Tata Kebaktian Pernikahan - Pdt. Gerry Atje
TATA KEBAKTIAN PEMBERKATAN NIKAH

· Persiapan permainan organ/paduan suara/nyanyian jemaat
· Pelayan firman dan anggota majelis jemaat serta mempelai memasuki ruang gereja diiringi Organ /Paduan Suara jemaat berdiri..
1. Votum dan Salam
PF : Pertolongan kepada kita adalah dalam nama Tuhan
J : Yang telah menjadikan langit dan bumi
PF : Yang memelihara kesetiaanNya sampai selama-lamanya
J : Dan tiada meninggalkan perbuatan tanganNya
PF : Anugerah dan sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan kita Yesus Kristus
J : Amin
2. Jemaat menyanyi:
3. Doa
PF : Allah Bapa kami yang di sorga, kami mengucap syukur kepadaMu karena pada saat ini kami dapat mencari wajahMu dan dipimpin oleh FirmanMu.Tolonglah agar kami dapat mengarahkan pandangan kami kepada rahmat, karunia, dan kebajikan yang Engkau sebarkan dari keturunan ke keturunan.Tundukkanlah hati kami di bawah FirmanMu, yang Engkau sampaikan pada kesempatan ini, agar kami mengerti maksudMu tentang titah pernikahan yang Engkau sendirir amanatkan. Kuatkanlah dan hiburkanlah kami melalui janji- janjiMu yang Engkau berikan di dalam titah pernikahan ini.Dalam nama Yesus Kristus, amin.
4. Pembacaan Alkitab
PF : Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan dan melakukan dalam hidupnya sehari- hari
5. Khotbah.
6. Nyanyian jemaat/ paduan suara
7. Titah pernikahan
PF : Jemaat mengadakan kebaktian khusus pada saat ini untuk menyaksikan dan mendukung dengan doa pernikahan saudara… dengan saudara … Hendaknya diketahui , bahwa pernikahan adalah sesuatu yang tidak boleh dilepaskan dari kehendak Tuhan. Pernikahan dimaksudkan sebagai perwujudan bentuk persekutuan yang khas dan langgeng antara pria dan wanita sebagai suami dan istri. Di dalam hubungan nikah ini keduanya dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah untuk memberi dan menerima kasih dan kesetiaan, pertolongan dan pelayanan timbal balik, baik dalam kesenangan maupaun dalam kesukaran. Mengenai pernikahan ini, sejak pertama- tama menjadikan alam semesta, Allah berfirman: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepandan dengan dia” (Kej 2:18). Selanjutnya Alkitab berkata:”Sebab itu seorang laki- laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24).Yesus sendiri menganggap dan melukiskan hubungan pria dan wanita dalam pernikahan sebagai ikatan kudus.Berkatalah Kristus : “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak bolah diceraikan manusia “ (Mat 19:6).Rasul Paulus menamakan kesatuan dalam pernikahan sebagai suatu rahasia, ia melukiskan hubungan suami istri dalam pernikahan sebagai hubungan antara Kristus dan jemaatNya (Ef 5:22-23)
Berdasarkan kesaksian Alkitab sebagaimana disebutkan tadi, maka hendaknya jemaat menganggap dan menilai arti pernikahan itu dengan setinggi-tingginya dengan disertai penuh hormat dan ucapan syukur.
Supaya saudara- saudara memelihara pernikahan saudara sesuai dengan kehendak Allah dan memperoleh berkatNya. Dari itu hendaklah saudara- saudara memahami tujuan pernikahan Yaitu :
· Suami istri mendasari pernikahan ini dengan Firman Tuhan yang mengajar kita untuk hidup dalam kasih agape yaitu kasih yang mau berkorban.
· Untuk mendapatkan ketentraman hidup rumah tangga pria dengan istrinya sendiri, wanita dengan suaminya sendiri dan masing- masing menjaga tubuhnya selaku tempat kediaman Roh Kudus (I Kor 6: 19)
· Ingatlah kamu ini bukan milikmu sendiri, tatapi yang sudah ditebus dengan harga yang mahal. Sebab itu muliakan Allah dengan tubuhmu (I Kor 6: 19b-20).
(Pelayan Firman turun dari mimbar)
8. Pengucapan janji
(Kedua mempelai berdiri sambil berjabatan tangan secara bergantian mengucapkan janji) sebagai berikut:
Di hadapan Allah dan jemaat-Nya saya mengaku telah memilih….. sebagai istri/ suami ….Dan berjanji demi kebahagiaan kami berdua dengan kekuatan dan berkat dari Tuhan Yesus untuk mengendalikan diri dan bertanggungjawab, serta melindungi dan mendampingi dalam kasih, dan akan menerima keberadaannya baik fisik maupun mental, baik dalam kecukupan maupun dalam kekurangan sampai kematian memisahkan kami sebagai orang yang takut akan Tuhan dan akan hidup sesuai dengan isi Alkitab
9. Pemasangan Cincin
(Pemimpin memberikan cincin kepada mempelai pria untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai wanita, lalu memberikan cincin kepada mempelai wanita untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai pria ).
10. Berkat Penumpangan Tangan
(Jemaat berdiri, keddua mempelai berlutut)
PF : “Allah Pohon kasih dan rahmat yang telah memanggil Saudara-saudara dalam pernikahan yang kudus dan yang telah menghubungkan saudara- saudara dalam kasih dan kesetiaan yang murni, kiranya mencurahkan berkatNya kepada saudara-saudara, amin.”
11. Nyanyian jemaat (Jemaat tetap berdiri sesudah ucapan berkat langsung menyanyikan Mazmur 134:3 /KJ 316:1,5)
12. Penyerahan Alkitab (PF menyerahkan Alkitab yang telah disiapkan untuk diberikan kepada kedua mempelai , dengan didahului kata-kata : ) “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia “(Matius 19:6)
(Pendeta kembali ke mimbar bersama dengan MJ)
13. Paduan Suara
14. Doa Syafaat
15. Nyanyian Penutup (Jemaat berdiri)
16. Berkat
PF : Tuhan kiranya memberkati saudara, Tuhan kiranya menerangi saudara dengan wajahNya dan mengasihani saudara.Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada saudara dan mengaruniakan selamat, amin
J : Amin, amin, amin.
Saat Teduh

***

TATA KEBAKTIAN PEMBERKATAN NIKAH YANG TIDAK SEAJARAN
(Atau dengan Non Kristen)
· Persiapan permainan organ/paduan suara/nyanyian jemaat
· Sementara Pendeta dan anggota majelis jemaat serta mempelai memasuki ruang gererja, jemaat berdiri
1. Votum dan Salam
PENDETA: Pertolongan kepada kita adalah dalam nama Tuhan
J : Yang telah menjadikan langit dan bumi
PENDETA: Yang memelihara kesetiaanNya sampai selama-lamanya
J : Dan tiada meninggalkan perbuatan tanganNya
PENDETA: Anugerah dan sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan kita Yesus Kristus
J : Amin
2. Jemaat menyanyi :
3. Doa :
PENDETA: Allah Bapa kami yang di sorga, kami mengucap syukur kepadaMu karena pada saat ini kami dapat mencari wajahMu dan dipimpin oleh FirmanMu.Tolonglah kami agar kami dapat mengarahkan pandangan kami kepada rahmat, karunia dan kebajikan yang Engkau sebarkan dari keturunan ke keturunan.Tundukkanlah hati kami di bawah FirmanMu, yang Engkau sampaikan pada kesempatan ini, agar kami mengerti maksudMu tentang titah pernikahan yang Engkau sendiri amanatkan. Kuatkanlah dan hiburkanlah kami melalui janji- janjiMu yang Engkau berikan di dalam titah pernikahan ini.Dalam nama Yesus Kristus, amin.
4. Pembacaan Alkitab
PENDETA:Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan dan melakukan dalam hidupnya sehari- hari
5. Khotbah.
6. Nyanyian jemaat/ paduan suara
7. Titah pernikahan
PENDETA: Jemaat mengadakan kebaktian khusus pada saat ini untuk menyaksikan dan mendukung dengan doa pernikahan saudara… dengan saudara … Hendaknya diketahui , bahwa pernikahan adalah sesuatu yang tidak boleh dilepaskan dari kehendak Tuhan. Pernikahan dimaksudkan sebagai perwujudan bentuk persekutuan yang khas dan langgeng antara pria dan wanita sebagai suami dan istri. Di dalam hubungan nikah ini keduanya dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah untuk memberi dan menerima kasih dan kesetiaan, pertolongan dan pelayanan timbal balik, baik dalam kesenangan maupaun dalam kesukaran. Mengenai pernikahan ini, sejak pertama- tama menjadikan alam semesta, Allah berfirman: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepandan dengan dia” (Kej 2:18). Selanjutnya Alkitab berkata:”Sebab itu seorang laki- laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24).Yesus sendiri menganggap dan melukiskan hubungan pria dan wanita dalam pernikahan sebagai ikatan kudus.Berkatalah Kristus : “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak bolah diceraikan manusia “ (Mat 19:6).Rasul Paulus menamakan kesatuan dalam pernikahan sebagai suatu rahasia, ia melukiskan hubungan suami istri dalam pernikahan sebagai hubungan antara Kristus dan jemaatNya (Ef 5:22-23)
Berdasarkan kesaksian Alkitab sebagaimana disebutkan tadi, maka hendaknya jemaat menganggap dan menilai arti pernikahan itu dengan setinggi-tingginya dengan disertai penuh hormat dan ucapan syukur.
Supaya saudara- saudara memelihara pernikahan saudara sesuai dengan kehendak Allah dan memperoleh berkatNya. Dari itu hendaklah saudara- saudara memahami tujuan pernikahan Yaitu :
· Suami istri mendasari pernikahan ini dengan Firman Tuhan yang mengajar kita untuk hidup dalam kasih agape yaitu kasih yang mau berkorban.
· Untuk mendapatkan ketentraman hidup rumah tangga pria dengan istrinya sendiri, wanita dengan suaminya sendiri dan masing- masing menjaga tubuhnya selaku tempat kediaman Roh Kudus (I Kor 6: 19)
· Ingatlah kamu ini bukan milikmu sendiri, tatapi yang sudah ditebus dengan harga yang mahal. Sebab itu muliakan Allah dengan tubuhmu (I Kor 6: 19b-20).
(Pendeta turun dari mimbar)
8. Pengucapan janji
(Kedua mempelai berdiri sambil berjabatan tangan secara bergantian mengucapkan janji) sebagai berikut:
Di hadapan Allah dan jemaat-Nya saya mengaku telah memilih….. sebagai istri/ suami ….Dan berjanji demi kebahagiaan kami berdua dengan kekuatan dan berkat dari pada Tuhan Yesus untuk mengendalikan diri dan bertanggungjawab, serta melindungi dan mendampingi dalam kasih, dan akan menerima keberadaannya baik fisik maupun mental, baik dalam kecukupan maupun dalam kekurangan sampai kematian memisahkan kami sebagai orang yang takut akan Tuhan dan akan hidup sesuai dengan isi Alkitab
9. Pemasangan Cincin
(Pemimpin memberikan cincin kepada mempelai pria untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai wanita, lalu memberikan cincin kepada mempelai wanita untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai pria ).
10. Berkat Penumpangan Tangan
(Jemaat berdiri, kedua mempelai berlutut)
PENDETA : “Allah yang kudus dan yang telah menghubungkan saudara- saudara dalam kasih dan kesetiaan yang pohon kasih dan rahmat, yang telah memanggil saudara-saudara dalam pernikahan yang murni, kiranya mencurahkan berkatNya kepada saudara-saudara, amin.”
11. Nyanyian jemaat (Jemaat tetap berdiri sesudah ucapan berkat langsung menyanyikan Mazmur 134:3 /KJ 316:1,5)
12. Penyerahan Alkitab (PENDETA menyerahkan Alkitab yang telah disiapkan untuk diberikan kepada kedua mempelai , dengan didahului kata-kata : ) “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia “(Matius 19:6)
(Pendeta kembali ke mimbar bersama dengan MJ)
13. Paduan Suara
14. Doa Syafaat
15. Nyanyian Penutup (Jemaat berdiri)
16. Berkat
PENDETA : Tuhan kiranya memberkati saudara, Tuhan kiranya menerangi saudara dengan wajahNya dan mengasihani saudara.Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada saudara dan mengaruniakan selamat, amin
J : Amin, amin, amin.
Saat Teduh

Tata Kebaktian Pernikahan

TATA KEBAKTIAN PEMBERKATAN NIKAH

· Persiapan permainan organ/paduan suara/nyanyian jemaat
· Pelayan firman dan anggota majelis jemaat serta mempelai memasuki ruang gereja diiringi Organ /Paduan Suara jemaat berdiri..
1. Votum dan Salam
PF : Pertolongan kepada kita adalah dalam nama Tuhan
J : Yang telah menjadikan langit dan bumi
PF : Yang memelihara kesetiaanNya sampai selama-lamanya
J : Dan tiada meninggalkan perbuatan tanganNya
PF : Anugerah dan sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan kita Yesus Kristus
J : Amin
2. Jemaat menyanyi:
3. Doa
PF : Allah Bapa kami yang di sorga, kami mengucap syukur kepadaMu karena pada saat ini kami dapat mencari wajahMu dan dipimpin oleh FirmanMu.Tolonglah agar kami dapat mengarahkan pandangan kami kepada rahmat, karunia, dan kebajikan yang Engkau sebarkan dari keturunan ke keturunan.Tundukkanlah hati kami di bawah FirmanMu, yang Engkau sampaikan pada kesempatan ini, agar kami mengerti maksudMu tentang titah pernikahan yang Engkau sendirir amanatkan. Kuatkanlah dan hiburkanlah kami melalui janji- janjiMu yang Engkau berikan di dalam titah pernikahan ini.Dalam nama Yesus Kristus, amin.
4. Pembacaan Alkitab
PF : Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan dan melakukan dalam hidupnya sehari- hari
5. Khotbah.
6. Nyanyian jemaat/ paduan suara
7. Titah pernikahan
PF : Jemaat mengadakan kebaktian khusus pada saat ini untuk menyaksikan dan mendukung dengan doa pernikahan saudara… dengan saudara … Hendaknya diketahui , bahwa pernikahan adalah sesuatu yang tidak boleh dilepaskan dari kehendak Tuhan. Pernikahan dimaksudkan sebagai perwujudan bentuk persekutuan yang khas dan langgeng antara pria dan wanita sebagai suami dan istri. Di dalam hubungan nikah ini keduanya dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah untuk memberi dan menerima kasih dan kesetiaan, pertolongan dan pelayanan timbal balik, baik dalam kesenangan maupaun dalam kesukaran. Mengenai pernikahan ini, sejak pertama- tama menjadikan alam semesta, Allah berfirman: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepandan dengan dia” (Kej 2:18). Selanjutnya Alkitab berkata:”Sebab itu seorang laki- laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24).Yesus sendiri menganggap dan melukiskan hubungan pria dan wanita dalam pernikahan sebagai ikatan kudus.Berkatalah Kristus : “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak bolah diceraikan manusia “ (Mat 19:6).Rasul Paulus menamakan kesatuan dalam pernikahan sebagai suatu rahasia, ia melukiskan hubungan suami istri dalam pernikahan sebagai hubungan antara Kristus dan jemaatNya (Ef 5:22-23)
Berdasarkan kesaksian Alkitab sebagaimana disebutkan tadi, maka hendaknya jemaat menganggap dan menilai arti pernikahan itu dengan setinggi-tingginya dengan disertai penuh hormat dan ucapan syukur.
Supaya saudara- saudara memelihara pernikahan saudara sesuai dengan kehendak Allah dan memperoleh berkatNya. Dari itu hendaklah saudara- saudara memahami tujuan pernikahan Yaitu :
· Suami istri mendasari pernikahan ini dengan Firman Tuhan yang mengajar kita untuk hidup dalam kasih agape yaitu kasih yang mau berkorban.
· Untuk mendapatkan ketentraman hidup rumah tangga pria dengan istrinya sendiri, wanita dengan suaminya sendiri dan masing- masing menjaga tubuhnya selaku tempat kediaman Roh Kudus (I Kor 6: 19)
· Ingatlah kamu ini bukan milikmu sendiri, tatapi yang sudah ditebus dengan harga yang mahal. Sebab itu muliakan Allah dengan tubuhmu (I Kor 6: 19b-20).
(Pelayan Firman turun dari mimbar)
8. Pengucapan janji
(Kedua mempelai berdiri sambil berjabatan tangan secara bergantian mengucapkan janji) sebagai berikut:
Di hadapan Allah dan jemaat-Nya saya mengaku telah memilih….. sebagai istri/ suami ….Dan berjanji demi kebahagiaan kami berdua dengan kekuatan dan berkat dari Tuhan Yesus untuk mengendalikan diri dan bertanggungjawab, serta melindungi dan mendampingi dalam kasih, dan akan menerima keberadaannya baik fisik maupun mental, baik dalam kecukupan maupun dalam kekurangan sampai kematian memisahkan kami sebagai orang yang takut akan Tuhan dan akan hidup sesuai dengan isi Alkitab
9. Pemasangan Cincin
(Pemimpin memberikan cincin kepada mempelai pria untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai wanita, lalu memberikan cincin kepada mempelai wanita untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai pria ).
10. Berkat Penumpangan Tangan
(Jemaat berdiri, keddua mempelai berlutut)
PF : “Allah Pohon kasih dan rahmat yang telah memanggil Saudara-saudara dalam pernikahan yang kudus dan yang telah menghubungkan saudara- saudara dalam kasih dan kesetiaan yang murni, kiranya mencurahkan berkatNya kepada saudara-saudara, amin.”
11. Nyanyian jemaat (Jemaat tetap berdiri sesudah ucapan berkat langsung menyanyikan Mazmur 134:3 /KJ 316:1,5)
12. Penyerahan Alkitab (PF menyerahkan Alkitab yang telah disiapkan untuk diberikan kepada kedua mempelai , dengan didahului kata-kata : ) “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia “(Matius 19:6)
(Pendeta kembali ke mimbar bersama dengan MJ)
13. Paduan Suara
14. Doa Syafaat
15. Nyanyian Penutup (Jemaat berdiri)
16. Berkat
PF : Tuhan kiranya memberkati saudara, Tuhan kiranya menerangi saudara dengan wajahNya dan mengasihani saudara.Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada saudara dan mengaruniakan selamat, amin
J : Amin, amin, amin.
Saat Teduh

***

TATA KEBAKTIAN PEMBERKATAN NIKAH YANG TIDAK SEAJARAN
(Atau dengan Non Kristen)
· Persiapan permainan organ/paduan suara/nyanyian jemaat
· Sementara Pendeta dan anggota majelis jemaat serta mempelai memasuki ruang gererja, jemaat berdiri
1. Votum dan Salam
PENDETA: Pertolongan kepada kita adalah dalam nama Tuhan
J : Yang telah menjadikan langit dan bumi
PENDETA: Yang memelihara kesetiaanNya sampai selama-lamanya
J : Dan tiada meninggalkan perbuatan tanganNya
PENDETA: Anugerah dan sejahtera dari Allah Bapa kita dan dari Tuhan kita Yesus Kristus
J : Amin
2. Jemaat menyanyi :
3. Doa :
PENDETA: Allah Bapa kami yang di sorga, kami mengucap syukur kepadaMu karena pada saat ini kami dapat mencari wajahMu dan dipimpin oleh FirmanMu.Tolonglah kami agar kami dapat mengarahkan pandangan kami kepada rahmat, karunia dan kebajikan yang Engkau sebarkan dari keturunan ke keturunan.Tundukkanlah hati kami di bawah FirmanMu, yang Engkau sampaikan pada kesempatan ini, agar kami mengerti maksudMu tentang titah pernikahan yang Engkau sendiri amanatkan. Kuatkanlah dan hiburkanlah kami melalui janji- janjiMu yang Engkau berikan di dalam titah pernikahan ini.Dalam nama Yesus Kristus, amin.
4. Pembacaan Alkitab
PENDETA:Berbahagialah orang yang mendengar Firman Tuhan dan melakukan dalam hidupnya sehari- hari
5. Khotbah.
6. Nyanyian jemaat/ paduan suara
7. Titah pernikahan
PENDETA: Jemaat mengadakan kebaktian khusus pada saat ini untuk menyaksikan dan mendukung dengan doa pernikahan saudara… dengan saudara … Hendaknya diketahui , bahwa pernikahan adalah sesuatu yang tidak boleh dilepaskan dari kehendak Tuhan. Pernikahan dimaksudkan sebagai perwujudan bentuk persekutuan yang khas dan langgeng antara pria dan wanita sebagai suami dan istri. Di dalam hubungan nikah ini keduanya dapat hidup sesuai dengan kehendak Allah untuk memberi dan menerima kasih dan kesetiaan, pertolongan dan pelayanan timbal balik, baik dalam kesenangan maupaun dalam kesukaran. Mengenai pernikahan ini, sejak pertama- tama menjadikan alam semesta, Allah berfirman: “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepandan dengan dia” (Kej 2:18). Selanjutnya Alkitab berkata:”Sebab itu seorang laki- laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging (Kej 2:24).Yesus sendiri menganggap dan melukiskan hubungan pria dan wanita dalam pernikahan sebagai ikatan kudus.Berkatalah Kristus : “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak bolah diceraikan manusia “ (Mat 19:6).Rasul Paulus menamakan kesatuan dalam pernikahan sebagai suatu rahasia, ia melukiskan hubungan suami istri dalam pernikahan sebagai hubungan antara Kristus dan jemaatNya (Ef 5:22-23)
Berdasarkan kesaksian Alkitab sebagaimana disebutkan tadi, maka hendaknya jemaat menganggap dan menilai arti pernikahan itu dengan setinggi-tingginya dengan disertai penuh hormat dan ucapan syukur.
Supaya saudara- saudara memelihara pernikahan saudara sesuai dengan kehendak Allah dan memperoleh berkatNya. Dari itu hendaklah saudara- saudara memahami tujuan pernikahan Yaitu :
· Suami istri mendasari pernikahan ini dengan Firman Tuhan yang mengajar kita untuk hidup dalam kasih agape yaitu kasih yang mau berkorban.
· Untuk mendapatkan ketentraman hidup rumah tangga pria dengan istrinya sendiri, wanita dengan suaminya sendiri dan masing- masing menjaga tubuhnya selaku tempat kediaman Roh Kudus (I Kor 6: 19)
· Ingatlah kamu ini bukan milikmu sendiri, tatapi yang sudah ditebus dengan harga yang mahal. Sebab itu muliakan Allah dengan tubuhmu (I Kor 6: 19b-20).
(Pendeta turun dari mimbar)
8. Pengucapan janji
(Kedua mempelai berdiri sambil berjabatan tangan secara bergantian mengucapkan janji) sebagai berikut:
Di hadapan Allah dan jemaat-Nya saya mengaku telah memilih….. sebagai istri/ suami ….Dan berjanji demi kebahagiaan kami berdua dengan kekuatan dan berkat dari pada Tuhan Yesus untuk mengendalikan diri dan bertanggungjawab, serta melindungi dan mendampingi dalam kasih, dan akan menerima keberadaannya baik fisik maupun mental, baik dalam kecukupan maupun dalam kekurangan sampai kematian memisahkan kami sebagai orang yang takut akan Tuhan dan akan hidup sesuai dengan isi Alkitab
9. Pemasangan Cincin
(Pemimpin memberikan cincin kepada mempelai pria untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai wanita, lalu memberikan cincin kepada mempelai wanita untuk dipasangkan pada jari manis kanan mempelai pria ).
10. Berkat Penumpangan Tangan
(Jemaat berdiri, kedua mempelai berlutut)
PENDETA : “Allah yang kudus dan yang telah menghubungkan saudara- saudara dalam kasih dan kesetiaan yang pohon kasih dan rahmat, yang telah memanggil saudara-saudara dalam pernikahan yang murni, kiranya mencurahkan berkatNya kepada saudara-saudara, amin.”
11. Nyanyian jemaat (Jemaat tetap berdiri sesudah ucapan berkat langsung menyanyikan Mazmur 134:3 /KJ 316:1,5)
12. Penyerahan Alkitab (PENDETA menyerahkan Alkitab yang telah disiapkan untuk diberikan kepada kedua mempelai , dengan didahului kata-kata : ) “Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah tidak boleh diceraikan oleh manusia “(Matius 19:6)
(Pendeta kembali ke mimbar bersama dengan MJ)
13. Paduan Suara
14. Doa Syafaat
15. Nyanyian Penutup (Jemaat berdiri)
16. Berkat
PENDETA : Tuhan kiranya memberkati saudara, Tuhan kiranya menerangi saudara dengan wajahNya dan mengasihani saudara.Tuhan kiranya menunjukkan wajahNya kepada saudara dan mengaruniakan selamat, amin
J : Amin, amin, amin.
Saat Teduh

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL