Yohanes 1:35-42 | Transformasi Kehidupan - Pdt. Gerry Atje
spiderman
Hari ini kita mau membicarakan salah satu pokok terpenting dalam kehidupan orang percaya. Transformasi Kehidupan yang mengubah kehidupan lama kita dan mulai masuk ke dalam lembar kehidupan yang baru.

Transformasi sendiri datang dari kata trans dan formasi, yang artinya adalah ‘alih bentuk’. Yang ingin kita pahami tentang transformasi di sini berarti suatu perubahan sengaja atas bentuk, gagasan, kondisi atau wujud dari sesuatu hal atau organisme menjadi sesuatu yang memungkinkannya berperan lebih menentukan atau berperan lebih tepat dalam hidup ini sesuai dengan hakikat dan potensinya.

Ada satu cerita legenda tentang Abraham dalam sebuah kitab kuno yang menceritakan Abraham mengundang seorang pengembara untuk tinggal dan makan di dalam tenda Abraham. Apa yang terjadi kemudian? Sepanjang hari ternyata si pengembara ini tak henti-hentinya mengungkapkan kemarahannya dan kekecewaannya kepada Allah. Semua kata-kata kasar keluar, makian, umpatan ... semua ditujukan kepada Allah. Hingga suatu saat, Abraham sudah tidak tahan lagi mendengar ‘curhatan’ si pengembara itu, dan akhirnya Abraham mengusir pengembara itu pergi.

Setelah pengembara itu pergi, diceritakan bahwa Tuhan berbicara kepada Abraham, “Abraham ... Abraham, mengapa engkau mengusir pengembara itu?” Abraham pun menjelaskan alasannya kepada Tuhan. Mendengar jawaban Abraham itu Tuhan pun tertawa kepada Abraham, “Abraham ... Abraham, masakan engkau yang baru bertemu dengan dia 1 hari saja sudah tidak tahan mendengarkan ocehan dia ... Aku berjumpa dengan dia setiap hari di sepanjang hidupnya dan sampai sekarang Aku masih tetap mau memperjuangkan menunjukkan jalan kepadanya.

Ada sesuatu yang disadari Abraham saat itu, dan karena kesadarannya itu, Abraham pun tidak lagi menjadi Abraham ‘yang lama’.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita mendengar perkataan Yohanes Pembaptis yang berkata “Lihatlah Anak Domba Allah” (ayat 1). Rupanya perkataan Yohanes ini membawa dampak kepada muridnya, Andreas dan Simon Petrus. Yohanes Pembaptis, seorang yang memang telah dipilih Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi kehadiran Mesias itu, telah mengucapkan sebuah perkataan yang mampu menghadirkan transformasi dalam kehidupan 2 muridnya.

Apa yang dialami oleh Andreas dan Simon Petrus, itulah yang kita namakan sebagai ‘transformasi internal’ – ada perubahan komitmen dari hidup mengikut Yohanes dan sekarang hidup mengikut Yesus.

Apakah berhenti hanya sampai di situ saja? Tidak. Seseorang yang telah mengalami transformasi di dalam dirinya (internal), biasanya juga tidak akan tahan untuk membagikan pengalamannya ber-transformasi ke dalam kehidupan yang baru itu kepada orang lain. Itulah sebabnya mengapa Andreas kemudian bisa berkata kepada saudaranya “Aku telah menemukan Mesias itu” dan membawa saudaranya itu datang kepada Sang Mesias, Yesus Kristus.

Andreas mengalami apa yang disebut dengan ‘transformasi eksternal’, yaitu suatu perubahan yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya’.

Berkaca kepada transformasi kehidupan yang telah dialami oleh Andreas dan Abraham dalam ilustrasi di awal tadi, mari kita melihat kehidupan kita hari ini. Adakah perjumpaan kita dengan Sang Mesias itu pun juga telah membuat kita mengalami transformasi dalam kehidupan kita ini? Mari kita diskusikan lebih jauh tentang hal ini

Pokok Diskusi:
1. Kembali melihat teks kita, bukan saja Andreas yang sebenarnya mengalami transformasi kehidupan, Yohanes Pembaptis dan Simon Petrus. Dapatkan Anda temukan hal-hal apa saja yang membuktikan bahwa mereka telah mengalami transformasi?
2. Hal-hal apakah yang bisa kita lakukan agar kita pun juga bisa mengalami transformasi kehidupan setelah perjumpaan dengan Kristus itu?
a. Agar mengalami transformasi internal,hal-hal yang bisa saya lakukan adalah ....
b. Agar lingkungan saya pun mengalami transformasi (transformasi eksternal), hal-hal yang bisa saya lakukan adalah ...

Yohanes 1:35-42 | Transformasi Kehidupan

spiderman
Hari ini kita mau membicarakan salah satu pokok terpenting dalam kehidupan orang percaya. Transformasi Kehidupan yang mengubah kehidupan lama kita dan mulai masuk ke dalam lembar kehidupan yang baru.

Transformasi sendiri datang dari kata trans dan formasi, yang artinya adalah ‘alih bentuk’. Yang ingin kita pahami tentang transformasi di sini berarti suatu perubahan sengaja atas bentuk, gagasan, kondisi atau wujud dari sesuatu hal atau organisme menjadi sesuatu yang memungkinkannya berperan lebih menentukan atau berperan lebih tepat dalam hidup ini sesuai dengan hakikat dan potensinya.

Ada satu cerita legenda tentang Abraham dalam sebuah kitab kuno yang menceritakan Abraham mengundang seorang pengembara untuk tinggal dan makan di dalam tenda Abraham. Apa yang terjadi kemudian? Sepanjang hari ternyata si pengembara ini tak henti-hentinya mengungkapkan kemarahannya dan kekecewaannya kepada Allah. Semua kata-kata kasar keluar, makian, umpatan ... semua ditujukan kepada Allah. Hingga suatu saat, Abraham sudah tidak tahan lagi mendengar ‘curhatan’ si pengembara itu, dan akhirnya Abraham mengusir pengembara itu pergi.

Setelah pengembara itu pergi, diceritakan bahwa Tuhan berbicara kepada Abraham, “Abraham ... Abraham, mengapa engkau mengusir pengembara itu?” Abraham pun menjelaskan alasannya kepada Tuhan. Mendengar jawaban Abraham itu Tuhan pun tertawa kepada Abraham, “Abraham ... Abraham, masakan engkau yang baru bertemu dengan dia 1 hari saja sudah tidak tahan mendengarkan ocehan dia ... Aku berjumpa dengan dia setiap hari di sepanjang hidupnya dan sampai sekarang Aku masih tetap mau memperjuangkan menunjukkan jalan kepadanya.

Ada sesuatu yang disadari Abraham saat itu, dan karena kesadarannya itu, Abraham pun tidak lagi menjadi Abraham ‘yang lama’.

Dalam pembacaan Alkitab kita hari ini, kita mendengar perkataan Yohanes Pembaptis yang berkata “Lihatlah Anak Domba Allah” (ayat 1). Rupanya perkataan Yohanes ini membawa dampak kepada muridnya, Andreas dan Simon Petrus. Yohanes Pembaptis, seorang yang memang telah dipilih Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi kehadiran Mesias itu, telah mengucapkan sebuah perkataan yang mampu menghadirkan transformasi dalam kehidupan 2 muridnya.

Apa yang dialami oleh Andreas dan Simon Petrus, itulah yang kita namakan sebagai ‘transformasi internal’ – ada perubahan komitmen dari hidup mengikut Yohanes dan sekarang hidup mengikut Yesus.

Apakah berhenti hanya sampai di situ saja? Tidak. Seseorang yang telah mengalami transformasi di dalam dirinya (internal), biasanya juga tidak akan tahan untuk membagikan pengalamannya ber-transformasi ke dalam kehidupan yang baru itu kepada orang lain. Itulah sebabnya mengapa Andreas kemudian bisa berkata kepada saudaranya “Aku telah menemukan Mesias itu” dan membawa saudaranya itu datang kepada Sang Mesias, Yesus Kristus.

Andreas mengalami apa yang disebut dengan ‘transformasi eksternal’, yaitu suatu perubahan yang mempengaruhi lingkungan sekitarnya’.

Berkaca kepada transformasi kehidupan yang telah dialami oleh Andreas dan Abraham dalam ilustrasi di awal tadi, mari kita melihat kehidupan kita hari ini. Adakah perjumpaan kita dengan Sang Mesias itu pun juga telah membuat kita mengalami transformasi dalam kehidupan kita ini? Mari kita diskusikan lebih jauh tentang hal ini

Pokok Diskusi:
1. Kembali melihat teks kita, bukan saja Andreas yang sebenarnya mengalami transformasi kehidupan, Yohanes Pembaptis dan Simon Petrus. Dapatkan Anda temukan hal-hal apa saja yang membuktikan bahwa mereka telah mengalami transformasi?
2. Hal-hal apakah yang bisa kita lakukan agar kita pun juga bisa mengalami transformasi kehidupan setelah perjumpaan dengan Kristus itu?
a. Agar mengalami transformasi internal,hal-hal yang bisa saya lakukan adalah ....
b. Agar lingkungan saya pun mengalami transformasi (transformasi eksternal), hal-hal yang bisa saya lakukan adalah ...

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email