar bahwa doa saya itu ... kalimat-kalimatnya itu jelas gak sebagus kalau pendeta berdoa"

Bagi mereka yang memiliki pemahaman bahwa doa itu harus bagus, kata-katanya harus puitis, manis, panjang dan lama ... berkenalanlah dengan Hana. 1 Samuel 1:14-15

Lalu kata Eli kepadanya: "Berapa lama lagi engkau berlaku sebagai orang mabuk? Lepaskanlah dirimu dari pada mabukmu." Tetapi Hana menjawab: "Bukan, tuanku, aku seorang perempuan yang sangat bersusah hati; anggur ataupun minuman yang memabukkan tidak kuminum, melainkan aku mencurahkan isi hatiku di hadapan TUHAN."

Saya waktu membaca kisah Hana ini betul-betul merasa tercerahkan pemahaman tentang doa itu seperti apa: doa itu curahan hati, ungkapan perasaan, menceritakan kepada Dia tentang apa yang menjadi pikiran kita!!

Saya ingat waktu kecil dulu ada teman saya yang kalau berdoa makan dia berdoa seperti ini:
"Tuhan Yesus ... terimakasih buat makanan ini ... ada tempe, ada ikan, ada sayur asem ... " Sambil matanya ngintip semua makanan yang ada waktu itu ... Lalu tiba-tiba ada teman saya yang lain ambil nasi yang ada di meja makan ... dan kontan saja teman saya yang berdoa bilang gini: "yah Tuhan ... kok nasinya ilang ya?? padahal tadi ada lho nasinya" ...

Pertanyaan saya: salahkan apabila ada seorang anak usia 6 tahun yang berdoa semacam itu? Tidak! Sebab itulah bagian dari nafas kehidupan seorang anak usia 6 tahun yang akan terus menumbuhkan kehidupan imannya dalam doa-doanya di masa depan. Sekarang dia umurnya sudah 28 tahun dan saya yakin doanya juga pasti sudah tidak kayak gitu lagi.

Yang kedua, Jika Haolis Kristen berarti hidup tanpa nafas ... itu artinya cepat lambat dia akan mati. Jadi Haolis itu saudara dekat dengan Mumi Kristen, mayat hidup Kristen.

Dalam perikop kita dikatakan juga "bersukacitalah senantiasa, ucap syukur dalam segala hal" Dan kalau kita mau melihat sejarah kehidupan orang-orang percaya di Tesalonika waktu itu, mereka sedang menantikan satu jawaban doa: "Tuhan .. kapan Tuhan datang kembali?" Tapi apa yang mereka temukan .. sampai sekarang juga Tuhan kan belum datang-datang lagi ...

Seseorang bisa jatuh ke dalam jerat Haolis Kristen atau bahkan menjadi Mumi Kristen ketika harapan-harapan dalam doa-doa mereka tidak terjadi atau belum terjadi dalam kehidupan mereka!
Dulu sangat rajin berdoa ... Kenapa? Karena ingin kerja ... Sesudah dapat kerjaan?Dulu sangat rajin berdoa ... kenapa? Karena ingin kerja ... Masih belum dapat kerjaan: "Heuhh ... buat apa cape-cape berdoa terus kalau hasilnya kagak ada pisan"
Apakah memang hasilnya akan sama? Tidak! Ketika orang percaya tidak berhenti berdoa ... mereka tidak akan pulang dengan tangan kosong! Tuhan selalu menjelaskan dan menunjukkaan kepada kita setiap jawaban-jawaban doa kita.


Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat
II Petrus 3:9

Bukankah luar biasa cara Tuhan dalam menjawab doa-doa kita ... Ini pengalaman satu keluarga jemaat di Bekasi, mereka menantikan kehadiran si Buah Hati ... 11 tahun lamanya ... dan akhirnya mereka bertemu dengan jawaban dari doa-doa mereka selama ini.

Tetaplah bernafas, tetaplah berdoa ... tetaplah menafaskan kehidupan dalam setiap doa kita.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER