Pengkhotbah 7:3 | Kesedihan yang Melegakan - Pdt. Gerry Atje
eric-clapton-tearsinheaven
Bersedih lebih baik dari pada tertawa,
karena muka muram membuat hati lega
(Pengkhotbah 7:3)
Tahun 1991, seorang anak terjatuh dari sebuah apartemen dan meninggal dunia. Ayahnya teramat sangat berduka, kehilangan putra terkasihnya itu. Dan terdorong oleh rasa kehilangan yang mendalam itu, sang ayah kemudian menciptakan sebuah lagu .... terjemahan bebasnya kira-kira begini:

Apakah kamu akan mengenali namaku,
apakah akan sama seperti dahulu,
apakah kamu mau meraih tanganku,
apakah kamu mau membantuku ‘tuk berdiri,
Jika kita bertemu kembali di surga kelak?

Berjalannya sang waktu dapat membuatmu terjatuh,
waktu bisa menekuk lututmu, waktu juga bisa menghancurkan hatimu.
Tapi, aku harus kuat.

Kan kutemukan jalan melewati siang malamku.
Karena ku tahu, ku masih belum bisa
tinggal di sini ... di surga.

Di balik satu pintu itu, ku yakin ada satu kedamaian sejati.
Dan aku tahu, bahwa kan tiba waktunya nanti,
tak akan ada lagi air mata di surga.

Eric Clapton menciptakan lagu Tears in Heaven untuk mengenang anaknya, Connor, yang meninggal itu. Dua tahun berlalu, semua orang bisa merasakan kesedihan mendalam Eric dalam lagunya itu. Makanya semua orang kaget ketika Eric menjelaskan di salah satu wawancara televisi bahwa: “lagu Tears in Heaven sebenarnya bukan lagu kesedihan saya, tapi lagu itu membuat saya tenang karena di dalam lagu itu saya sangat meyakini bahwa akan ada perjumpaan kembali di surga kelak dengan anak saya dan tidak perlu lagi ada air mata di surga nanti”.

Sewaktu saya membaca teks kita dan kemudian melihat kisah kesedihan Eric Clapton ini, buat saya betapa Eric betul-betul bisa menjiwai pesan dari teks Firman Tuhan kita saat ini. – Dia tidak menyangkal bahwa dirinya sedih luar biasa. Dia juga tidak menyembunyikan kemuraman hatinya saat kehilangan anak yang dikasihinya itu. Dan yang lebih luar biasa adalah, dia bisa menerima kesedihan hatinya itu untuk dapat menemukan sesuatu yang pada akhirnya mampu melegakan hatinya!

Hari ini, keluarga berduka, kita semua berduka, kehilangan seseorang yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita .. pasti sulit luar biasa ... ‘rasanya masih banyak rencana ke depan ... ‘ ‘ ... masih ada harapan-harapan yang belum tercapai’ ‘ ... ada impian tentang masa depan bersama nanti, tahun depan ... 5 tahun lagi ...’ --- tapi kenapa sekarang sudah pergi meninggalkan kami??? ---

Betapa mudahnya kita menemukan jalan kesedihan. Sebut satu permohonan, permintaan, harapan, impian kita ... maka kita bisa saja berjumpa dengan kesedihan bila Tuhan ternyata punya rencana baik yang lain, yang tidak seperti bayangan kita.

Pertanyaan besar bagi kita hari ini: Akankah kesedihan yang kita alami hari ini juga akan membawa kita untuk menemukan jalan kelegaan dalam hati dan hidup kita selanjutnya?

Hari ini kita bersedih karena kita tidak bisa bersama-sama lagi, akan tetapi di saat yang bersamaan hati kita juga dilegakan oleh janji Tuhan yang sudah memberikan hidup kekal di surga kepada ayah kita! Tak ada lagi derita, sakit penyakit, beban hidup, pergumulan, yang ada hanyalah damai sejahtera yang sejati.

Hari ini kita bersedih karena perpisahan dengan ayah, suami, saudara kita ... akan tetapi, di saat yang sama hati kita juga dilegakan karena di dalam iman kita tahu bahwa perpisahan kita hari ini adalah perpisahan sementara, kelak ... kita semua akan berkumpul kembali, dan bila tiba waktunya nanti, tidak akan ada lagi air mata hari ini, di surga kelak.

Pengkhotbah 7:3 | Kesedihan yang Melegakan

eric-clapton-tearsinheaven
Bersedih lebih baik dari pada tertawa,
karena muka muram membuat hati lega
(Pengkhotbah 7:3)
Tahun 1991, seorang anak terjatuh dari sebuah apartemen dan meninggal dunia. Ayahnya teramat sangat berduka, kehilangan putra terkasihnya itu. Dan terdorong oleh rasa kehilangan yang mendalam itu, sang ayah kemudian menciptakan sebuah lagu .... terjemahan bebasnya kira-kira begini:

Apakah kamu akan mengenali namaku,
apakah akan sama seperti dahulu,
apakah kamu mau meraih tanganku,
apakah kamu mau membantuku ‘tuk berdiri,
Jika kita bertemu kembali di surga kelak?

Berjalannya sang waktu dapat membuatmu terjatuh,
waktu bisa menekuk lututmu, waktu juga bisa menghancurkan hatimu.
Tapi, aku harus kuat.

Kan kutemukan jalan melewati siang malamku.
Karena ku tahu, ku masih belum bisa
tinggal di sini ... di surga.

Di balik satu pintu itu, ku yakin ada satu kedamaian sejati.
Dan aku tahu, bahwa kan tiba waktunya nanti,
tak akan ada lagi air mata di surga.

Eric Clapton menciptakan lagu Tears in Heaven untuk mengenang anaknya, Connor, yang meninggal itu. Dua tahun berlalu, semua orang bisa merasakan kesedihan mendalam Eric dalam lagunya itu. Makanya semua orang kaget ketika Eric menjelaskan di salah satu wawancara televisi bahwa: “lagu Tears in Heaven sebenarnya bukan lagu kesedihan saya, tapi lagu itu membuat saya tenang karena di dalam lagu itu saya sangat meyakini bahwa akan ada perjumpaan kembali di surga kelak dengan anak saya dan tidak perlu lagi ada air mata di surga nanti”.

Sewaktu saya membaca teks kita dan kemudian melihat kisah kesedihan Eric Clapton ini, buat saya betapa Eric betul-betul bisa menjiwai pesan dari teks Firman Tuhan kita saat ini. – Dia tidak menyangkal bahwa dirinya sedih luar biasa. Dia juga tidak menyembunyikan kemuraman hatinya saat kehilangan anak yang dikasihinya itu. Dan yang lebih luar biasa adalah, dia bisa menerima kesedihan hatinya itu untuk dapat menemukan sesuatu yang pada akhirnya mampu melegakan hatinya!

Hari ini, keluarga berduka, kita semua berduka, kehilangan seseorang yang sudah menjadi bagian dalam kehidupan kita .. pasti sulit luar biasa ... ‘rasanya masih banyak rencana ke depan ... ‘ ‘ ... masih ada harapan-harapan yang belum tercapai’ ‘ ... ada impian tentang masa depan bersama nanti, tahun depan ... 5 tahun lagi ...’ --- tapi kenapa sekarang sudah pergi meninggalkan kami??? ---

Betapa mudahnya kita menemukan jalan kesedihan. Sebut satu permohonan, permintaan, harapan, impian kita ... maka kita bisa saja berjumpa dengan kesedihan bila Tuhan ternyata punya rencana baik yang lain, yang tidak seperti bayangan kita.

Pertanyaan besar bagi kita hari ini: Akankah kesedihan yang kita alami hari ini juga akan membawa kita untuk menemukan jalan kelegaan dalam hati dan hidup kita selanjutnya?

Hari ini kita bersedih karena kita tidak bisa bersama-sama lagi, akan tetapi di saat yang bersamaan hati kita juga dilegakan oleh janji Tuhan yang sudah memberikan hidup kekal di surga kepada ayah kita! Tak ada lagi derita, sakit penyakit, beban hidup, pergumulan, yang ada hanyalah damai sejahtera yang sejati.

Hari ini kita bersedih karena perpisahan dengan ayah, suami, saudara kita ... akan tetapi, di saat yang sama hati kita juga dilegakan karena di dalam iman kita tahu bahwa perpisahan kita hari ini adalah perpisahan sementara, kelak ... kita semua akan berkumpul kembali, dan bila tiba waktunya nanti, tidak akan ada lagi air mata hari ini, di surga kelak.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL