Tata Kebaktian Pemakaman - Pdt. Gerry Atje
Liturgi Pemakaman
A. DI RUMAH DUKA
1. Nyanyian Jemaat

2. Votum dan Salam
PF : Terpujilah Tuhan Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah Sumber segala penghiburan dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Baginyalah hormat dan kuasa yang kekal. Amin (Bnd. II Korintus 1:3-4; I Timotius 6:16).
3. Nyanyian Jemaat

4. Pemberitaan Firman
Doa
Pembacaan Alkitab
Khotbah

5. Paduan Suara

6. Doa

7. Nyanyian Jemaat

8. Kata-kata Penutup
PF : Baiklah kita sekarang berangkat, untuk membawa jenazah saudara kita ini ke tempat pemakaman. Maka jiwanya kita serahkan kepada rahmat Allah. “Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya.” Amin (Mazmur 121:8).
B. DI TEMPAT PEMAKAMAN
9. Nyanyian Jemaat
PF : Tuhan adalah pemilik hidup manusia, Ia juga yang telah memanggil saudara kita ini. Kita serahkan badannya kepada tanah, memang asal tubuh manusia. Pengharapan kita berdasar kepada Firman Tuhan, dikatakan oleh Kristus sendiri: ”Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh 11:25). “Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini” (Wahyu 14:13b). Syukur kepada Tuhan, Allah Bapa dalam Yesus Kristus, yang telah mengaruniakan kita pengharapan yang begitu besar di dalam dan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
10. Pembacaan Alkitab

11.Pengakuan Iman

12. Nyanyian Jemaat atau Paduan Suara

13. Doa Syafaat (Diakhiri dengan Doa Bapa Kami bersama-sama)

14. Nyanyian Jemaat


15. Penurunan Peti jenazah ke dalam lubang kubur
PF : Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama, Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidupnya, demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup (Bnd Kejadian 2:7). Namun kelak suatu saat manusia akan kembali kepada sang Penciptanya.
(Sambil melemparkan tanah ke dalam lubang kubur) “Yang asalnya daripada tanah, kembalilah kepada tanah, yang dari debu kembali kepada debu”.
16. Berkat
PF : Dan sejahtera Allah yang mengatasi segenap pengertian, akan melindungi hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Kiranya berkat dari Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus beserta saudara sekalian. Amin.
J : (Menyanyi) Amin ... Amin ... Amin.

Catatan:
1. Kebaktian pemakaman bagi Pendeta dan Anggota Majelis Jemaat yang berada dalam masa pelayanannya dilangsungkan di gedung gereja, kemudian sesudah itu diteruskan di tempat pemakaman.
2. Bagi anggota jemaat, kebaktian pemakaman dilangsungkan di rumah keluarga ybs; Hanya oleh karena alasan teknis (rumah keluarga ybs sempit) kebaktian bisa dilakukan di gereja, atas tanggung jawab Majelis Jemaat setempat.
3. Daftar riwayat hidup (Biodata) almarhum/ah sebaiknya disampaikan di rumah. Sedangkan untuk Pendeta atau Pejabat GKP dapat disampaikan di gereja (bila disemayamkan atau dibawa ke gereja). Sambutan atau ucapan terimakasih dari keluarga disampaikan di tempat pemakaman.
4. Untuk pemakaman yang dilakukan dengan cara kremasi, tetap memakai Tata Cara Kebaktian Pemakaman yang ada, hanya untuk no. 15, tidak melakukan penurunan peti jenazah. Namun cara yang dilakukan tetap sama, dan pemimpin mempersiapkan atau membawa tanah terlebih dahulu, untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkannya di krematorium.

Sumber: Buku Himpunan Tata Kebaktian Gereja Kristen Pasundan
Sumber gambar: Pixabay

Tata Kebaktian Pemakaman

Liturgi Pemakaman
A. DI RUMAH DUKA
1. Nyanyian Jemaat

2. Votum dan Salam
PF : Terpujilah Tuhan Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah Sumber segala penghiburan dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka yang berada dalam bermacam-macam penderitaan, dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah. Baginyalah hormat dan kuasa yang kekal. Amin (Bnd. II Korintus 1:3-4; I Timotius 6:16).
3. Nyanyian Jemaat

4. Pemberitaan Firman
Doa
Pembacaan Alkitab
Khotbah

5. Paduan Suara

6. Doa

7. Nyanyian Jemaat

8. Kata-kata Penutup
PF : Baiklah kita sekarang berangkat, untuk membawa jenazah saudara kita ini ke tempat pemakaman. Maka jiwanya kita serahkan kepada rahmat Allah. “Tuhan akan menjaga keluar masukmu dari sekarang sampai selama-lamanya.” Amin (Mazmur 121:8).
B. DI TEMPAT PEMAKAMAN
9. Nyanyian Jemaat
PF : Tuhan adalah pemilik hidup manusia, Ia juga yang telah memanggil saudara kita ini. Kita serahkan badannya kepada tanah, memang asal tubuh manusia. Pengharapan kita berdasar kepada Firman Tuhan, dikatakan oleh Kristus sendiri: ”Akulah kebangkitan dan hidup. Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati” (Yoh 11:25). “Berbahagialah orang-orang yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini” (Wahyu 14:13b). Syukur kepada Tuhan, Allah Bapa dalam Yesus Kristus, yang telah mengaruniakan kita pengharapan yang begitu besar di dalam dan oleh Tuhan kita Yesus Kristus.
10. Pembacaan Alkitab

11.Pengakuan Iman

12. Nyanyian Jemaat atau Paduan Suara

13. Doa Syafaat (Diakhiri dengan Doa Bapa Kami bersama-sama)

14. Nyanyian Jemaat


15. Penurunan Peti jenazah ke dalam lubang kubur
PF : Ketika Tuhan menciptakan manusia pertama, Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidupnya, demikianlah manusia itu menjadi mahluk yang hidup (Bnd Kejadian 2:7). Namun kelak suatu saat manusia akan kembali kepada sang Penciptanya.
(Sambil melemparkan tanah ke dalam lubang kubur) “Yang asalnya daripada tanah, kembalilah kepada tanah, yang dari debu kembali kepada debu”.
16. Berkat
PF : Dan sejahtera Allah yang mengatasi segenap pengertian, akan melindungi hati dan pikiran saudara di dalam Kristus Yesus. Kiranya berkat dari Allah Bapa dan Anak dan Roh Kudus beserta saudara sekalian. Amin.
J : (Menyanyi) Amin ... Amin ... Amin.

Catatan:
1. Kebaktian pemakaman bagi Pendeta dan Anggota Majelis Jemaat yang berada dalam masa pelayanannya dilangsungkan di gedung gereja, kemudian sesudah itu diteruskan di tempat pemakaman.
2. Bagi anggota jemaat, kebaktian pemakaman dilangsungkan di rumah keluarga ybs; Hanya oleh karena alasan teknis (rumah keluarga ybs sempit) kebaktian bisa dilakukan di gereja, atas tanggung jawab Majelis Jemaat setempat.
3. Daftar riwayat hidup (Biodata) almarhum/ah sebaiknya disampaikan di rumah. Sedangkan untuk Pendeta atau Pejabat GKP dapat disampaikan di gereja (bila disemayamkan atau dibawa ke gereja). Sambutan atau ucapan terimakasih dari keluarga disampaikan di tempat pemakaman.
4. Untuk pemakaman yang dilakukan dengan cara kremasi, tetap memakai Tata Cara Kebaktian Pemakaman yang ada, hanya untuk no. 15, tidak melakukan penurunan peti jenazah. Namun cara yang dilakukan tetap sama, dan pemimpin mempersiapkan atau membawa tanah terlebih dahulu, untuk mengantisipasi kesulitan mendapatkannya di krematorium.

Sumber: Buku Himpunan Tata Kebaktian Gereja Kristen Pasundan
Sumber gambar: Pixabay

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL