Indahnya Masa Kecil? - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


Penelitian Harvard’s Study of Adult Development (penelitian tentang Perkembangan Orang Dewasa) yang dilakukan selama 60 tahun (1920-1980) menemukan bahwa mereka yang di masa kecilnya tumbuh tanpa kasih sayang ternyata:
  • Lima kali lebih banyak menderita gangguan kesehatan-jiwa, termasuk depresi dan kecanduan obat-obatan.
  • Selain itu mereka cenderung memilih hidup me-nyendiri, dan memisahkan diri dari persahabatan.
  • Ditemukan juga mereka tiga kali lebih banyak yang meninggal sebelum usia tujuh puluh lima tahun dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya bahagia, dan meninggal karena perilaku tidak sehat termasuk karena bunuh diri.
  • Sebaliknya anak-anak dengan masa kecil bahagia ternyata pada masa pertumbuhannya terlindung dari depresi dan adiksi di masa dewasa serta gangguan mental lainnya.
  • Para lulusan Harvard dengan masa kecil bahagia itu, bukan hanya hidup lebih lama dibandingkan mereka yang tidak dikasihi, tetapi kehidupan mereka juga lebih kaya dengan hubungan (relasi) dan sukacita.
  • Mereka lima kali lebih suka melakukan olahraga yang sifatnya bersaing, bermain-main dengan teman, dan berlibur.
  • Mereka jauh lebih bisa menyeimbangkan antara tugas dan kewajiban dengan melakukan rekreasi yang menyenangkan.
  • Mereka yang dibesarkan tanpa kasih sayang, sering akhirnya hidup tanpa teman, sedangkan mereka yang memiliki masa kecil bahagia nampak senang menjalin dan membangun hubungan serta mendapat banyak sukacita karena pertemanan.
  • Jika pendidikan anak di masa kecil dibarengi dengan kasih sayang, maka anak cenderung berkembang dengan baik dan memiliki gejolak emosi yang stabil serta mempunyai fisik dan mental yang sehat.
  • Beverly juga menegaskan dalam bukunya, banyak di antara mereka yang mengalami trauma masa kecil karena tidak punya figure ayah/ibu, punya pergumulan pribadi yang hebat untuk mengenal siapa sesungguhnya Allah.

Indahnya Masa Kecil?


Penelitian Harvard’s Study of Adult Development (penelitian tentang Perkembangan Orang Dewasa) yang dilakukan selama 60 tahun (1920-1980) menemukan bahwa mereka yang di masa kecilnya tumbuh tanpa kasih sayang ternyata:
  • Lima kali lebih banyak menderita gangguan kesehatan-jiwa, termasuk depresi dan kecanduan obat-obatan.
  • Selain itu mereka cenderung memilih hidup me-nyendiri, dan memisahkan diri dari persahabatan.
  • Ditemukan juga mereka tiga kali lebih banyak yang meninggal sebelum usia tujuh puluh lima tahun dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya bahagia, dan meninggal karena perilaku tidak sehat termasuk karena bunuh diri.
  • Sebaliknya anak-anak dengan masa kecil bahagia ternyata pada masa pertumbuhannya terlindung dari depresi dan adiksi di masa dewasa serta gangguan mental lainnya.
  • Para lulusan Harvard dengan masa kecil bahagia itu, bukan hanya hidup lebih lama dibandingkan mereka yang tidak dikasihi, tetapi kehidupan mereka juga lebih kaya dengan hubungan (relasi) dan sukacita.
  • Mereka lima kali lebih suka melakukan olahraga yang sifatnya bersaing, bermain-main dengan teman, dan berlibur.
  • Mereka jauh lebih bisa menyeimbangkan antara tugas dan kewajiban dengan melakukan rekreasi yang menyenangkan.
  • Mereka yang dibesarkan tanpa kasih sayang, sering akhirnya hidup tanpa teman, sedangkan mereka yang memiliki masa kecil bahagia nampak senang menjalin dan membangun hubungan serta mendapat banyak sukacita karena pertemanan.
  • Jika pendidikan anak di masa kecil dibarengi dengan kasih sayang, maka anak cenderung berkembang dengan baik dan memiliki gejolak emosi yang stabil serta mempunyai fisik dan mental yang sehat.
  • Beverly juga menegaskan dalam bukunya, banyak di antara mereka yang mengalami trauma masa kecil karena tidak punya figure ayah/ibu, punya pergumulan pribadi yang hebat untuk mengenal siapa sesungguhnya Allah.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER