Yohanes 11:25 | Saatnya Kita untuk Bersyukur - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

kebangkitan yesus
Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25)

Dalam catatan sejarah pernah ada seorang yang tak percaya Yesus sebagai Tuhan kemudian menulis ulang Alkitab dan membagikannya kepada orang lain. Yang berbeda dengan Alkitab punya kita adalah, dia menghilangkan peristiwa kebangkitan Yesus! Namanya Thomas Jefferson, salah seorang deklarator kemerdekaan Amerika.

Dalam Alkitab versi Jefferson,
akhir kisah hidup Yesus ditulis begini:

di dalam kuburan ini terbaring Yesus
dan dilindungi oleh sebongkah batu besar
untuk menjaga makam itu
---- selesai, tak ada lagi kelanjutannya! ----

Apa jadinya iman kita bila di dasarkan pada Alkitab versi kayak ‘gini?? I Korintus 15:14, firman Tuhan berkata:
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu
Untuk apa kita datang ke gereja, ‘ngadain kebaktian syukur di hari kedukaan, jika Kristus mati dan selesai sudah??!! Tetapi karena Kristus bangkit dan hidup kekal maka ada pengharapan, ada ungkapan syukur di dalam peristiwa duka!

Ada satu orang lagi, berbeda dengan Thomas Jefferson, Benjamin Franklin adalah seorang Kristen yang taat. Di akhir masa hidupnya dia mempersiapkan sendiri kata-kata yang mau dia tulis di batu nisannya. Inilah kata-kata yang dia tulis:

Di sini terbaring tubuh Benjamin Franklin
Seperti sebuah buku tua yang mulai rusak isinya.
Terbaring di sini, makanan untuk cacing-cacing.
Akan tetapi karyanya tidak pernah hilang.
Dan sekarang terbit sekali lagi dalam bentuk baru,
yang lebih baik, Edisi Revisi
dan yang telah dibenarkan oleh
Sang Pencipta, Penulis Agung, Tuhan.

Agak mengejutkan memang perkataan Franklin tentang kematian, tetapi bukankah yang dia tulis itu sangat Kristiani? Yang kita bawa ke makam itu hanya tubuh, jasad yang akan habis dimakan ... !! Sedangkan jiwanya ... Jiwanya kekal, kembali kepada rumahnya di Sorga!

Hari ini kita kembali ke rumah keluarga kita di sini bukan lagi sebagai pesakitan yang menangis dan berduka, tetapi sebagai orang yang tegar dan tersenyum bahagia mengungkapkan syukur atas karya Tuhan yang telah memanggil ayah, opa, saudara kita!

Lalu kenapa kita hari ini bersyukur,
padahal sudah 40 hari kita berpisah dengan ayah, opa dan saudara kita ini???

1. Bersyukurlah karena di dalam Kristus kematian bukanlah akhir dari segalanya!

Bukan titik, tetapi koma! Bukan selamat tinggal, the end, tetapi sampai berjumpa lagi, to be continued! Ada waktunya kelak kita bisa bersama-sama kembali, bila waktu kita pun di dunia ini telah habis.

2. Bersyukurlah karena kematian di dalam Kristus adalah Jalan menuju Kehidupan yang baru!Semakin lama kita hidup di dunia ini, semakin tua tubuh kita ini, makin sakit, makin renta, makin rapuh dan semakin menderita pula kita dibuatnya. Tuhan menimbang itu semua, Dia merasakan sakit yang kita rasakan di dalam kerapuhan tubuh tua kita, maka akan datang waktunya Dia berkata kepada kita:
Cukup sudah penderitaanmu anakku yang terkasih!
Pulanglah, terimalah kehidupan yang baru
di surga bersama-Ku!”
3. Bersyukurlah karena kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan untuk menjalani hidup kita di dunia bersama dengan ayah, opa, saudara kita ini!

ia akan hidup walaupun sudah mati!”
Ayah, opa, memang sudah ada di surga, tetapi akan ada sesuatu yang hidup yang ia tinggalkan untuk kita, selama kita menjalani kehidupan kita di dunia ini. Kenanglah semangatnya, tumbuhkan terus rasa sayang kepada keluarga, kobarkan selalu daya juangnya melawan penderitaannya, raihlah apa yang ia harapkan dan impikan bagi masa depan kita anak, cucu, menantunya.

[Kotbah Kedukaan]

Yohanes 11:25 | Saatnya Kita untuk Bersyukur

kebangkitan yesus
Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yohanes 11:25)

Dalam catatan sejarah pernah ada seorang yang tak percaya Yesus sebagai Tuhan kemudian menulis ulang Alkitab dan membagikannya kepada orang lain. Yang berbeda dengan Alkitab punya kita adalah, dia menghilangkan peristiwa kebangkitan Yesus! Namanya Thomas Jefferson, salah seorang deklarator kemerdekaan Amerika.

Dalam Alkitab versi Jefferson,
akhir kisah hidup Yesus ditulis begini:

di dalam kuburan ini terbaring Yesus
dan dilindungi oleh sebongkah batu besar
untuk menjaga makam itu
---- selesai, tak ada lagi kelanjutannya! ----

Apa jadinya iman kita bila di dasarkan pada Alkitab versi kayak ‘gini?? I Korintus 15:14, firman Tuhan berkata:
“Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu
Untuk apa kita datang ke gereja, ‘ngadain kebaktian syukur di hari kedukaan, jika Kristus mati dan selesai sudah??!! Tetapi karena Kristus bangkit dan hidup kekal maka ada pengharapan, ada ungkapan syukur di dalam peristiwa duka!

Ada satu orang lagi, berbeda dengan Thomas Jefferson, Benjamin Franklin adalah seorang Kristen yang taat. Di akhir masa hidupnya dia mempersiapkan sendiri kata-kata yang mau dia tulis di batu nisannya. Inilah kata-kata yang dia tulis:

Di sini terbaring tubuh Benjamin Franklin
Seperti sebuah buku tua yang mulai rusak isinya.
Terbaring di sini, makanan untuk cacing-cacing.
Akan tetapi karyanya tidak pernah hilang.
Dan sekarang terbit sekali lagi dalam bentuk baru,
yang lebih baik, Edisi Revisi
dan yang telah dibenarkan oleh
Sang Pencipta, Penulis Agung, Tuhan.

Agak mengejutkan memang perkataan Franklin tentang kematian, tetapi bukankah yang dia tulis itu sangat Kristiani? Yang kita bawa ke makam itu hanya tubuh, jasad yang akan habis dimakan ... !! Sedangkan jiwanya ... Jiwanya kekal, kembali kepada rumahnya di Sorga!

Hari ini kita kembali ke rumah keluarga kita di sini bukan lagi sebagai pesakitan yang menangis dan berduka, tetapi sebagai orang yang tegar dan tersenyum bahagia mengungkapkan syukur atas karya Tuhan yang telah memanggil ayah, opa, saudara kita!

Lalu kenapa kita hari ini bersyukur,
padahal sudah 40 hari kita berpisah dengan ayah, opa dan saudara kita ini???

1. Bersyukurlah karena di dalam Kristus kematian bukanlah akhir dari segalanya!

Bukan titik, tetapi koma! Bukan selamat tinggal, the end, tetapi sampai berjumpa lagi, to be continued! Ada waktunya kelak kita bisa bersama-sama kembali, bila waktu kita pun di dunia ini telah habis.

2. Bersyukurlah karena kematian di dalam Kristus adalah Jalan menuju Kehidupan yang baru!Semakin lama kita hidup di dunia ini, semakin tua tubuh kita ini, makin sakit, makin renta, makin rapuh dan semakin menderita pula kita dibuatnya. Tuhan menimbang itu semua, Dia merasakan sakit yang kita rasakan di dalam kerapuhan tubuh tua kita, maka akan datang waktunya Dia berkata kepada kita:
Cukup sudah penderitaanmu anakku yang terkasih!
Pulanglah, terimalah kehidupan yang baru
di surga bersama-Ku!”
3. Bersyukurlah karena kesempatan yang telah diberikan oleh Tuhan untuk menjalani hidup kita di dunia bersama dengan ayah, opa, saudara kita ini!

ia akan hidup walaupun sudah mati!”
Ayah, opa, memang sudah ada di surga, tetapi akan ada sesuatu yang hidup yang ia tinggalkan untuk kita, selama kita menjalani kehidupan kita di dunia ini. Kenanglah semangatnya, tumbuhkan terus rasa sayang kepada keluarga, kobarkan selalu daya juangnya melawan penderitaannya, raihlah apa yang ia harapkan dan impikan bagi masa depan kita anak, cucu, menantunya.

[Kotbah Kedukaan]

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER