Ezra 7:28b-8:30 | Ransel Kehidupan - Pdt. Gerry Atje
ransel
Ransel Kehidupan

Ada yang suka lagi-lagunya Ebiet G. Ade? Saya suka. Beberapa. Sewaktu saya membaca teks Alkitab kita hari ini, tentang Ezra, saya teringat satu lagunya Ebiet G. Ade yang judulnya, "Berita kepada Kawan". Judulnya mungkin tidak populer, tapi kita pasti populer dengan lagu itu sewaktu dinyanyikan ...
Musik ...
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan 
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan 
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan 
Di tanah kering berbatuan

Lagunya bercerita tentang perjalanan kehidupan seseorang ketika menghadapi satu periode yang menyedihkan: Bencana.
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita 
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa 
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita 
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Orang Israel, 70 tahun sebelum perikop yang kita baca hari ini ... Mereka juga tahu, mengerti dan paham .. apa itu artinya bencana. 

Bencana adalah sewaktu mereka menghadapi kenyataan bahwa mereka, sebagai 'umat pilihan Allah' mengalami ini: Dibuang dari Tanah Perjanjian menuju Tanah Asing (Persia, Iran hari ini). Tujuh puluh tahun lamanya mereka berada 'di tanah kering bebatuan' - jika menggunakan bahasanya Ebiet.

Perjalanan panjang yang melelahkan!
Mereka berduka, menangis, sedih, bergumul ... semua ada di sana. Bahkan di dalam perikop kita hari ini, sewaktu masa 70 tahun itu usai ... Perjalanan belum selesai.

Ayat 28:
... aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku.

Mereka diijinkan pulang ke rumah.
pak, bu ... saya cari tahu berapa jarak antara Tanah Asing: Persia supaya bisa sampai di Tanah Perjanjian: Israel.


Jarak antara Persia dengan Israel adalah 560 Mil jauhnya. Satu Mil = 1,609344 Km. Jadi untuk bisa sampai ke Israel lagi, mereka harus menempuh perjalanan panjang: 901,2304 Km.

Jakarta - Bandung itu kira-kira 130 Km, jadi supaya kita bisa membayangkan saja jauhnya ... Israel - Persia itu sama seperti kita bolak-balik Jakarta-Bandung, bahasanya abang-abang angkot: 3,5 Rit (satu rit itu adalah perjalanan pulang-pergi atau PP). Bukan dengan angkot atau bis atau pesawat, tapi jalan kaki.

Dan perjalanan mereka tidak mudah. Melewati padang gurun, bersama-sama dengan bukan hanya sekelompok orang, melainkan dengan ribuan banyaknya orang berjalan pulang ke Israel itu. Coba saja bapak dan ibu menambahkan jumlah orang-orang yang terhitung dalam ayat 2-14. Jumlahnya: 1496 orang laki-laki, belum terhitung istri dan anak-anak dalam keluarga mereka. Taruhlah misalnya satu orang laki-laki punya istri satu dan anak 3, maka kalikan saja 1496 itu di kali 5 ... Buaanyak orang berjalan pulang ke Israel waktu itu.

Dan dalam perjalanan panjang nan melelahkan itu, masalah bisa datang kapan saja. Entah itu musuh yang mengganggu di perjalan, entah itu kekurangan makanan atau minuman ... semua bisa terjadi.

Dan sekali lagi,
itulah perjalanan. Penuh dengan persoalan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
Tak jauh berbeda dengan perjalanan kehidupan kita hari ini, sama beratnya.

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan beberapa hal. Jika kita ibaratkan kehidupan kita adalah sebuah perjalanan, maka pastikanlah kita membawa perbekalan yang tepat dalam ransel kehidupan kita itu. Mari kita melihat barang bawaan apa saja yang jangan sampai terlupakan untuk kita bawa serta dalam ransel kehidupan kita selama melakukan perjalanan:

BARANG BAWAAN 1: 
Keyakinan Yang Cukup
ayat 28
... Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku ...

Nah, banyak orang yang ketika mereka mau datang kepada Tuhan itu persis seperti apa yang dilakukan oleh Ezra dalam ayat 22a: Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan;

Padahal kalau Ezra minta pada raja waktu itu, Raja bisa memberikan pengawalan kepada Ezra dan rombongan besar Israel hingga Israel tiba di negeri Yerusalem dengan selamat.

Bersyukur karena Ezra cuma malu meminta pada raja Persia, tetapi Ezra tak malu minta pada Tuhan, ayat 22b: sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." 

Ezra yakin bahwa Tuhan menolong, menyertai dan melindungi perjalanan mereka.
Kita?
Yakin gak nih di tahun baru ini kita jadi lebih baik dibanding tahun kemarin?
Perjalanan mungkin tidak akan menjadi lebih baik dibanding tahun lalu, tetapi menjadi orang yang semakin baik dan lebih baik lagi adalah tujuan kita semua ...

BARANG BAWAAN 2:
Jangan lupa bawa, Upaya & Persiapan


Tidak cukup hanya keyakinan, tetapi keyakinan yang disertai juga oleh upaya perjuangan dan persiapan.
Kita yakin dapat kerja tahun ini, tapi sudah bosan ngirim lamaran kerja atau sudah mual-mual pergi ke sana-ke mari tanpa hasil ... Gmana bisa dapat?
Kita yakin tahun ini keluarga kita dipulihkan, tapi tetap saja sehari-hari masih jadi biang kerok, ... Gmana bisa?
Mari kita lihat apa yang diperjuangan, diupayakan dan dipersiapkan oleh Ezra dalam perikop kita hari ini:
Ayat 15: Aku menghimpun ... Menyelidiki ...
Ayat 16: Aku mengirim ...
Ayat 21: Aku mengajak ...

Ezra punya keyakinan dan dia pun mempersiapkan segala sesuatunya agar keyakinannya itu menjadi kenyataan dalam kehidupannya.

BARANG BAWAAN 3, yang terakhir:
Kerja-sama.


Ayat 23a:
Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah ...

Tidak dikatakan disana: "Jadi berpuasalah aku ...", melainkan "Jadi berpuasalah KAMI ..."

Kita semua perlu mendukung satu sama lain, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Bila kehidupan ini sudah berat dijalani bersama-sama, apakah kita berpikir kita akan kuat menjalaninya seorang diri? Tidak. Kita harus menjalaninya bersama-sama. Bersama keluarga, bersama orang-orang yang ada disekitar kita ...

Ada keyakinan ..
Ada upaya dan persiapan ..
kemudian ada pula kerjasama yang apik di antara kita ...

dan hasilnya ..
ayat 23b: dan Allah mengabulkan permohonan kami.

Tahun lalu,
Apa yang kurang ... sehingga mungkin perjalanan kehidupan kita berjalan tidak seperti yang kita bayangkan?
Kurang yakinkah?
Kurang perjuangankah?
Atau karena diantara kita sendiri masih selalu ribut terus dan tak pernah bekerja-sama: saling menguatkan, saling mengasihi satu dengan yang lain?

Ezra 7:28b-8:30 | Ransel Kehidupan

ransel
Ransel Kehidupan

Ada yang suka lagi-lagunya Ebiet G. Ade? Saya suka. Beberapa. Sewaktu saya membaca teks Alkitab kita hari ini, tentang Ezra, saya teringat satu lagunya Ebiet G. Ade yang judulnya, "Berita kepada Kawan". Judulnya mungkin tidak populer, tapi kita pasti populer dengan lagu itu sewaktu dinyanyikan ...
Musik ...
Perjalanan ini terasa sangat menyedihkan 
Sayang, engkau tak duduk di sampingku kawan 
Banyak cerita yang mestinya kau saksikan 
Di tanah kering berbatuan

Lagunya bercerita tentang perjalanan kehidupan seseorang ketika menghadapi satu periode yang menyedihkan: Bencana.
Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita 
Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa 
Atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita 
Coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang

Orang Israel, 70 tahun sebelum perikop yang kita baca hari ini ... Mereka juga tahu, mengerti dan paham .. apa itu artinya bencana. 

Bencana adalah sewaktu mereka menghadapi kenyataan bahwa mereka, sebagai 'umat pilihan Allah' mengalami ini: Dibuang dari Tanah Perjanjian menuju Tanah Asing (Persia, Iran hari ini). Tujuh puluh tahun lamanya mereka berada 'di tanah kering bebatuan' - jika menggunakan bahasanya Ebiet.

Perjalanan panjang yang melelahkan!
Mereka berduka, menangis, sedih, bergumul ... semua ada di sana. Bahkan di dalam perikop kita hari ini, sewaktu masa 70 tahun itu usai ... Perjalanan belum selesai.

Ayat 28:
... aku menghimpunkan dari antara orang Israel beberapa pemimpin untuk berangkat pulang bersama-sama aku.

Mereka diijinkan pulang ke rumah.
pak, bu ... saya cari tahu berapa jarak antara Tanah Asing: Persia supaya bisa sampai di Tanah Perjanjian: Israel.


Jarak antara Persia dengan Israel adalah 560 Mil jauhnya. Satu Mil = 1,609344 Km. Jadi untuk bisa sampai ke Israel lagi, mereka harus menempuh perjalanan panjang: 901,2304 Km.

Jakarta - Bandung itu kira-kira 130 Km, jadi supaya kita bisa membayangkan saja jauhnya ... Israel - Persia itu sama seperti kita bolak-balik Jakarta-Bandung, bahasanya abang-abang angkot: 3,5 Rit (satu rit itu adalah perjalanan pulang-pergi atau PP). Bukan dengan angkot atau bis atau pesawat, tapi jalan kaki.

Dan perjalanan mereka tidak mudah. Melewati padang gurun, bersama-sama dengan bukan hanya sekelompok orang, melainkan dengan ribuan banyaknya orang berjalan pulang ke Israel itu. Coba saja bapak dan ibu menambahkan jumlah orang-orang yang terhitung dalam ayat 2-14. Jumlahnya: 1496 orang laki-laki, belum terhitung istri dan anak-anak dalam keluarga mereka. Taruhlah misalnya satu orang laki-laki punya istri satu dan anak 3, maka kalikan saja 1496 itu di kali 5 ... Buaanyak orang berjalan pulang ke Israel waktu itu.

Dan dalam perjalanan panjang nan melelahkan itu, masalah bisa datang kapan saja. Entah itu musuh yang mengganggu di perjalan, entah itu kekurangan makanan atau minuman ... semua bisa terjadi.

Dan sekali lagi,
itulah perjalanan. Penuh dengan persoalan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu.
Tak jauh berbeda dengan perjalanan kehidupan kita hari ini, sama beratnya.

Hari ini saya mau mengajak kita untuk merenungkan beberapa hal. Jika kita ibaratkan kehidupan kita adalah sebuah perjalanan, maka pastikanlah kita membawa perbekalan yang tepat dalam ransel kehidupan kita itu. Mari kita melihat barang bawaan apa saja yang jangan sampai terlupakan untuk kita bawa serta dalam ransel kehidupan kita selama melakukan perjalanan:

BARANG BAWAAN 1: 
Keyakinan Yang Cukup
ayat 28
... Maka aku menguatkan hatiku, karena tangan TUHAN, Allahku, melindungi aku ...

Nah, banyak orang yang ketika mereka mau datang kepada Tuhan itu persis seperti apa yang dilakukan oleh Ezra dalam ayat 22a: Karena aku malu meminta tentara dan orang-orang berkuda kepada raja untuk mengawal kami terhadap musuh di jalan;

Padahal kalau Ezra minta pada raja waktu itu, Raja bisa memberikan pengawalan kepada Ezra dan rombongan besar Israel hingga Israel tiba di negeri Yerusalem dengan selamat.

Bersyukur karena Ezra cuma malu meminta pada raja Persia, tetapi Ezra tak malu minta pada Tuhan, ayat 22b: sebab kami telah berkata kepada raja, demikian: "Tangan Allah kami melindungi semua orang yang mencari Dia demi keselamatan mereka, tetapi kuasa murka-Nya menimpa semua orang yang meninggalkan Dia." 

Ezra yakin bahwa Tuhan menolong, menyertai dan melindungi perjalanan mereka.
Kita?
Yakin gak nih di tahun baru ini kita jadi lebih baik dibanding tahun kemarin?
Perjalanan mungkin tidak akan menjadi lebih baik dibanding tahun lalu, tetapi menjadi orang yang semakin baik dan lebih baik lagi adalah tujuan kita semua ...

BARANG BAWAAN 2:
Jangan lupa bawa, Upaya & Persiapan


Tidak cukup hanya keyakinan, tetapi keyakinan yang disertai juga oleh upaya perjuangan dan persiapan.
Kita yakin dapat kerja tahun ini, tapi sudah bosan ngirim lamaran kerja atau sudah mual-mual pergi ke sana-ke mari tanpa hasil ... Gmana bisa dapat?
Kita yakin tahun ini keluarga kita dipulihkan, tapi tetap saja sehari-hari masih jadi biang kerok, ... Gmana bisa?
Mari kita lihat apa yang diperjuangan, diupayakan dan dipersiapkan oleh Ezra dalam perikop kita hari ini:
Ayat 15: Aku menghimpun ... Menyelidiki ...
Ayat 16: Aku mengirim ...
Ayat 21: Aku mengajak ...

Ezra punya keyakinan dan dia pun mempersiapkan segala sesuatunya agar keyakinannya itu menjadi kenyataan dalam kehidupannya.

BARANG BAWAAN 3, yang terakhir:
Kerja-sama.


Ayat 23a:
Jadi berpuasalah kami dan memohonkan hal itu kepada Allah ...

Tidak dikatakan disana: "Jadi berpuasalah aku ...", melainkan "Jadi berpuasalah KAMI ..."

Kita semua perlu mendukung satu sama lain, bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama. Bila kehidupan ini sudah berat dijalani bersama-sama, apakah kita berpikir kita akan kuat menjalaninya seorang diri? Tidak. Kita harus menjalaninya bersama-sama. Bersama keluarga, bersama orang-orang yang ada disekitar kita ...

Ada keyakinan ..
Ada upaya dan persiapan ..
kemudian ada pula kerjasama yang apik di antara kita ...

dan hasilnya ..
ayat 23b: dan Allah mengabulkan permohonan kami.

Tahun lalu,
Apa yang kurang ... sehingga mungkin perjalanan kehidupan kita berjalan tidak seperti yang kita bayangkan?
Kurang yakinkah?
Kurang perjuangankah?
Atau karena diantara kita sendiri masih selalu ribut terus dan tak pernah bekerja-sama: saling menguatkan, saling mengasihi satu dengan yang lain?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email