Yesaya 66:5-14 | Terlalu Lama Menanti - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Syalom bapak dan ibu semua.
Membaca perikop kita hari ini, saya awalnya agak kesulitan mengenali perikop kita ini terjadi di zaman Israel ada di mana? Kesulitan mengenali antara dua pilihan: apakah perikop kita hari ini Israel masih ada di pembuangan Babel ataukah sudah kembali ke Yerusalem setelah dibuang? Karena ini akan berpengaruh pada cara kita memaknai maksud Tuhan berkata-kata seperti yang kita baca hari ini ...

Kita ambil contoh, ayat 10
Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!

Menyejukkan ya ayatnya ... Bersukacitalah, bergiranglah. Nah, Tuhan ngomong begitu pada saat Israel masih ada di pembuangan atau sudah diselamatkan dan balik ke Yerusalem? Karena beda konteks, maknanya juga jadi beda. Jika perikop kita sudah ada di masa setelah Israel pulang dari pembuangan ke Yerusalem maka Israel punya alasan untuk bergirang dan bersukacita: mereka sudah diselamatkan, sudah pulang ke rumah. Akan tetapi, jika perikop kita hari ini terjadi di masa Israel masih dalam pembuangan ... membaca perikop kita hari ini terutama ayat 10 menjadi lain sama sekali. “Apa alasan saya bergirang dan bersukacita, Tuhan? Yang saya lihat hari ini saya ada di negeri asing, dijajah, dibuang, sengsara.”

Setelah saya lihat lebih jauh lagi, ternyata perikop kita ini ada di masa .... Israel mash ada dalam pembuangan. Coba lihat Yesaya 56:1, benar ya masih ada di Babel (pasal 56-66 itu satu paket). Jadi ini memang periode paling akhir Israel ada di pembuangan yang telah memakan waktu +/- 70 tahun lamanya (bnd. Yeremia 29:10)..

Mungkin gak terlalu berasa ya perasaan orang Israel di dalam perikop kita hari ini .. coba kita bayangkan begini saja, misalkan ...
- Ada satu keluarga sudah 5 tahun gak ada akur-akurnya ...
- Ada pemuda yang sudah 5 tahun menjomblo padahal umurnya sudah gak muda lagi ...
- Ada seorang bapak yang cari kerja gak dapat-dapat padahal sudah 5 tahun di PHK ...

Lalu ada orang yang datang pada dia dan bilang begini: “Sabar aja bro, sis, ses ... Tuhan pasti punya rencana yang indah buat kamu.” Jadi gondok gak sih dibilang begitu? Iya sih meng-amin-kan bahwa Tuhan pasti punya rencana yang indah, tapi ini kan sudah 5 tahun lewat gak ada yang saya liat sama sekali.

Kalau kita pernah punya perasaan yang sama, sama gondoknya maksudnya, itu artinya perikop kita hari ini sangat cocok buat kita yang mungkin sudah terlalu lama menanti sampai-sampai terlalu letih kehabisan tenaga.

Saya mau mengajak kita untuk merenungkan satu hal saja ... Okelah jika seseorang tidak tergugah tersemangati karena omongan yang maksudnya menyemangati dirinya itu keluar dari omongan temannya atau tetangganya ... Tapi yang kita baca ini sekarang kan bukan omongan mereka, ini omongan Tuhan, Firman Tuhan ... kebangetan kalau kita gak percaya juga karena dari zaman ke zaman Tuhan telah membuktikan kasih-Nya yang nyata kepada kita..

Mungkin ada benarnya kalau ada yang bilang: Orang itu datang ke Tuhan kalau udah kepepet doang. Tapi setelah saya renung-renung, bahkan posisi yang “sejelek” itu pun (datang karena kepepet) jauh lebih bagus daripada “sudah tahu bergumul berat, dengerin nasehat orang enggak mau .. datang ke Tuhan apalagi: gak pernah”. Lalu dia ini mau dapat semangat dari mana?

Tugas kita: mari kita mengumpulkan pengalaman diselamatkan oleh Tuhan tepat pada waktunya sehingga apabila esok hari kita berhadapan dengan pergumulan yang berat sekalipun kita masih punya alasan untuk bersukacita dalam penantian karena kita telah mengenal Tuhan yang telah berulang kali menyelamatkan kehidupan kita.

Yesaya 66:5-14 | Terlalu Lama Menanti


Syalom bapak dan ibu semua.
Membaca perikop kita hari ini, saya awalnya agak kesulitan mengenali perikop kita ini terjadi di zaman Israel ada di mana? Kesulitan mengenali antara dua pilihan: apakah perikop kita hari ini Israel masih ada di pembuangan Babel ataukah sudah kembali ke Yerusalem setelah dibuang? Karena ini akan berpengaruh pada cara kita memaknai maksud Tuhan berkata-kata seperti yang kita baca hari ini ...

Kita ambil contoh, ayat 10
Bersukacitalah bersama-sama Yerusalem, dan bersorak-soraklah karenanya, hai semua orang yang mencintainya! Bergiranglah bersama-sama dia segirang-girangnya, hai semua orang yang berkabung karenanya!

Menyejukkan ya ayatnya ... Bersukacitalah, bergiranglah. Nah, Tuhan ngomong begitu pada saat Israel masih ada di pembuangan atau sudah diselamatkan dan balik ke Yerusalem? Karena beda konteks, maknanya juga jadi beda. Jika perikop kita sudah ada di masa setelah Israel pulang dari pembuangan ke Yerusalem maka Israel punya alasan untuk bergirang dan bersukacita: mereka sudah diselamatkan, sudah pulang ke rumah. Akan tetapi, jika perikop kita hari ini terjadi di masa Israel masih dalam pembuangan ... membaca perikop kita hari ini terutama ayat 10 menjadi lain sama sekali. “Apa alasan saya bergirang dan bersukacita, Tuhan? Yang saya lihat hari ini saya ada di negeri asing, dijajah, dibuang, sengsara.”

Setelah saya lihat lebih jauh lagi, ternyata perikop kita ini ada di masa .... Israel mash ada dalam pembuangan. Coba lihat Yesaya 56:1, benar ya masih ada di Babel (pasal 56-66 itu satu paket). Jadi ini memang periode paling akhir Israel ada di pembuangan yang telah memakan waktu +/- 70 tahun lamanya (bnd. Yeremia 29:10)..

Mungkin gak terlalu berasa ya perasaan orang Israel di dalam perikop kita hari ini .. coba kita bayangkan begini saja, misalkan ...
- Ada satu keluarga sudah 5 tahun gak ada akur-akurnya ...
- Ada pemuda yang sudah 5 tahun menjomblo padahal umurnya sudah gak muda lagi ...
- Ada seorang bapak yang cari kerja gak dapat-dapat padahal sudah 5 tahun di PHK ...

Lalu ada orang yang datang pada dia dan bilang begini: “Sabar aja bro, sis, ses ... Tuhan pasti punya rencana yang indah buat kamu.” Jadi gondok gak sih dibilang begitu? Iya sih meng-amin-kan bahwa Tuhan pasti punya rencana yang indah, tapi ini kan sudah 5 tahun lewat gak ada yang saya liat sama sekali.

Kalau kita pernah punya perasaan yang sama, sama gondoknya maksudnya, itu artinya perikop kita hari ini sangat cocok buat kita yang mungkin sudah terlalu lama menanti sampai-sampai terlalu letih kehabisan tenaga.

Saya mau mengajak kita untuk merenungkan satu hal saja ... Okelah jika seseorang tidak tergugah tersemangati karena omongan yang maksudnya menyemangati dirinya itu keluar dari omongan temannya atau tetangganya ... Tapi yang kita baca ini sekarang kan bukan omongan mereka, ini omongan Tuhan, Firman Tuhan ... kebangetan kalau kita gak percaya juga karena dari zaman ke zaman Tuhan telah membuktikan kasih-Nya yang nyata kepada kita..

Mungkin ada benarnya kalau ada yang bilang: Orang itu datang ke Tuhan kalau udah kepepet doang. Tapi setelah saya renung-renung, bahkan posisi yang “sejelek” itu pun (datang karena kepepet) jauh lebih bagus daripada “sudah tahu bergumul berat, dengerin nasehat orang enggak mau .. datang ke Tuhan apalagi: gak pernah”. Lalu dia ini mau dapat semangat dari mana?

Tugas kita: mari kita mengumpulkan pengalaman diselamatkan oleh Tuhan tepat pada waktunya sehingga apabila esok hari kita berhadapan dengan pergumulan yang berat sekalipun kita masih punya alasan untuk bersukacita dalam penantian karena kita telah mengenal Tuhan yang telah berulang kali menyelamatkan kehidupan kita.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER