Hakim-hakim 3:31 | Krisis Percaya Diri? - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

gambar diri
Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel. (Hakim-hakim 3:31)

Mengawali renungan kita, saya ingin mengajak kita sharing tentang hal ini: Percaya Diri. Menurut kamu apa sih yang sering membuat seseorang jadi gak PD? (Sharing)

Sekarang mari kita buka Alkitab kita, kita mau bertemu seseorang yang sebenarnya kalau mau lihat alasan-alasan yang tadi kita utarakan, dia punya alasan yang kuat untuk gak pede. Akan tetapi hebatnya dia ya ini:

(1) Tetap PD meski cuma 1 ayat doangan!

Meski ngerasa 'kecil sendirian' dibandingkan dengan 'orang-orang besar' lainnya, bandingkan dengan Gideon, Yefta, dll. Samgar? Siapa ya Samgar itu? Tapi buat Samgar, dengan kenyataan bahwa dia hanya 'hakim kecil' yang gak banyak di publikasikan orang ceritanya (karena cuma satu ayat). Menurut Samgar, dia tetap punya sesuatu yang bisa dia berikan kesaksian tentang apa yang Tuhan bisa lakukan melalui kehidupannya.

Kabar baiknya, apapun juga perasaan kamu saat ini, mungkin yang membuat kamu bisa ngerasa kecil, sendirian, gak berarti apa-apa, tapi sama seperti Samgar, Tuhan pun bisa berkarya luar biasa melalui kehidupan kita yang sekarang ini.

(2) lihat Hakim-hakim 1:33
Suku Naftali tidak menghalau penduduk Bet-Semes dan penduduk Bet-Anat, sehingga mereka diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu; tetapi penduduk Bet-Semes dan Bet-Anat itu menjadi orang rodi bagi mereka.

Tetap PD meskipun punya 'masa lalu' or 'latar belakang' keluarga yang kurang oke! Siapa Samgar itu? Gimana latar belakang keluarganya, masa lalunya?

Menurut catatan Hakim-hakim 1:33, ya Samgar itu bukan orang Israel asli (Bet-Anat), tapi 'hanya' orang rodi yang jadi taklukan bangsa Israel (Suku Naftali) waktu itu.


Kalau kita punya problem sama seperti Samgar yang punya masa lalu kurang oke, inilah saatnya kita patahkan belenggu masa lalu itu. Kita hari ini punya kesempatan untuk menembus bayang-bayang masa lalu itu untuk menciptakan kehidupan yang sama sekali baru bersama-sama dengan Tuhan.

Jadi ingat cerita-cerita tentang seorang bapak yang kerjanya 'hanya' nyangkul di sawah, tapi bisa nyekolahin anak-anaknya sampai jadi dokter semua. Hebat!

(3) PD aja lagi: Karena kita pasti bisa melakukan sesuatu yang terbaik dengan apa yang kita miliki saat ini!

Jangan bilang kita gak bisa apa-apa atawa kita ini gak punya apa-apa ya. Perhatiin aja si Samgar itu: "dengan tongkat penghalau lembu!"

Mari kita berjuang untuk menghapus kata-kata ini dalam kamus kehidupan kita: "andai saja, kalau saja, dll"

Jangan cuma hidup di 'dunia mimpi' dan tertidur lelap. Mulailah bangun dari mimpi dan mulai berbuat sesuatu untuk mewujudkan mimpi jadi kenyataan dengan apa yang kita punya dan bisa manfaatkan sekarang ini!

(4) ini yang terakhir, alasan utama kita harus PD adalah karena Tuhan sendiri yang ciptakan diri kita.

dan yang Tuhan ciptakan itu di katakan dalam kitab Kejadian: selalu "baik adanya". Itu artinya kita ini bukan barang rongsokan. Kita ini karya Agung Tuhan yang telah menciptakan kita dan menempatkan kita di sini, sekarang ini.

Hakim-hakim 3:31 | Krisis Percaya Diri?

gambar diri
Sesudah dia, bangkitlah Samgar bin Anat; ia menewaskan orang Filistin dengan tongkat penghalau lembu, enam ratus orang banyaknya. Demikianlah ia juga menyelamatkan orang Israel. (Hakim-hakim 3:31)

Mengawali renungan kita, saya ingin mengajak kita sharing tentang hal ini: Percaya Diri. Menurut kamu apa sih yang sering membuat seseorang jadi gak PD? (Sharing)

Sekarang mari kita buka Alkitab kita, kita mau bertemu seseorang yang sebenarnya kalau mau lihat alasan-alasan yang tadi kita utarakan, dia punya alasan yang kuat untuk gak pede. Akan tetapi hebatnya dia ya ini:

(1) Tetap PD meski cuma 1 ayat doangan!

Meski ngerasa 'kecil sendirian' dibandingkan dengan 'orang-orang besar' lainnya, bandingkan dengan Gideon, Yefta, dll. Samgar? Siapa ya Samgar itu? Tapi buat Samgar, dengan kenyataan bahwa dia hanya 'hakim kecil' yang gak banyak di publikasikan orang ceritanya (karena cuma satu ayat). Menurut Samgar, dia tetap punya sesuatu yang bisa dia berikan kesaksian tentang apa yang Tuhan bisa lakukan melalui kehidupannya.

Kabar baiknya, apapun juga perasaan kamu saat ini, mungkin yang membuat kamu bisa ngerasa kecil, sendirian, gak berarti apa-apa, tapi sama seperti Samgar, Tuhan pun bisa berkarya luar biasa melalui kehidupan kita yang sekarang ini.

(2) lihat Hakim-hakim 1:33
Suku Naftali tidak menghalau penduduk Bet-Semes dan penduduk Bet-Anat, sehingga mereka diam di tengah-tengah orang Kanaan, penduduk asli di negeri itu; tetapi penduduk Bet-Semes dan Bet-Anat itu menjadi orang rodi bagi mereka.

Tetap PD meskipun punya 'masa lalu' or 'latar belakang' keluarga yang kurang oke! Siapa Samgar itu? Gimana latar belakang keluarganya, masa lalunya?

Menurut catatan Hakim-hakim 1:33, ya Samgar itu bukan orang Israel asli (Bet-Anat), tapi 'hanya' orang rodi yang jadi taklukan bangsa Israel (Suku Naftali) waktu itu.


Kalau kita punya problem sama seperti Samgar yang punya masa lalu kurang oke, inilah saatnya kita patahkan belenggu masa lalu itu. Kita hari ini punya kesempatan untuk menembus bayang-bayang masa lalu itu untuk menciptakan kehidupan yang sama sekali baru bersama-sama dengan Tuhan.

Jadi ingat cerita-cerita tentang seorang bapak yang kerjanya 'hanya' nyangkul di sawah, tapi bisa nyekolahin anak-anaknya sampai jadi dokter semua. Hebat!

(3) PD aja lagi: Karena kita pasti bisa melakukan sesuatu yang terbaik dengan apa yang kita miliki saat ini!

Jangan bilang kita gak bisa apa-apa atawa kita ini gak punya apa-apa ya. Perhatiin aja si Samgar itu: "dengan tongkat penghalau lembu!"

Mari kita berjuang untuk menghapus kata-kata ini dalam kamus kehidupan kita: "andai saja, kalau saja, dll"

Jangan cuma hidup di 'dunia mimpi' dan tertidur lelap. Mulailah bangun dari mimpi dan mulai berbuat sesuatu untuk mewujudkan mimpi jadi kenyataan dengan apa yang kita punya dan bisa manfaatkan sekarang ini!

(4) ini yang terakhir, alasan utama kita harus PD adalah karena Tuhan sendiri yang ciptakan diri kita.

dan yang Tuhan ciptakan itu di katakan dalam kitab Kejadian: selalu "baik adanya". Itu artinya kita ini bukan barang rongsokan. Kita ini karya Agung Tuhan yang telah menciptakan kita dan menempatkan kita di sini, sekarang ini.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER