Daniel 1:1-21 | Membangun Keluarga, Membangun Indonesia - Pdt. Gerry Atje

Membangun Keluarga, Membangun Indonesia
Daniel 1:1-21
1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. Daniel 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 1:10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." 1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 1:12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 1:21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.
17 Agustus 2017. Merdeka!!
Apa yang berbeda di 17-an tahun ini, pak, bu? Saya? 17an tahun ini untuk kali pertamanya lagi setelah lulus SMA dulu, akhirnya hari ini ikut upacara 17-an lagi. Haha. Senangnya. Klo bapak dan ibu ada yang berbeda? Klo anak muda ditanya, ntar jawabnya: 17-an tahun ini da gak jomblo lagi nih.

Lomba-lomba 17-an gimana pak bu? Menang. Ada yang unik gak 17-an tahun ini lombanya? Saya ketemu nih beberapa lomba 17-an kayaknya yah ini yang unik:


Hari ini teks kita bukan tentang lomba-lomba. Tetapi tentang kemampuan bertahan menghadapi situasi-situasi yang sulit. Nah, kalo yang ini, nenek moyang kita paling jago. Bertahan - memerangi kesulitan - lalu merdeka.  ... 350 tahun alias 3 1/2 abad! Kalau modal kita kan dari: merdeka - bertahan - memerangi kesulitan - semakin benar-benar merdeka.

Modal Daniel dalam perikop kita hari ini?
Di mulai dari bertahan. Daniel dan bangsa Israel dalam teks Alkitab kita hari ini ada di pembuangan, belum merdeka. Yang Daniel lakukan: bertahan dan memerangi kesulitan-kesulitan yang dia hadapi saat dijajah- dibuang.

Saya tertarik dengan dua ayat.
Yang pertama, ayat 4

Daniel 1:4
yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

Dari ayat inilah tema 17-an kita tahun ini: Membangun keluarga, membangun Indonesia. Coba kita balik temanya: Menghancurkan keluarga, menghancurkan Indonesia.

Saya baca ini di koran online:
"Kepala BNN, Komjen Budi Waseso mengatakan ini perang modern. Musuh gak perlu mengirimkan pasukan infantri, kavaleri, pesawat tempur .. gak perlu. Cukup kirim Narkoba saja." Maka hancurlah Indonesia.

Cukup dengan mengabaikan keluarga saja, maka hancurlah bangsa ini.
Daniel mampu bertahan di tengah kesulitan yang ada saat itu karena hasil didikan keluarganya. Itulah sebabnya kita selalu kagum dengan keluarga-keluarga yang bela-belain untuk pendidikan anaknya itu. Bela-belain gali lobang - tutup lobang, bukan karena kerjanya di TPU ya, semua yang penting supaya anaknya itu lebih baik dari orang tuanya.
Kenapa? karena metiknya itu bukan hari ini ... metiknya itu di masa depan nanti.

Yang kedua,
Saya tertarik dengan ayat 8

Daniel 1:8
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Pada akhirnya, salah satu puncak dari keberhasilan sebuah keluarga adalah berhasil mendidik dan menghasilkan pribadi yang persis seperti yang terjadi dalam ayat 8 - pribadi yang mampu mengambil keputusan pribadi sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ini memprihatinkan ya kalo terjadi: Sekolah saja harus disuruh-suruh. Kalo masih SD mah masih dimaklum ya. Lha kalo sudah SMA atau bahkan kuliah masih disuruh-suruh sekolah, gimana? Ke gereja, ke kebaktian mesti disuruh-suruh ... ini juga memprihatinkan. Klo gak ada yang nyuruh, gak sekolah, gak gereja, gak kebaktian dong. Beda dengan kalo kita makan. Gak perlu disuruh-suruh juga pasti kita makan kalo perut da bunyi kelaperan. Bapak ibu hari ini kerja memangnya karena disuruh-suruh untuk kerja? Kan enggak. Karena kita tahu kalo gak kerja dapur gak ngebul makanya kita kerja. Karena kita butuh memang. 

Mendidik hingga sadar akan kebutuhan-kebutuhan sehingga apa yang kita lakukan adalah sebuah tindakan yang berasal dari keputusan pribadi (gak disuruh-suruh) yang sesuai dengan jalan Tuhan adalah tujuan kita sebagai keluarga. 

Merayakan 72 tahun HUT RI, mari kita sama-sama semakin membangun keluarga kita supaya Indonesia semakin sejahtera. 

Daniel 1:1-21 | Membangun Keluarga, Membangun Indonesia


Membangun Keluarga, Membangun Indonesia
Daniel 1:1-21
1:1 Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. 1:2 Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. 1:3 Lalu raja bertitah kepada Aspenas, kepala istananya, untuk membawa beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, 1:4 yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim. 1:5 Dan raja menetapkan bagi mereka pelabur setiap hari dari santapan raja dan dari anggur yang biasa diminumnya. Mereka harus dididik selama tiga tahun, dan sesudah itu mereka harus bekerja pada raja. 1:6 Di antara mereka itu ada juga beberapa orang Yehuda, yakni Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. 1:7 Pemimpin pegawai istana itu memberi nama lain kepada mereka: Daniel dinamainya Beltsazar, Hananya dinamainya Sadrakh, Misael dinamainya Mesakh dan Azarya dinamainya Abednego. Daniel 1:8 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. 1:9 Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu; 1:10 tetapi berkatalah pemimpin pegawai istana itu kepada Daniel: "Aku takut, kalau-kalau tuanku raja, yang telah menetapkan makanan dan minumanmu, berpendapat bahwa kamu kelihatan kurang sehat dari pada orang-orang muda lain yang sebaya dengan kamu, sehingga karena kamu aku dianggap bersalah oleh raja." 1:11 Kemudian berkatalah Daniel kepada penjenang yang telah diangkat oleh pemimpin pegawai istana untuk mengawasi Daniel, Hananya, Misael dan Azarya: 1:12 "Adakanlah percobaan dengan hamba-hambamu ini selama sepuluh hari dan biarlah kami diberikan sayur untuk dimakan dan air untuk diminum; 1:13 sesudah itu bandingkanlah perawakan kami dengan perawakan orang-orang muda yang makan dari santapan raja, kemudian perlakukanlah hamba-hambamu ini sesuai dengan pendapatmu." 1:14 Didengarkannyalah permintaan mereka itu, lalu diadakanlah percobaan dengan mereka selama sepuluh hari. 1:15 Setelah lewat sepuluh hari, ternyata perawakan mereka lebih baik dan mereka kelihatan lebih gemuk dari pada semua orang muda yang telah makan dari santapan raja. 1:16 Kemudian penjenang itu selalu mengambil makanan mereka dan anggur yang harus mereka minum, lalu memberikan sayur kepada mereka. 1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. 1:18 Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, bahwa mereka sekalian harus dibawa menghadap, maka dibawalah mereka oleh pemimpin pegawai istana itu ke hadapan Nebukadnezar. 1:19 Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. 1:21 Daniel ada di sana sampai tahun pertama pemerintahan Koresh.
17 Agustus 2017. Merdeka!!
Apa yang berbeda di 17-an tahun ini, pak, bu? Saya? 17an tahun ini untuk kali pertamanya lagi setelah lulus SMA dulu, akhirnya hari ini ikut upacara 17-an lagi. Haha. Senangnya. Klo bapak dan ibu ada yang berbeda? Klo anak muda ditanya, ntar jawabnya: 17-an tahun ini da gak jomblo lagi nih.

Lomba-lomba 17-an gimana pak bu? Menang. Ada yang unik gak 17-an tahun ini lombanya? Saya ketemu nih beberapa lomba 17-an kayaknya yah ini yang unik:


Hari ini teks kita bukan tentang lomba-lomba. Tetapi tentang kemampuan bertahan menghadapi situasi-situasi yang sulit. Nah, kalo yang ini, nenek moyang kita paling jago. Bertahan - memerangi kesulitan - lalu merdeka.  ... 350 tahun alias 3 1/2 abad! Kalau modal kita kan dari: merdeka - bertahan - memerangi kesulitan - semakin benar-benar merdeka.

Modal Daniel dalam perikop kita hari ini?
Di mulai dari bertahan. Daniel dan bangsa Israel dalam teks Alkitab kita hari ini ada di pembuangan, belum merdeka. Yang Daniel lakukan: bertahan dan memerangi kesulitan-kesulitan yang dia hadapi saat dijajah- dibuang.

Saya tertarik dengan dua ayat.
Yang pertama, ayat 4

Daniel 1:4
yakni orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim.

Dari ayat inilah tema 17-an kita tahun ini: Membangun keluarga, membangun Indonesia. Coba kita balik temanya: Menghancurkan keluarga, menghancurkan Indonesia.

Saya baca ini di koran online:
"Kepala BNN, Komjen Budi Waseso mengatakan ini perang modern. Musuh gak perlu mengirimkan pasukan infantri, kavaleri, pesawat tempur .. gak perlu. Cukup kirim Narkoba saja." Maka hancurlah Indonesia.

Cukup dengan mengabaikan keluarga saja, maka hancurlah bangsa ini.
Daniel mampu bertahan di tengah kesulitan yang ada saat itu karena hasil didikan keluarganya. Itulah sebabnya kita selalu kagum dengan keluarga-keluarga yang bela-belain untuk pendidikan anaknya itu. Bela-belain gali lobang - tutup lobang, bukan karena kerjanya di TPU ya, semua yang penting supaya anaknya itu lebih baik dari orang tuanya.
Kenapa? karena metiknya itu bukan hari ini ... metiknya itu di masa depan nanti.

Yang kedua,
Saya tertarik dengan ayat 8

Daniel 1:8
Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya.

Pada akhirnya, salah satu puncak dari keberhasilan sebuah keluarga adalah berhasil mendidik dan menghasilkan pribadi yang persis seperti yang terjadi dalam ayat 8 - pribadi yang mampu mengambil keputusan pribadi sesuai dengan kehendak Tuhan.
Ini memprihatinkan ya kalo terjadi: Sekolah saja harus disuruh-suruh. Kalo masih SD mah masih dimaklum ya. Lha kalo sudah SMA atau bahkan kuliah masih disuruh-suruh sekolah, gimana? Ke gereja, ke kebaktian mesti disuruh-suruh ... ini juga memprihatinkan. Klo gak ada yang nyuruh, gak sekolah, gak gereja, gak kebaktian dong. Beda dengan kalo kita makan. Gak perlu disuruh-suruh juga pasti kita makan kalo perut da bunyi kelaperan. Bapak ibu hari ini kerja memangnya karena disuruh-suruh untuk kerja? Kan enggak. Karena kita tahu kalo gak kerja dapur gak ngebul makanya kita kerja. Karena kita butuh memang. 

Mendidik hingga sadar akan kebutuhan-kebutuhan sehingga apa yang kita lakukan adalah sebuah tindakan yang berasal dari keputusan pribadi (gak disuruh-suruh) yang sesuai dengan jalan Tuhan adalah tujuan kita sebagai keluarga. 

Merayakan 72 tahun HUT RI, mari kita sama-sama semakin membangun keluarga kita supaya Indonesia semakin sejahtera. 

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL