Yohanes 17:6-16 | Selamat Hari Kemerdekaan Kristen - Pdt. Gerry Atje

Selamat hari kemerdekaan! Merdeka!
Sewaktu saya mempersiapkan renungan ini saya kepikiran tentang hari Kenaikan Tuhan Yesus itu seperti hari kemerdekaan orang Kristen ... minimal bagi orang-orang percaya terawal yang dahulu melihat Tuhan Yesus naik ke sorga.

Kita ambil contoh: para murid, terutama Petrus. Inget ayat tentang Petrus yang disebut oleh Tuhan Yesus sebagai iblis? “Enyahlah kau iblis ...” (Markus 8:33). Dulu, saat Yesus masih ada bersama-sama dengan orang percaya, tuntunan-Nya dan tindakan-Nya itu amat sangat cepat terasa. Sekarang? Rasa-rasanya lebih gimana gitu ya. Mau salah kek, mau bener kek ... kebanyakan Tuhan menegur tidak langsung kan. Nah, makanya tadi saya bilang hari Kenaikan Tuhan Yesus itu seperti hari kemerdekaan Kristen.

Bersyukurnya adalah hari-hari setelah Kenaikan Tuhan Yesus ada begitu banyak orang yang percaya yang seperti dikatakan dalam ayat 6, “menuruti Firman”, daripada yang tidak. Betul setelah Tuhan Yesus naik ada Roh Kudus turun, tetapi dalam pertarungan diri memilih jalan, seringnya kan suara Roh Kudus kalah suaranya dengan suara diri kita sendiri yang melawan Tuhan ... Contohnya di PB? Ananias dan Safira ...

Sekali lagi, bersykurnya adalah lebih banyak orang percaya yang taat Firman daripada yang tidak. Bapak dan ibu, pasti kita menyadari ya ... berapa banyak sih jumlahnya orang percaya yang paling awal saat Tuhan Yesus naik ke Sorga? Paling juga cuma belasan orang (para murid dan sedikit sekali pengikut Tuhan). Coba tonton film “Risen” ... Cuma para murid dan satu orang pengikut Yesus yang menyaksikan Kenaikan.

Ada cerita tentang percakapan Tuhan setelah naik ke sorga dan bertemu dengan para malaikat.
Malaikat : Tuhan, kok dikit banget orang percaya yang ada di bumi?
Yesus : Ya begitulah ...
Malaikat : Terus kalau mereka gagal bagaimana?
Yesus : Aku gak punya rencana lain, Aku mengandalkan mereka.

Hari ini di hari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, saya mau mengajak kita merenungkan satu hal saja.

Dari dahulu sampai sekarang (dan selamanya) kepercayaan Tuhan pada orang percaya itu besar sekali (ayat 15). Kita ditempatkan dan dipercaya oleh Tuhan untuk menyampaikan berkat-Nya di tengah kehidupan kita sekarang ini. Mari kita persempit ruang gerak kita ... kita dipercaya untuk menyatakan berkat-Nya di tengah keluarga kita, di tengah jemaat atau bahkan di tengah keseharian aktivitas yang kita lakukan.

Satu-satunya orang yang bisa mengerjakan apa yang Tuhan memang tugaskan kepada kita (sehingga kita ditempatkan-Nya di sini, sekarang ini) adalah cuma diri kita seorang saja. Ada banyak guru di dunia ini, tetapi yang namanya pak Guru Asep Rakhmat atau Asep Gantina atau Asep Nugraha ya cuma satu (bapak doang) ... dan yang bisa mengajar para murid di sekolah dengan gaya bapak, ya cuma bapak doang. Orang lain bisa niru, tetapi selalu yang terbaik untuk menyampaikan cara bapak mengajar adalah bapak sendiri bukan?

Oleh sebab itu mari kita isi hari kemerdekaan kristen hari ini (maksudnya hari Kenaikan Tuhan Yesus) dengan cara mengerjakan apa yang memang telah Tuhan percayakan ada di dalam kehidupan keseharian kita dengan pimpinan Roh-Nya yang Kudus.

Yohanes 17:6-16 | Selamat Hari Kemerdekaan Kristen


Selamat hari kemerdekaan! Merdeka!
Sewaktu saya mempersiapkan renungan ini saya kepikiran tentang hari Kenaikan Tuhan Yesus itu seperti hari kemerdekaan orang Kristen ... minimal bagi orang-orang percaya terawal yang dahulu melihat Tuhan Yesus naik ke sorga.

Kita ambil contoh: para murid, terutama Petrus. Inget ayat tentang Petrus yang disebut oleh Tuhan Yesus sebagai iblis? “Enyahlah kau iblis ...” (Markus 8:33). Dulu, saat Yesus masih ada bersama-sama dengan orang percaya, tuntunan-Nya dan tindakan-Nya itu amat sangat cepat terasa. Sekarang? Rasa-rasanya lebih gimana gitu ya. Mau salah kek, mau bener kek ... kebanyakan Tuhan menegur tidak langsung kan. Nah, makanya tadi saya bilang hari Kenaikan Tuhan Yesus itu seperti hari kemerdekaan Kristen.

Bersyukurnya adalah hari-hari setelah Kenaikan Tuhan Yesus ada begitu banyak orang yang percaya yang seperti dikatakan dalam ayat 6, “menuruti Firman”, daripada yang tidak. Betul setelah Tuhan Yesus naik ada Roh Kudus turun, tetapi dalam pertarungan diri memilih jalan, seringnya kan suara Roh Kudus kalah suaranya dengan suara diri kita sendiri yang melawan Tuhan ... Contohnya di PB? Ananias dan Safira ...

Sekali lagi, bersykurnya adalah lebih banyak orang percaya yang taat Firman daripada yang tidak. Bapak dan ibu, pasti kita menyadari ya ... berapa banyak sih jumlahnya orang percaya yang paling awal saat Tuhan Yesus naik ke Sorga? Paling juga cuma belasan orang (para murid dan sedikit sekali pengikut Tuhan). Coba tonton film “Risen” ... Cuma para murid dan satu orang pengikut Yesus yang menyaksikan Kenaikan.

Ada cerita tentang percakapan Tuhan setelah naik ke sorga dan bertemu dengan para malaikat.
Malaikat : Tuhan, kok dikit banget orang percaya yang ada di bumi?
Yesus : Ya begitulah ...
Malaikat : Terus kalau mereka gagal bagaimana?
Yesus : Aku gak punya rencana lain, Aku mengandalkan mereka.

Hari ini di hari Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga, saya mau mengajak kita merenungkan satu hal saja.

Dari dahulu sampai sekarang (dan selamanya) kepercayaan Tuhan pada orang percaya itu besar sekali (ayat 15). Kita ditempatkan dan dipercaya oleh Tuhan untuk menyampaikan berkat-Nya di tengah kehidupan kita sekarang ini. Mari kita persempit ruang gerak kita ... kita dipercaya untuk menyatakan berkat-Nya di tengah keluarga kita, di tengah jemaat atau bahkan di tengah keseharian aktivitas yang kita lakukan.

Satu-satunya orang yang bisa mengerjakan apa yang Tuhan memang tugaskan kepada kita (sehingga kita ditempatkan-Nya di sini, sekarang ini) adalah cuma diri kita seorang saja. Ada banyak guru di dunia ini, tetapi yang namanya pak Guru Asep Rakhmat atau Asep Gantina atau Asep Nugraha ya cuma satu (bapak doang) ... dan yang bisa mengajar para murid di sekolah dengan gaya bapak, ya cuma bapak doang. Orang lain bisa niru, tetapi selalu yang terbaik untuk menyampaikan cara bapak mengajar adalah bapak sendiri bukan?

Oleh sebab itu mari kita isi hari kemerdekaan kristen hari ini (maksudnya hari Kenaikan Tuhan Yesus) dengan cara mengerjakan apa yang memang telah Tuhan percayakan ada di dalam kehidupan keseharian kita dengan pimpinan Roh-Nya yang Kudus.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL