Baron Von Munchausen - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Ada seorang tokoh dongeng yang bernama Baron Von Munchausen. Dia suka berkelana, Petualangannya bermacam-macam dan katanya hebat-hebat.

Konon pada suatu hari, Baron sedang berjalan kaki di suatu tempat yang sama sekali belum dia kenali (asing). Dia begitu terpesona akan pemandangan indah yang dia lihat di sana.

Saking asyiknya dia menoleh ke kanan dan ke kiri, sampai-sampai Dia tidak memperhatikan apa yang ada di depannya. Dan tanpa ia sadari, ternyata dia sedang melangkah menuju ke sebuah lumpur hisap ... Dia terperosok jatuh ke lumpur hisap itu.

Dengan segera tubuhnya terbenam sampai sebatas pinggang. Namun, Baron ini orangnya pintar. Otaknya encer. Dia segera memutar otak, mencari akal supaya dia bisa keluar dari lumpur itu dan menyelamatkan dirinya.

"Aku selamat, kalau aku berada di luar lumpur hisap ini. Supaya aku bisa ada diluar lumpur hisap ini aku harus terangkat dari sini. Agar aku terangkat dari dalam lumpur hisap ini, aku harus mengangkat tubuhku," begitu pikir Baron waktu itu. Tidak menunda waktu lagi, Baron segera mengangkat tangan kanannya, menarik rambutnya dengan tangan kanannya itu dan whhhuuutt !!! Dia terangkat keluar dan selamat.

Sayang, itu cuma ada di negeri dongeng.

Herodian Pitakarya Gunawan, 94 Panorama Kehidupan (Yogyakarta: Andi, 1996), 17


Baron Von Munchausen

Ada seorang tokoh dongeng yang bernama Baron Von Munchausen. Dia suka berkelana, Petualangannya bermacam-macam dan katanya hebat-hebat.

Konon pada suatu hari, Baron sedang berjalan kaki di suatu tempat yang sama sekali belum dia kenali (asing). Dia begitu terpesona akan pemandangan indah yang dia lihat di sana.

Saking asyiknya dia menoleh ke kanan dan ke kiri, sampai-sampai Dia tidak memperhatikan apa yang ada di depannya. Dan tanpa ia sadari, ternyata dia sedang melangkah menuju ke sebuah lumpur hisap ... Dia terperosok jatuh ke lumpur hisap itu.

Dengan segera tubuhnya terbenam sampai sebatas pinggang. Namun, Baron ini orangnya pintar. Otaknya encer. Dia segera memutar otak, mencari akal supaya dia bisa keluar dari lumpur itu dan menyelamatkan dirinya.

"Aku selamat, kalau aku berada di luar lumpur hisap ini. Supaya aku bisa ada diluar lumpur hisap ini aku harus terangkat dari sini. Agar aku terangkat dari dalam lumpur hisap ini, aku harus mengangkat tubuhku," begitu pikir Baron waktu itu. Tidak menunda waktu lagi, Baron segera mengangkat tangan kanannya, menarik rambutnya dengan tangan kanannya itu dan whhhuuutt !!! Dia terangkat keluar dan selamat.

Sayang, itu cuma ada di negeri dongeng.

Herodian Pitakarya Gunawan, 94 Panorama Kehidupan (Yogyakarta: Andi, 1996), 17


Terimakasih sudah membaca artikel di blog ini. Sahabat dapat menerima artikel terbaru langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Load comments

Terima Renungan Terbaru Melalui Email