Kathryn Lawes: Ada Kasih di Penjara Sing Sing

kisah inspiratif

Kathryn Lawes: Ada Kasih di Penjara Sing Sing — Ketika Lewis Lawes menjadi kepala penjara Sing Sing pada tahun 1920, para narapidana berada dalam kondisi mengenaskan.

Ini mendorongnya untuk melaksanakan reformasi perikemanusiaan. Ia banyak memuji isterinya, Kathryn, yang selalu memperlakukan para narapidana sebagai manusia.

Kathryn Lawes

Kathryn sering mengajak ketiga anaknya duduk bersama para gangster, pembunuh dan pemeras sementara mereka bermain bola basket dan bisbol.

Baca juga

Pada tahun 1937, Kathryn tewas dalam sebuah kecelakaan mobil. Keesokan harinya tubuhnya dibaringkan di dalam peti mati di sebuah rumah sejauh kira-kira setelah kilo dari lembaga pemasyarakatan itu.


Ketika kepala penjara yang bertugas mendapati empat ratus narapidana berkerumun di sekitar pintu masuk utama penjara, dia tahu apa yang mereka inginkan.

Sambil membuka gerbang itu, dia berkata, "Bung, aku akan mempercayai kalian. Kalian boleh pergi ke rumah itu."

Tidak ada penghitungan, tidak ada penjaga yang ditugaskan. Namun, tak seorang pun hilang (melarikan diri) pada malam itu. Kasih bagi orang yang telah mengasihi mereka membuat mereka dapat diandalkan.

R. Kent Hughes, 1001 Kisah Inspirasi dan Kutipan, hlm. 302-302.

Post a Comment