Yohanes 8:2-11 | Super Trap!!! - Pdt. Gerry Atje


Super Trap!!!

Syalom bapak, ibu dan teman-teman muda semua ... Apa kabar?
Perikop kita hari ini yang mau kita renungkan bersama ... sangat-sangat populer. Tentang Yesus yang menyelamatkan seorang perempuan yang seharusnya sudah calon mati di rajam saja karena tertangkap basah berbuat zina.

Karena teksnya populer, boleh dong saya nanya sedikit tentang ayat ... 6a "Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. ..." Pertanyaannya adalah ... ahli-ahli Taurat dan orang Farisi itu sukses tidak mencobai Yesus dalam teks kita hari ini? 

Mudah ya jawabnya. Jawabannya ... gagal mencobai Yesus, makanya mereka mulai pergi meninggalkan Yesus di ayatnya yang ke 9. 

Boleh nanya satu lagi ya, kayaknya ini akan lebih susah sedikit ... Pertanyaannya adalah ... Jika perempuan yang kedapatan berbuat zina itu oleh Yesus tidak dihukum rajam (karena diselamatkan-Nya) ... nah yang kayak gitu itu di bilang: gagal mencobai Yesus, maka ahli Taurat dan orang Farisi itu dibilang sukses mencobai Yesus pada saat apa dong??

Tidak merajam -> Farisi dan Ahli Taurat gagal mencobai.
... ... ... ... ... -> Farisi dan Ahli Taurat sukses mencobai.

Jawabannya:
Mereka dibilang sukses mencobai Yesus pada saat mereka sukses membuat Yesus berkata kepada orang banyak yang ada di sana pada saat itu, "Rajam perempuan ini sesuai Hukum Taurat!"

Nah, sampai di sini ... seharusnya kita jadi bingung ... Kenapa sewaktu, seandainya, Yesus memerintahkan untuk melakukan hukum rajam sesuai dengan Taurat itu, justru itu dikatakan bahwa di saat itulah ahli taurat dan farisi menjadi sukses mencobai Yesus??

Saya berhasil membuat bapak dan ibu bingung gak ya sekarang ini?? Hmmmm ..

Jika kita mengira apabila Yesus memerintahkan untuk merajam perempuan itu sampai mati adalah sesuai dengan Hukum Taurat ... saya mau mengajak kita untuk melihat sedikit beberapa data ini:

(a) Ulangan 22:22-24
(b) Ulangan 17:2-9

Apa  yang kita lihat dari dua perikop di atas dalam Ulangan itu? 
Proseduralnya:
(1) Ulangan 22:22, prosedurnya dua-duanya harus ada dan dihukum. Sedangkan dalam teks kita hari ini ... hanya ada  ... satu: perempuannya saja.
(2) Prosesi pelaksanaan hukum rajam itu harus ada di ... luar pintu gerbang kota (Ulangan 22:24). Padahal dalam teks kita hari ini mereka sedang ada di ... Bait Allah.
(3) Ulangan 17:7, prosedurnya saksi harus duluan merajam. Dalam teks kita, tak ada yang mau merajam duluan dari antara para saksinya.
(4) Ulangan 17:9, prosedurnya pergi kepada orang lewi atau pergi pada hakim. Yesus ... bukan orang lewi, bukan pula hakim.

Masih bingung pak bu??
Intinya begini, Ahli Taurat dan Farisi itu benar-benar merancang dengan teliti dan terencana matang akan jebakan yang mereka sedang buat itu pada Yesus. Super sekali. Mereka tahu hukumnya, maka mereka merancang jebakan yang bermain di "aturan prosedural" nya  sehingga memiliki kesempatan untuk "menemukan kesalahan Yesus". Super Trap!!! Target korbannya jadinya dua, yang pertama itu perempuan yang kedapatan berzina itu siap di rajam, lalu setelah mereka selesai merajam mereka akan mempersalahkan perintah siapa itu yang merajam dengan menunjukkan proseduralnya, kena deh Yesus.


Ngeri ya, seniat itu mereka terhadap Yesus sehingga merancang jebakan sempurna dan mematikan.

Akan tetapi,
dalam teks kita hari ini, justru Yesus lah yang sukses kemudian membombardir orang-orang yang memasang perangkap itu dengan cara ... menunjukkan belas kasihan yang sejati terhadap perempuan itu.

Saya hanya mau mengajak kita untuk merenungkan satu hal saja pak, bu ... Bukankah di zaman sekarang, perilaku - sikap - tindakan yang persis yang sama seperti yang dilakukan oleh mereka yang ada di teks kita ... itu masih ada (dan akan selalu ada ...). Orang-orang yang entah kenapa .. mereka kok kayaknya benci sekali kepada kita lalu mereka mau berbuat apa saja untuk membuat kita tampak bodoh atau bahkan celaka. "Jebakan betmen! Rasain lo!"

Pernah ngalamin? Super Trap?
Di tv kan sering tuh sinetronnya gambarin yang kayak begitu. "ibu-ibu jadi akhirnya gak berani keluar rumah karena dikerjain sama ibu tetangga sebelah ... bapak di kantor yang dijebak supaya tampak tidak baik di mata bos dan yang baik itu orang yang ngejebaknya. ... hmmmm ..."

Sewaktu saya merenung tentang hal ini, saya jadi inget perkataan Yesus: "Kasih adalah kegenapan Hukum Taurat". -- Sewaktu seluruh tindakan - perkataan kita selalu didasari oleh kasih (terhadap Tuhan dan sesama), maka di situlah "jaring pengamannya". Orang boleh membuat jebakan paling super sekali pun, tetapi tindakan kasih akan menjadi jaring pengaman kehidupan kita selalu, sekaligus pemicu transformasi diri (bukan hanya kita, bisa jadi juga orang yang dulunya itu jahat pada kita, eh sekarang malah jadi kayak lebih dari saudara sendiri).

Saya ingat pengalaman seorang bapak waktu saya mimpin kebaktian pria beberapa waktu lalu. Bapak itu cerita tentang pengalamannya dikerjain habis2an di kantornya ... Lalu apa yang bapak lakukan? tanya saya. Bales? gak. Marah? sedikit, akan tetapi saya tetap baik kok pak kepada mereka itu. "Lalu apa kelanjutannya pak?" Sekarang mah mereka jadi malu sendiri kalau ketemu sama saya pak ... 

Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, 
pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.  
Yohanes 8:9

Yohanes 8:2-11 | Super Trap!!!



Super Trap!!!

Syalom bapak, ibu dan teman-teman muda semua ... Apa kabar?
Perikop kita hari ini yang mau kita renungkan bersama ... sangat-sangat populer. Tentang Yesus yang menyelamatkan seorang perempuan yang seharusnya sudah calon mati di rajam saja karena tertangkap basah berbuat zina.

Karena teksnya populer, boleh dong saya nanya sedikit tentang ayat ... 6a "Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. ..." Pertanyaannya adalah ... ahli-ahli Taurat dan orang Farisi itu sukses tidak mencobai Yesus dalam teks kita hari ini? 

Mudah ya jawabnya. Jawabannya ... gagal mencobai Yesus, makanya mereka mulai pergi meninggalkan Yesus di ayatnya yang ke 9. 

Boleh nanya satu lagi ya, kayaknya ini akan lebih susah sedikit ... Pertanyaannya adalah ... Jika perempuan yang kedapatan berbuat zina itu oleh Yesus tidak dihukum rajam (karena diselamatkan-Nya) ... nah yang kayak gitu itu di bilang: gagal mencobai Yesus, maka ahli Taurat dan orang Farisi itu dibilang sukses mencobai Yesus pada saat apa dong??

Tidak merajam -> Farisi dan Ahli Taurat gagal mencobai.
... ... ... ... ... -> Farisi dan Ahli Taurat sukses mencobai.

Jawabannya:
Mereka dibilang sukses mencobai Yesus pada saat mereka sukses membuat Yesus berkata kepada orang banyak yang ada di sana pada saat itu, "Rajam perempuan ini sesuai Hukum Taurat!"

Nah, sampai di sini ... seharusnya kita jadi bingung ... Kenapa sewaktu, seandainya, Yesus memerintahkan untuk melakukan hukum rajam sesuai dengan Taurat itu, justru itu dikatakan bahwa di saat itulah ahli taurat dan farisi menjadi sukses mencobai Yesus??

Saya berhasil membuat bapak dan ibu bingung gak ya sekarang ini?? Hmmmm ..

Jika kita mengira apabila Yesus memerintahkan untuk merajam perempuan itu sampai mati adalah sesuai dengan Hukum Taurat ... saya mau mengajak kita untuk melihat sedikit beberapa data ini:

(a) Ulangan 22:22-24
(b) Ulangan 17:2-9

Apa  yang kita lihat dari dua perikop di atas dalam Ulangan itu? 
Proseduralnya:
(1) Ulangan 22:22, prosedurnya dua-duanya harus ada dan dihukum. Sedangkan dalam teks kita hari ini ... hanya ada  ... satu: perempuannya saja.
(2) Prosesi pelaksanaan hukum rajam itu harus ada di ... luar pintu gerbang kota (Ulangan 22:24). Padahal dalam teks kita hari ini mereka sedang ada di ... Bait Allah.
(3) Ulangan 17:7, prosedurnya saksi harus duluan merajam. Dalam teks kita, tak ada yang mau merajam duluan dari antara para saksinya.
(4) Ulangan 17:9, prosedurnya pergi kepada orang lewi atau pergi pada hakim. Yesus ... bukan orang lewi, bukan pula hakim.

Masih bingung pak bu??
Intinya begini, Ahli Taurat dan Farisi itu benar-benar merancang dengan teliti dan terencana matang akan jebakan yang mereka sedang buat itu pada Yesus. Super sekali. Mereka tahu hukumnya, maka mereka merancang jebakan yang bermain di "aturan prosedural" nya  sehingga memiliki kesempatan untuk "menemukan kesalahan Yesus". Super Trap!!! Target korbannya jadinya dua, yang pertama itu perempuan yang kedapatan berzina itu siap di rajam, lalu setelah mereka selesai merajam mereka akan mempersalahkan perintah siapa itu yang merajam dengan menunjukkan proseduralnya, kena deh Yesus.


Ngeri ya, seniat itu mereka terhadap Yesus sehingga merancang jebakan sempurna dan mematikan.

Akan tetapi,
dalam teks kita hari ini, justru Yesus lah yang sukses kemudian membombardir orang-orang yang memasang perangkap itu dengan cara ... menunjukkan belas kasihan yang sejati terhadap perempuan itu.

Saya hanya mau mengajak kita untuk merenungkan satu hal saja pak, bu ... Bukankah di zaman sekarang, perilaku - sikap - tindakan yang persis yang sama seperti yang dilakukan oleh mereka yang ada di teks kita ... itu masih ada (dan akan selalu ada ...). Orang-orang yang entah kenapa .. mereka kok kayaknya benci sekali kepada kita lalu mereka mau berbuat apa saja untuk membuat kita tampak bodoh atau bahkan celaka. "Jebakan betmen! Rasain lo!"

Pernah ngalamin? Super Trap?
Di tv kan sering tuh sinetronnya gambarin yang kayak begitu. "ibu-ibu jadi akhirnya gak berani keluar rumah karena dikerjain sama ibu tetangga sebelah ... bapak di kantor yang dijebak supaya tampak tidak baik di mata bos dan yang baik itu orang yang ngejebaknya. ... hmmmm ..."

Sewaktu saya merenung tentang hal ini, saya jadi inget perkataan Yesus: "Kasih adalah kegenapan Hukum Taurat". -- Sewaktu seluruh tindakan - perkataan kita selalu didasari oleh kasih (terhadap Tuhan dan sesama), maka di situlah "jaring pengamannya". Orang boleh membuat jebakan paling super sekali pun, tetapi tindakan kasih akan menjadi jaring pengaman kehidupan kita selalu, sekaligus pemicu transformasi diri (bukan hanya kita, bisa jadi juga orang yang dulunya itu jahat pada kita, eh sekarang malah jadi kayak lebih dari saudara sendiri).

Saya ingat pengalaman seorang bapak waktu saya mimpin kebaktian pria beberapa waktu lalu. Bapak itu cerita tentang pengalamannya dikerjain habis2an di kantornya ... Lalu apa yang bapak lakukan? tanya saya. Bales? gak. Marah? sedikit, akan tetapi saya tetap baik kok pak kepada mereka itu. "Lalu apa kelanjutannya pak?" Sekarang mah mereka jadi malu sendiri kalau ketemu sama saya pak ... 

Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, 
pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua.  
Yohanes 8:9

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email