Mahalnya Ilmu - Pdt. Gerry Atje

    Social Items



Seorang peñata rambut Hollywood pernah dihubungi seorang aktris muda yang perlu menata rambutnya untuk pesta besar selebriti. Sang peñata rambut itupun segera bergegas ke rumah sang aktris. Ia amati apa yang dikenakan oleh sang aktris, kemudian mengeluarkan sehelai pita yang serasi warnanya dari tasnya dan langsung bekerja.


Dalam waktu tiga puluh menit, menggunakan hanya sikat dan pita tersebut, ia telah menciptakan suatu mahakarya. Ketika ia balikkan sang aktris agar dia dapat bercermin, sang aktris itu berkata: “ Wow, cantik sekali. Terima kasih lho! Berapa? “Tiga ribu dolar” jawab sang penata rambut. “Apa? Saya tidak akan membayar tigaribu dolar hanya untuk sehelai pita!”

Mereka pun saling berpandangan tanpa berkedip. “Boleh”, akhirnya sang penata rambut itu berkata. Dan ia langsung mencabut pita tersebut dari rambut sang aktris dan mereka sama-sama mengamati sementara rambut sang aktris menjadi kacau kembali.

Sambil menyerahkan pitanya kepada sang aktris, sang penata rambut pun berkata:
Nih pitanya buat kamu, gratis!”.

John C. Maxwell, Thinking for a Change, 13

Mahalnya Ilmu



Seorang peñata rambut Hollywood pernah dihubungi seorang aktris muda yang perlu menata rambutnya untuk pesta besar selebriti. Sang peñata rambut itupun segera bergegas ke rumah sang aktris. Ia amati apa yang dikenakan oleh sang aktris, kemudian mengeluarkan sehelai pita yang serasi warnanya dari tasnya dan langsung bekerja.


Dalam waktu tiga puluh menit, menggunakan hanya sikat dan pita tersebut, ia telah menciptakan suatu mahakarya. Ketika ia balikkan sang aktris agar dia dapat bercermin, sang aktris itu berkata: “ Wow, cantik sekali. Terima kasih lho! Berapa? “Tiga ribu dolar” jawab sang penata rambut. “Apa? Saya tidak akan membayar tigaribu dolar hanya untuk sehelai pita!”

Mereka pun saling berpandangan tanpa berkedip. “Boleh”, akhirnya sang penata rambut itu berkata. Dan ia langsung mencabut pita tersebut dari rambut sang aktris dan mereka sama-sama mengamati sementara rambut sang aktris menjadi kacau kembali.

Sambil menyerahkan pitanya kepada sang aktris, sang penata rambut pun berkata:
Nih pitanya buat kamu, gratis!”.

John C. Maxwell, Thinking for a Change, 13

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER