Yohanes 13:12-30 | Andai Anda Dia - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Andai Anda Dia
Yohanes 13:21-30


Mengawali renungan kita hari ini .. saya sangat tertarik untuk melihat kembali ayat 27b, ketika Yesus berkata: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
Ada satu yang menjadi pertanyaan saya sewaktu membaca ayat ini ...
mungkin ini juga menjadi pertanyaan bapak dan ibu ...

Mengapa Yesus mengeluarkan perkataan seperti itu kepada seseorang yang Dia tahu persis bahwa orang itu sedang merancangkan apa yang jahat, yang buruk kepada diri-Nya??? Yesus berkata seperti itu - "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." - kepada seorang Yudas!

Andai bapak dan ibu ada di posisi Yesus pada waktu itu, kira-kira apa yang akan kita lakukan - seandainya ada orang yang kita tahu punya rencana jahat dalam kehidupan kita??

Kalau kita lihat di tv, andai seseorang mengetahui bahwa ada orang lain yang sedang merancangkan sesuatu yang jahat dalam kehidupan dia, maka biasanya dia akan sebisa mungkin menghindari rancangan jahat itu ...

Atau bilang memungkinkan ... sebelum ada orang lain yang bisa berbuat jahat kepada hidupnya ... singkirkan saja orang yang mau berbuat jahat itu ... habis perkara!!

Akan tetapi, kenapa Yesus mengambil jalan yang jarang dilalui oleh kebanyakan orang?? Dalam perikop kita, Yesus tahu bahwa Yudas punya "rencana" - rencana yang buruk - dan di ayat ke 27, seakan-akan Yesus berkata kepada Yudas: "Kalau kamu memang mau merancangkan yang jahat, sesuatu yang buruk ... silahkan saja!"

Hari ini ada dua fakta yang mau kita renungkan bersama tentang pertanyaan kita bersama di ayat 27 tadi.

Fakta I

Ternyata, sebaik apapun kita berkarya, melayani, bekerja di tengah-tengah kehidupan bersama dengan orang lain: di kantor, di masyarakat .. di mana saja kita ada ... Akan selalu ada orang-orang yang tidak suka dengan apa yang kita kerjakan! Sebaik apapun kita ... semanis apapun senyuman yang kita berikan ... tetap aja buruk di mata mereka.

Hubungan persahabatan antara Yudas dengan Yesus mengalami konflik di situ ... Yesus berkarya, tetapi di mata Yudas, karya Yesus itu nol besar kalau Yesus tidak mampu memenuhi kerinduan banyak orang Israel pada zaman itu: berontak dari penjajah Romawi - Yesus jadi raja - Yudas jadi PM nya.

Itulah sebabnya Yudas merancang sesuatu yang Yudas harapkan dari situasi itu, Yesus berani untuk memulia perlawanan-Nya terhadap penjajahan Romawi ... Maka muncullah ide "pengkhianatan" itu.

Dengan kesadaran akan adanya situasi yang seburuk itu, dalam ayat 27 .. Yesus menyatakan kesiapan-Nya menghadapi segala kemungkinan!

Kemungkinan terbaik:
Yudas tobat, meninggalkan rancangan yang jahat itu.

Kemungkinan terburuk:
Yudas maju terus, dan yang buruk itu benar-benar terjadi -> Jalan Penderitaan menuju Salib. Dan Yesus siap menghadapi keduanya …

Kemungkinan terbaik:
Orang-orang yang mungkin sampai hari ini kita rasakan: "kok jahat bener sih ini orang", bisa jadi di hari-hari mendatang adalah sahabat terbaik kita!
Ohhh ... Tuhan ahlinya menghadapi situasi yang semacam itu, masalah perubahan drastis, Tuhan memang jagonya mengubah kehidupan seseorang menjadi lain sama sekali!

Sebut saja Saulus yang diubahkannya menjadi Paulus.
Dari "lawan" menjadi "kawan".
Sebut saja nama orang yang sekarang kita kasihi ... mungkin dulunya itu kita musuhan dengan mereka ...

itu kemungkinan terbaik,
Kalau kemungkinan terburuk?
Ya .. kemungkinan terburuknya di hina terus aja ... tertekan terus, dihantam terus ... tiap hari, tiap ketemu: TB! Tekanan Ba'atin!

Kabar buruknya:
Itulah jalan salib yang kita lalui. Jalan penderitaan yang sedang kita lewati dalam perjalanan hidup kita.

Akan tetapi, iman kita tidak berhenti di situ. Betul ada penderitaan, betul ada tekanan, pergumulan ... TETAPI,

I Petrus 1:11

Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

Jika kita mau teliti, jeli, menyadari bahwa ternyata melalui jalan penderitaan itu, Tuhan mau menunjukkan kepada kita "kemuliaan yang menyusul sesudah penderitaan yang kita alami sekarang".

Fakta II

Benar, orang-orang di luar sana mungkin bisa merancangkan sesuatu yang jahat dalam kehidupan kita ... sesuatu yang membuat kita bergumul berat, tertekan dan menderita ... Ayat 27, Yesus berani menyambut jalan salib itu .. karena Dia tahu, Bapa bisa berkarya - bahkan melalui rancangan keburukan yang diniatkan oleh orang lain - untuk menunjukkan rancangan damai sejahtera, rancangan kemuliaan yang akan hadir sesudah itu.

Bukankah hal ini yang menjadi sumber ketenangan kita.
Bahwa Allah sendiri tidak hanya berdiam diri, Dia berpikir keras - berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan kehidupan kita ... untuk membawa kita beralih dari penderitaan-penderitaan yang kita alami hari ini menuju kepada kemuliaan dibalik penderitaan itu.

Dalam Perjanjian Lama, Yusuf mengalami hal itu ...
Habis-habisan dia dikerjain sama saudara-saudaranya sendiri (sedarah daging) ... tapi Kejadian 50:20 Yusuf berani berkata:

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Yusuf menemukan kemuliaan dibalik derita yang telah dia alami dalam kehidupannya dahulu.

Yohanes 13:12-30 | Andai Anda Dia

Andai Anda Dia
Yohanes 13:21-30


Mengawali renungan kita hari ini .. saya sangat tertarik untuk melihat kembali ayat 27b, ketika Yesus berkata: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera."
Ada satu yang menjadi pertanyaan saya sewaktu membaca ayat ini ...
mungkin ini juga menjadi pertanyaan bapak dan ibu ...

Mengapa Yesus mengeluarkan perkataan seperti itu kepada seseorang yang Dia tahu persis bahwa orang itu sedang merancangkan apa yang jahat, yang buruk kepada diri-Nya??? Yesus berkata seperti itu - "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." - kepada seorang Yudas!

Andai bapak dan ibu ada di posisi Yesus pada waktu itu, kira-kira apa yang akan kita lakukan - seandainya ada orang yang kita tahu punya rencana jahat dalam kehidupan kita??

Kalau kita lihat di tv, andai seseorang mengetahui bahwa ada orang lain yang sedang merancangkan sesuatu yang jahat dalam kehidupan dia, maka biasanya dia akan sebisa mungkin menghindari rancangan jahat itu ...

Atau bilang memungkinkan ... sebelum ada orang lain yang bisa berbuat jahat kepada hidupnya ... singkirkan saja orang yang mau berbuat jahat itu ... habis perkara!!

Akan tetapi, kenapa Yesus mengambil jalan yang jarang dilalui oleh kebanyakan orang?? Dalam perikop kita, Yesus tahu bahwa Yudas punya "rencana" - rencana yang buruk - dan di ayat ke 27, seakan-akan Yesus berkata kepada Yudas: "Kalau kamu memang mau merancangkan yang jahat, sesuatu yang buruk ... silahkan saja!"

Hari ini ada dua fakta yang mau kita renungkan bersama tentang pertanyaan kita bersama di ayat 27 tadi.

Fakta I

Ternyata, sebaik apapun kita berkarya, melayani, bekerja di tengah-tengah kehidupan bersama dengan orang lain: di kantor, di masyarakat .. di mana saja kita ada ... Akan selalu ada orang-orang yang tidak suka dengan apa yang kita kerjakan! Sebaik apapun kita ... semanis apapun senyuman yang kita berikan ... tetap aja buruk di mata mereka.

Hubungan persahabatan antara Yudas dengan Yesus mengalami konflik di situ ... Yesus berkarya, tetapi di mata Yudas, karya Yesus itu nol besar kalau Yesus tidak mampu memenuhi kerinduan banyak orang Israel pada zaman itu: berontak dari penjajah Romawi - Yesus jadi raja - Yudas jadi PM nya.

Itulah sebabnya Yudas merancang sesuatu yang Yudas harapkan dari situasi itu, Yesus berani untuk memulia perlawanan-Nya terhadap penjajahan Romawi ... Maka muncullah ide "pengkhianatan" itu.

Dengan kesadaran akan adanya situasi yang seburuk itu, dalam ayat 27 .. Yesus menyatakan kesiapan-Nya menghadapi segala kemungkinan!

Kemungkinan terbaik:
Yudas tobat, meninggalkan rancangan yang jahat itu.

Kemungkinan terburuk:
Yudas maju terus, dan yang buruk itu benar-benar terjadi -> Jalan Penderitaan menuju Salib. Dan Yesus siap menghadapi keduanya …

Kemungkinan terbaik:
Orang-orang yang mungkin sampai hari ini kita rasakan: "kok jahat bener sih ini orang", bisa jadi di hari-hari mendatang adalah sahabat terbaik kita!
Ohhh ... Tuhan ahlinya menghadapi situasi yang semacam itu, masalah perubahan drastis, Tuhan memang jagonya mengubah kehidupan seseorang menjadi lain sama sekali!

Sebut saja Saulus yang diubahkannya menjadi Paulus.
Dari "lawan" menjadi "kawan".
Sebut saja nama orang yang sekarang kita kasihi ... mungkin dulunya itu kita musuhan dengan mereka ...

itu kemungkinan terbaik,
Kalau kemungkinan terburuk?
Ya .. kemungkinan terburuknya di hina terus aja ... tertekan terus, dihantam terus ... tiap hari, tiap ketemu: TB! Tekanan Ba'atin!

Kabar buruknya:
Itulah jalan salib yang kita lalui. Jalan penderitaan yang sedang kita lewati dalam perjalanan hidup kita.

Akan tetapi, iman kita tidak berhenti di situ. Betul ada penderitaan, betul ada tekanan, pergumulan ... TETAPI,

I Petrus 1:11

Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu.

Jika kita mau teliti, jeli, menyadari bahwa ternyata melalui jalan penderitaan itu, Tuhan mau menunjukkan kepada kita "kemuliaan yang menyusul sesudah penderitaan yang kita alami sekarang".

Fakta II

Benar, orang-orang di luar sana mungkin bisa merancangkan sesuatu yang jahat dalam kehidupan kita ... sesuatu yang membuat kita bergumul berat, tertekan dan menderita ... Ayat 27, Yesus berani menyambut jalan salib itu .. karena Dia tahu, Bapa bisa berkarya - bahkan melalui rancangan keburukan yang diniatkan oleh orang lain - untuk menunjukkan rancangan damai sejahtera, rancangan kemuliaan yang akan hadir sesudah itu.

Bukankah hal ini yang menjadi sumber ketenangan kita.
Bahwa Allah sendiri tidak hanya berdiam diri, Dia berpikir keras - berjuang sekuat tenaga untuk menyelamatkan kehidupan kita ... untuk membawa kita beralih dari penderitaan-penderitaan yang kita alami hari ini menuju kepada kemuliaan dibalik penderitaan itu.

Dalam Perjanjian Lama, Yusuf mengalami hal itu ...
Habis-habisan dia dikerjain sama saudara-saudaranya sendiri (sedarah daging) ... tapi Kejadian 50:20 Yusuf berani berkata:

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar.

Yusuf menemukan kemuliaan dibalik derita yang telah dia alami dalam kehidupannya dahulu.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER