Kejadian 1:26-2:15 | Taman Eden Bernama GKP Tangerang - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Syalom bapak dan ibu.
Hari ini adalah hari yang spesial bagi saudara-saudara kita yang akan mengucapkan pengakuan imannya di hadapan jemaat dan Tuhan. Spesial karena ini akan menjadi tanda bahwa mereka tidak dianggap lagi sebagai orang yang belum dewasa – bukan lagi kanak-kanak di dalam iman, tetapi sudah menjadi dewasa yaitu memilih sendiri untuk mengikut jalan Tuhan. Sampai grogi gak sih hari ini? Sampe ya.

Tapi bukan berhenti di situ saja, hari ini kita juga bersama-sama akan melihat peneguhan saudara-saudari kita dalam kepengurusan pelayanan jemaat. Nah ini yang saya waktu persiapan sebenarnya bertanya-tanya: apa rasanya diteguhkan sebagai pengurus pelayanan jemaat hari ini?

Saya agak takut bahwa perasaan spesial itu (bahwa hari ini spesial karena aku menjawab panggilan dan kepercayaan dari Tuhan) menjadi gak berasa ... Alasannya:
- Ini bukan kali pertamanya jadi pengurus. Sudah biasa. Apalagi kita di Tangerang sebagai jemaat yang secara kuantitas (jumlah keanggotaan) belum banyak. Jadi kita terbiasa muter-muter di bidang-bidang pelayanan di gereja memang. Periode ini di komisi A, periode yang lalu di komisi B, di komisi C juga sudah pernah dulu.
- Dan yang paling saya takuti ... perasaan yang muncul adalah “rasa paling-paling” (hahaha ... bahasa apa ini?). Iya, “rasa paling-paling” ... Hari ini diteguhkan gak ada istimewanya ... paling-paling sama juga seperti tahun periode kepengurusan yang lalu-lalu. (Bagus ya kalau “rasa paling-paling”nya itu yang semangat, tapi kalau “rasa paling-paling”nya itu seperti ini: paling-paling hari ini aja ada, besok setelah peneguhan bakal ngilang .. seperti yang dulu-dulu juga banyak yang begitu. Kan jadi berabe ini).

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan beberapa hal terkait bahan perenungan kita. Awalnya saya kira saya harus mengganti bahan bacaan yang disediakan Sinode GKP karena ada kejadian spesial hari ini. Tapi setelah direnung-renung bahan hari ini cocok sekali dalam menggambarkan istimewanya hari ini, hari peneguhan pelayanan dan sidi.

Yang pertama, saya mengajak kita untuk menyadari bahwa Tuhan telah menyediakan kita yang terbaik dan menempatkan kita semua di sini.

Ini taman Eden kita. Yang terbaik buat kita dari Tuhan ya ada di sini, di gereja kita dan di keluarga kita. Bukan tanpa alasan Tuhan menempatkan kita untuk berada di sini. Mungkin seseorang bisa memertanyakan: “Mengapa saya ada di sini, bukan di tempat lain?” Tuhan pasti punya alasan dan jawaban yang spesifik sehingga membawa kita semua untuk berada di sini sekarang. Alasan yang membuat kita bisa menemukan berkat Tuhan selalu dalam kehidupan kebersamaan kita.

Persoalannya adalah seringkali kita memang harus berjuang sekeras itu untuk tau bahwa yang terbaik itu sudah ada di sini. Saya punya gambar:


Tahu dong batu cincin. Mengkilap kan. Tapi itu batu cincin tidak langsung jadi mengkilap begitu saja. Perlu di gosok lamaaa sekali sampai jadi batu yang mengkilap (hayo banyak kan yang suka batu cincin di Tangerang). Taman Eden kita di GKP Tangerang pun seperti itu. Jika mau mengkilap, ya hayu atuh kita “gosok” (maksudnya ayo kita bekerja bersama melayani Tuhan). Dalam pembacaan Alkitab kita ayat 15 dikatakan begini:
“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”
Kita memang ditempatkan di sini untuk mengusahakan dan memelihara tempat di mana kita berada saat ini.

Yang terakhir, belajar dari pengalaman Adam dan Hawa ... kita gak mau lagi sebenarnya kehilangan damai sejahtera dan semua berkat yang telah Tuhan berikan yaitu berada di Eden. Kisah Adam dan Hawa di Eden kan sederhanya tentang manusia yang diberikan kegembiraan, berkat, segala sesuatu disediakan ... namun jatuh dalam pencobaan si jahat dan akhirnya menjadi rusak.

Melawan kuasa-kuasa jahat yang mau menghilangkan rasa damai, sukacita, berkat dan kerinduan untuk terus membangun Taman Eden milik kita dari Tuhan adalah tugas kita hari ini.

Bersyukurnya kita tidak sendirian dalam perjuangan kita untuk terus maju dan membangun. Orang yang berpikir bahwa dia sendirian dalam sebuah kebersamaan adalah orang yang berpikir dengan sekat-sekat. Padahal gak ada sekat-sekat di dalam sebuah kebersamaan yang adalah anugerah dari Tuhan. Kita semua ada dalam lingkaran yang sama dalam perjuangan untuk terus maju. Yang ada hanyalah siapa yang ditugaskan oleh Tuhan hari ini untuk menjadi “yang ada di depan” dalam mengkoordinasi kebersamaan yang ada di tengah kita.

Saya ingin menutup renungan kita hari ini dengan satu video yang sangat menggambarkan. Mungkin kita semua sudah pernah nonton ini, jadi ini hanya mengingatkan kembali saja ...


Mari kita bersama terus membangun keindahan Taman Eden milik kita dari Tuhan dengan menghalau kuasa-kuasa jahat agar tidak lagi-lagi berhasil mencuri kedamaian dan seluruh anugerah yang telah Tuhan berikan bagi kita di sini. Di taman Eden milik kita dari Tuhan.

Kejadian 1:26-2:15 | Taman Eden Bernama GKP Tangerang


Syalom bapak dan ibu.
Hari ini adalah hari yang spesial bagi saudara-saudara kita yang akan mengucapkan pengakuan imannya di hadapan jemaat dan Tuhan. Spesial karena ini akan menjadi tanda bahwa mereka tidak dianggap lagi sebagai orang yang belum dewasa – bukan lagi kanak-kanak di dalam iman, tetapi sudah menjadi dewasa yaitu memilih sendiri untuk mengikut jalan Tuhan. Sampai grogi gak sih hari ini? Sampe ya.

Tapi bukan berhenti di situ saja, hari ini kita juga bersama-sama akan melihat peneguhan saudara-saudari kita dalam kepengurusan pelayanan jemaat. Nah ini yang saya waktu persiapan sebenarnya bertanya-tanya: apa rasanya diteguhkan sebagai pengurus pelayanan jemaat hari ini?

Saya agak takut bahwa perasaan spesial itu (bahwa hari ini spesial karena aku menjawab panggilan dan kepercayaan dari Tuhan) menjadi gak berasa ... Alasannya:
- Ini bukan kali pertamanya jadi pengurus. Sudah biasa. Apalagi kita di Tangerang sebagai jemaat yang secara kuantitas (jumlah keanggotaan) belum banyak. Jadi kita terbiasa muter-muter di bidang-bidang pelayanan di gereja memang. Periode ini di komisi A, periode yang lalu di komisi B, di komisi C juga sudah pernah dulu.
- Dan yang paling saya takuti ... perasaan yang muncul adalah “rasa paling-paling” (hahaha ... bahasa apa ini?). Iya, “rasa paling-paling” ... Hari ini diteguhkan gak ada istimewanya ... paling-paling sama juga seperti tahun periode kepengurusan yang lalu-lalu. (Bagus ya kalau “rasa paling-paling”nya itu yang semangat, tapi kalau “rasa paling-paling”nya itu seperti ini: paling-paling hari ini aja ada, besok setelah peneguhan bakal ngilang .. seperti yang dulu-dulu juga banyak yang begitu. Kan jadi berabe ini).

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan beberapa hal terkait bahan perenungan kita. Awalnya saya kira saya harus mengganti bahan bacaan yang disediakan Sinode GKP karena ada kejadian spesial hari ini. Tapi setelah direnung-renung bahan hari ini cocok sekali dalam menggambarkan istimewanya hari ini, hari peneguhan pelayanan dan sidi.

Yang pertama, saya mengajak kita untuk menyadari bahwa Tuhan telah menyediakan kita yang terbaik dan menempatkan kita semua di sini.

Ini taman Eden kita. Yang terbaik buat kita dari Tuhan ya ada di sini, di gereja kita dan di keluarga kita. Bukan tanpa alasan Tuhan menempatkan kita untuk berada di sini. Mungkin seseorang bisa memertanyakan: “Mengapa saya ada di sini, bukan di tempat lain?” Tuhan pasti punya alasan dan jawaban yang spesifik sehingga membawa kita semua untuk berada di sini sekarang. Alasan yang membuat kita bisa menemukan berkat Tuhan selalu dalam kehidupan kebersamaan kita.

Persoalannya adalah seringkali kita memang harus berjuang sekeras itu untuk tau bahwa yang terbaik itu sudah ada di sini. Saya punya gambar:


Tahu dong batu cincin. Mengkilap kan. Tapi itu batu cincin tidak langsung jadi mengkilap begitu saja. Perlu di gosok lamaaa sekali sampai jadi batu yang mengkilap (hayo banyak kan yang suka batu cincin di Tangerang). Taman Eden kita di GKP Tangerang pun seperti itu. Jika mau mengkilap, ya hayu atuh kita “gosok” (maksudnya ayo kita bekerja bersama melayani Tuhan). Dalam pembacaan Alkitab kita ayat 15 dikatakan begini:
“Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu”
Kita memang ditempatkan di sini untuk mengusahakan dan memelihara tempat di mana kita berada saat ini.

Yang terakhir, belajar dari pengalaman Adam dan Hawa ... kita gak mau lagi sebenarnya kehilangan damai sejahtera dan semua berkat yang telah Tuhan berikan yaitu berada di Eden. Kisah Adam dan Hawa di Eden kan sederhanya tentang manusia yang diberikan kegembiraan, berkat, segala sesuatu disediakan ... namun jatuh dalam pencobaan si jahat dan akhirnya menjadi rusak.

Melawan kuasa-kuasa jahat yang mau menghilangkan rasa damai, sukacita, berkat dan kerinduan untuk terus membangun Taman Eden milik kita dari Tuhan adalah tugas kita hari ini.

Bersyukurnya kita tidak sendirian dalam perjuangan kita untuk terus maju dan membangun. Orang yang berpikir bahwa dia sendirian dalam sebuah kebersamaan adalah orang yang berpikir dengan sekat-sekat. Padahal gak ada sekat-sekat di dalam sebuah kebersamaan yang adalah anugerah dari Tuhan. Kita semua ada dalam lingkaran yang sama dalam perjuangan untuk terus maju. Yang ada hanyalah siapa yang ditugaskan oleh Tuhan hari ini untuk menjadi “yang ada di depan” dalam mengkoordinasi kebersamaan yang ada di tengah kita.

Saya ingin menutup renungan kita hari ini dengan satu video yang sangat menggambarkan. Mungkin kita semua sudah pernah nonton ini, jadi ini hanya mengingatkan kembali saja ...


Mari kita bersama terus membangun keindahan Taman Eden milik kita dari Tuhan dengan menghalau kuasa-kuasa jahat agar tidak lagi-lagi berhasil mencuri kedamaian dan seluruh anugerah yang telah Tuhan berikan bagi kita di sini. Di taman Eden milik kita dari Tuhan.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER