Yohanes 6:25-59 | Salah Sangka - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

roti dari sorga
Banyak orang yang salah sangka dengan iman Kristen atau motivasi awal mereka ketika memutuskan untuk mengikut jalan Tuhan.

- Orang Kristen itu hidupnya pasti enak, berkecukupan. Faktanya? Puji Tuhan memang cukup, namun kan tetap saja harus ora et labora, bukan hanya ongkang-ongkang kaki lalu Tuhan mencukupkan.
- Ikut Tuhan Yesus berarti semua persoalan hari ini jadi beres dan terjawab. Faktanya? Semuanya butuh proses juga, tidak langsung ujug-ujug (tiba-tiba) semua selesai terjawab.
- Yang paling ekstrim mungkin adalah ini: Orang Kristen itu ternyata kanibal ya, makan daging orang. (Ini beneran lho ada yang mengira seperti itu, coba saja googling).

Bayangkan begini:
Ada satu orang yang ikut Tuhan Yesus dengan semua bayangannya yang kadang kurang tepat tentang iman Kristen. Kemudian tiba-tiba Tuhan mengizinkan satu pergumulan yang cukup berat datang dalam kehidupannya sebagai orang percaya. Apa jadinya kalau sudah begitu dengan pra anggapan yang tidak cukup tepat ketika kali pertama memutuskan ikut Tuhan?

Kecewa. Undur diri (seperti Yohanes 6:60-62).

Bacaan Alkitab kita hari ini adalah rangkaian panjang dari kisah orang-orang yang berjuang untuk mencari dan mengikuti Yesus. Sayangnya, tidak semua orang yang menemukan Yesus memiliki niat yang tulus untuk mendengarkan dan mengikuti-Nya.

Beberapa orang hanya mencari Yesus supaya mereka kenyang (ayat 26). Ada juga kelompok orang yang mengikuti Yesus sambil terus memertanyakan-Nya. Yang repot, sudah bertanya - lalu diberi penjelasan - tapi tetap saja tidak mengerti juga ... sehingga akhirnya mereka pergi juga meninggalkan Yesus (ayat 41, 52, 60).

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan dua hal saja:

Pertama, saat kita tidak mengerti tentang maksud-maksud Tuhan, yang diminta oleh Dia pada kita sebenarnya sederhana lho. Dia ingin kita memercayai-Nya dan terus berjalan bersama-Nya.

Sampai penjelasan dan jawabannya ditemukan dan kita mengerti. Terus berjalan bersama dengan Dia meskipun awalnya sulit.

Kehebatan para murid Yesus kan satu-satunya di dalam Injil itu adalah mereka tetap berjalan bersama Yesus (sebelum memang akhirnya mereka kocar-kacir lari saat Yesus ditangkap) walaupun mereka banyak tidak mengertinya (jika tak mau dikatakan mereka memang tidak mengerti semua yang Yesus jelaskan terutama tentang siapa diri-Nya dan tentang rencana-Nya yaitu penebusan melalui jalan salib).

Bahkan sampai puncaknya mereka lari tunggang-langgang saat penangkapan Yesus, sudah jelas mereka belum mengerti sampai di situ. Mereka mengertinya kapan? Saat Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada mereka dan akhirnya naik ke sorga.

Kalau begitu, apa dong artinya hidup beriman di jalan Tuhan? Buat saya dalam hal ini hidup beriman adalah tetap berjalan dengan Tuhan meskipun kita dipenuhi oleh ketidakmengertian dalam banyak hal sampai Tuhan menjelaskan maksud-maksud baik-Nya bagi kita ketika Dia mengizinkan kita berada di situasi bergumul kita hari ini.

Yang terakhir, untuk menghindari salah sangka seperti misalnya di ayat 52 ... saat pergumulan terjadi, jangan ribut. Tenang. Berdiam diri. Nantikan penjelasan Tuhan sambil terus berjalan bersama Dia.

Repotnya kita ini karena kita ribut di semua tempat. "Di luar" kita ribut, "di dalam" diri kita sendiri kita juga sama ributnya. Jadinya memang kita ini sukanya gak tenang kalau pergumulan datang di hidup kita.

Belajar menenangkan diri dalam menghadapi semua hal yang memang Tuhan izinkan terjadi di dalam hidup kita, mungkin itu yang harus kita pelajari dari waktu-ke-waktu supaya kita tidak kehilangan sukacita dalam perjalanan hidup kita bersama-sama dengan keluarga, keluarga jemaat dan tentu saja bersama-sama dengan Tuhan.

Yohanes 6:25-59 | Salah Sangka

roti dari sorga
Banyak orang yang salah sangka dengan iman Kristen atau motivasi awal mereka ketika memutuskan untuk mengikut jalan Tuhan.

- Orang Kristen itu hidupnya pasti enak, berkecukupan. Faktanya? Puji Tuhan memang cukup, namun kan tetap saja harus ora et labora, bukan hanya ongkang-ongkang kaki lalu Tuhan mencukupkan.
- Ikut Tuhan Yesus berarti semua persoalan hari ini jadi beres dan terjawab. Faktanya? Semuanya butuh proses juga, tidak langsung ujug-ujug (tiba-tiba) semua selesai terjawab.
- Yang paling ekstrim mungkin adalah ini: Orang Kristen itu ternyata kanibal ya, makan daging orang. (Ini beneran lho ada yang mengira seperti itu, coba saja googling).

Bayangkan begini:
Ada satu orang yang ikut Tuhan Yesus dengan semua bayangannya yang kadang kurang tepat tentang iman Kristen. Kemudian tiba-tiba Tuhan mengizinkan satu pergumulan yang cukup berat datang dalam kehidupannya sebagai orang percaya. Apa jadinya kalau sudah begitu dengan pra anggapan yang tidak cukup tepat ketika kali pertama memutuskan ikut Tuhan?

Kecewa. Undur diri (seperti Yohanes 6:60-62).

Bacaan Alkitab kita hari ini adalah rangkaian panjang dari kisah orang-orang yang berjuang untuk mencari dan mengikuti Yesus. Sayangnya, tidak semua orang yang menemukan Yesus memiliki niat yang tulus untuk mendengarkan dan mengikuti-Nya.

Beberapa orang hanya mencari Yesus supaya mereka kenyang (ayat 26). Ada juga kelompok orang yang mengikuti Yesus sambil terus memertanyakan-Nya. Yang repot, sudah bertanya - lalu diberi penjelasan - tapi tetap saja tidak mengerti juga ... sehingga akhirnya mereka pergi juga meninggalkan Yesus (ayat 41, 52, 60).

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan dua hal saja:

Pertama, saat kita tidak mengerti tentang maksud-maksud Tuhan, yang diminta oleh Dia pada kita sebenarnya sederhana lho. Dia ingin kita memercayai-Nya dan terus berjalan bersama-Nya.

Sampai penjelasan dan jawabannya ditemukan dan kita mengerti. Terus berjalan bersama dengan Dia meskipun awalnya sulit.

Kehebatan para murid Yesus kan satu-satunya di dalam Injil itu adalah mereka tetap berjalan bersama Yesus (sebelum memang akhirnya mereka kocar-kacir lari saat Yesus ditangkap) walaupun mereka banyak tidak mengertinya (jika tak mau dikatakan mereka memang tidak mengerti semua yang Yesus jelaskan terutama tentang siapa diri-Nya dan tentang rencana-Nya yaitu penebusan melalui jalan salib).

Bahkan sampai puncaknya mereka lari tunggang-langgang saat penangkapan Yesus, sudah jelas mereka belum mengerti sampai di situ. Mereka mengertinya kapan? Saat Yesus bangkit dan menampakkan diri kepada mereka dan akhirnya naik ke sorga.

Kalau begitu, apa dong artinya hidup beriman di jalan Tuhan? Buat saya dalam hal ini hidup beriman adalah tetap berjalan dengan Tuhan meskipun kita dipenuhi oleh ketidakmengertian dalam banyak hal sampai Tuhan menjelaskan maksud-maksud baik-Nya bagi kita ketika Dia mengizinkan kita berada di situasi bergumul kita hari ini.

Yang terakhir, untuk menghindari salah sangka seperti misalnya di ayat 52 ... saat pergumulan terjadi, jangan ribut. Tenang. Berdiam diri. Nantikan penjelasan Tuhan sambil terus berjalan bersama Dia.

Repotnya kita ini karena kita ribut di semua tempat. "Di luar" kita ribut, "di dalam" diri kita sendiri kita juga sama ributnya. Jadinya memang kita ini sukanya gak tenang kalau pergumulan datang di hidup kita.

Belajar menenangkan diri dalam menghadapi semua hal yang memang Tuhan izinkan terjadi di dalam hidup kita, mungkin itu yang harus kita pelajari dari waktu-ke-waktu supaya kita tidak kehilangan sukacita dalam perjalanan hidup kita bersama-sama dengan keluarga, keluarga jemaat dan tentu saja bersama-sama dengan Tuhan.

SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER