Menguji Sasarannya - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Zig Ziglar dalam bukunya, “Something Else to Smile About” menceritakan hal berikut ini:

Dalam salah satu universitas besar kami, ada seorang profesor ilmu ekonomi yang memberikan ujian di kelasnya. Ujian tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yang masing-masingnya memuat tiga kategori pertanyaan. Ia menyuruh siswa-siswinya untuk memilih satu pertanyaan dari masing-masing bagian itu. 

Kategori pertama dalam masing bagian-bagian itu adalah yang paling sulit dan bernilai 50 angka. Kategori kedua dalam masing-masing bagian tidak terlalu sulit dan bernilai 40 angka. Kategori ketiga dalam masing-masing bagian adalah yang paling mudah dan hanya bernilai 30 angka. 

Ketika para siswa menyelesaikan ujian tersebut dan menyerahkan kertas ujiannya, siswa-siswi yang memilih pertanyaan-pertanyaan yang paling sulit yang bernilai 50 angka itu, diberikan nilai A. Siswa-siswi yang telah memilih pertanyaan-pertanyaan yang bernilai 40 angka itu diberikan nilai B, dan siswa-siswi yang memilih pertanyaan-pertanyaan bernilai 30 angka itu diberikan nilai C. Entah jawabannya benar atau salah, itu tidak diperhitungkan oleh si profesor tadi. 

Dapat dimaklumi bahwa siswa-siswi itu menjadi bingung dan bertanya bagaimana sang profesor membiri penilaian itu. Sang profesor bersandar di kursinya dan dengan tersenyim menjelaskan kepada mereka, “Saya bukannya menguji pengetahuan kalian. Saya menguji sasaran kalian.” 

Zig Ziglar, Something Else to Smile About, hlm. 24-25.

Menguji Sasarannya


Zig Ziglar dalam bukunya, “Something Else to Smile About” menceritakan hal berikut ini:

Dalam salah satu universitas besar kami, ada seorang profesor ilmu ekonomi yang memberikan ujian di kelasnya. Ujian tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, yang masing-masingnya memuat tiga kategori pertanyaan. Ia menyuruh siswa-siswinya untuk memilih satu pertanyaan dari masing-masing bagian itu. 

Kategori pertama dalam masing bagian-bagian itu adalah yang paling sulit dan bernilai 50 angka. Kategori kedua dalam masing-masing bagian tidak terlalu sulit dan bernilai 40 angka. Kategori ketiga dalam masing-masing bagian adalah yang paling mudah dan hanya bernilai 30 angka. 

Ketika para siswa menyelesaikan ujian tersebut dan menyerahkan kertas ujiannya, siswa-siswi yang memilih pertanyaan-pertanyaan yang paling sulit yang bernilai 50 angka itu, diberikan nilai A. Siswa-siswi yang telah memilih pertanyaan-pertanyaan yang bernilai 40 angka itu diberikan nilai B, dan siswa-siswi yang memilih pertanyaan-pertanyaan bernilai 30 angka itu diberikan nilai C. Entah jawabannya benar atau salah, itu tidak diperhitungkan oleh si profesor tadi. 

Dapat dimaklumi bahwa siswa-siswi itu menjadi bingung dan bertanya bagaimana sang profesor membiri penilaian itu. Sang profesor bersandar di kursinya dan dengan tersenyim menjelaskan kepada mereka, “Saya bukannya menguji pengetahuan kalian. Saya menguji sasaran kalian.” 

Zig Ziglar, Something Else to Smile About, hlm. 24-25.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER