Mazmur 119:9-16 | Tergantung! - Pdt. Gerry Atje
Tergantung!
Mazmur 119:9-16


Bagian perikop yang kita baca adalah bagian kecil dari keseluruhan ayat yang terdapat dalam pasal 119. Delapan ayat dari total 176 ayat. Dan seluruh ayat, 176 ayat itu, semuanya mengarah pada satu pokok perenungan: "Bahagianya orang yang hidup menurut Firman Tuhan".

Inget lagu: "Firman-Mu P'lita bagi kakiku, terang bagi jalanku" ... nah itu ada di ayat 105.

Bagian perikop kita diawali dengan sebuah pertanyaan:
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?

Lalu dijawab:
Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Hidup yang berdasar kepada Firman Tuhan, itulah yang menjadi sumber kebahagiaan kita ...

Saya ingat kali pertama keluarga kami punya komputer dulu, komputer second, zaman saya masih smp dulu ... biar komputernya second juga .. pas dianterin ke rumah .. wah, kami senengnya luarbiasa ...

Akan tetapi, sehari, dua hari, seminggu, sebulan ... ternyata itu komputer gak pernah diapa-apain! Kenapa? Karena saya bingung, gak tahu harus diapain itu komputernya, gmana cara menggunakannya masih gak tahu ... ditambah lagi gak ada buku petunjuknya waktu itu. Takut salah, takut rusak ...

Yang saya mau katakan adalah kalau kita baru berbicara tentang komputer aja udah sebingung itu dan serumit itu ... apa ya gak lebih ngebingungin lagi dan lebih rumit lagi kalau kita berbicara tentang kehidupan ...
?? Kenapa harus begini, kenapa begitu ??
?? Harus bagaimana, harus apa ??
?? Mau ke mana, ngapain ??
Saat kehidupan menjadi tidak masuk akal
Saat kehidupan tidak seperti yang kita bayangkan
Saat-saat kehidupan berada di titik terendah ..

Betapa bersyukurnya kita karena kita memiliki "Buku Petunjuk" untuk menghadapi itu semua.
Alkitab, Firman Tuhan ... itulah Buku Petunjuk kita.

Pertanyaan pentingnya adalah
Apakah memang benar Firman Tuhan bisa memiliki efek sedemikian hebatnya dan kuatnya untuk "menjaga kelakuan tetap bersih"??? Atau dalam bahasa pasal 119 secara keseluruhan: Apakah memang benar Firman Tuhan bisa memiliki efek sedemikian hebatnya dan kuatnya untuk meraih hidup bahagia???
Jawabannya???
TERGANTUNG!!!

Ibarat orang lagi sakit batuk, obatnya itu sudah ada
Ibarat komputer baru, buku petunjuknya itu sudah ada
Akan tetapi,
Masalah obatnya diminum atau tidak,
Masalah buku petunjuknya itu di baca atau enggak ...
Itu kan murni tergantung kitanya

Alkitabnya sudah ada, Firman Tuhan sudah ada ...
Mulailah mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan,
petunjuk Tuhan dalam kehidupan kita ...

Ayat 10
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau,
janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

Masalahnya kan biasanya kita ini sudah baca nih, sudah mulai mencari .. tapi kok ya tetep bingung ya???
Pernahkan ya kita baca Alkitab trus kita gak ngerti maksudnya apa itu yang kita baca???
Dan itu yang bikin kita malas baca lagi!

Di sinilah gunanya persekutuan - hidup berjemaat ... kita gak sendirian, kita ada bersama-sama saudara dan saudari kita yang punya tujuan satu ... berusaha untuk menemukan kehendak Tuhan dan berjuang untuk meraih kebahagiaan hidup bersama-sama dengan Tuhan ...

Makanya diadakan beragam kebaktian, persekutuan, kegiatan-kegiatan .. kan tujuannya ke sono! Masalah datang atau enggaknya kita ... nah itu kan tergantung kitanya lagi.

Hal yang kedua,
Saya tertarik dengan kalimat: MENYIMPAN JANJI TUHAN!

Ayat 11
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,
supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Dulu saya pernah pimpin kebaktian lansia di satu jemaat.
Yang mengagetkan saya waktu itu adalah ketika liturgosnya tiba-tiba bertanya kepada jemaat lansia yang hadir pada waktu itu:

"Aki nini, oma opa ... kalau besok Tuhan panggil kita apakah kita siap???" "SIAPPPP!!!" respon jemaat lansia
"Gak takutt????" "ENGGAAKKK!!!" direspon lagi dengan suara serentak
"Yakin?" "YAKINNNNN!!!"

Apa yang terjadi waktu itu?
Mereka sudah menyimpan JANJI TUHAN itu di dalam hati mereka! Pulang ke sorga, bukan ke tempat yang lain! Makanya mereka siap, mereka gak takut ... Karena JANJI-NYA itu memberi kekuatan dan keyakinan abadi!

Bapak dan ibu ... apa yang Tuhan janjikan untuk kehidupan kita saat ini??
Apakah masih tersimpan dengan baik JANJI-NYA itu di hati kita untuk kita lihat penggenapan JANJI TUHAN itu ke dalam kehidupan kita??

Kembali lagi: Tergantung kita.

Mazmur 119:9-16 | Tergantung!

Tergantung!
Mazmur 119:9-16


Bagian perikop yang kita baca adalah bagian kecil dari keseluruhan ayat yang terdapat dalam pasal 119. Delapan ayat dari total 176 ayat. Dan seluruh ayat, 176 ayat itu, semuanya mengarah pada satu pokok perenungan: "Bahagianya orang yang hidup menurut Firman Tuhan".

Inget lagu: "Firman-Mu P'lita bagi kakiku, terang bagi jalanku" ... nah itu ada di ayat 105.

Bagian perikop kita diawali dengan sebuah pertanyaan:
Dengan apakah seorang muda mempertahankan kelakuannya bersih?

Lalu dijawab:
Dengan menjaganya sesuai dengan firman-Mu.

Hidup yang berdasar kepada Firman Tuhan, itulah yang menjadi sumber kebahagiaan kita ...

Saya ingat kali pertama keluarga kami punya komputer dulu, komputer second, zaman saya masih smp dulu ... biar komputernya second juga .. pas dianterin ke rumah .. wah, kami senengnya luarbiasa ...

Akan tetapi, sehari, dua hari, seminggu, sebulan ... ternyata itu komputer gak pernah diapa-apain! Kenapa? Karena saya bingung, gak tahu harus diapain itu komputernya, gmana cara menggunakannya masih gak tahu ... ditambah lagi gak ada buku petunjuknya waktu itu. Takut salah, takut rusak ...

Yang saya mau katakan adalah kalau kita baru berbicara tentang komputer aja udah sebingung itu dan serumit itu ... apa ya gak lebih ngebingungin lagi dan lebih rumit lagi kalau kita berbicara tentang kehidupan ...
?? Kenapa harus begini, kenapa begitu ??
?? Harus bagaimana, harus apa ??
?? Mau ke mana, ngapain ??
Saat kehidupan menjadi tidak masuk akal
Saat kehidupan tidak seperti yang kita bayangkan
Saat-saat kehidupan berada di titik terendah ..

Betapa bersyukurnya kita karena kita memiliki "Buku Petunjuk" untuk menghadapi itu semua.
Alkitab, Firman Tuhan ... itulah Buku Petunjuk kita.

Pertanyaan pentingnya adalah
Apakah memang benar Firman Tuhan bisa memiliki efek sedemikian hebatnya dan kuatnya untuk "menjaga kelakuan tetap bersih"??? Atau dalam bahasa pasal 119 secara keseluruhan: Apakah memang benar Firman Tuhan bisa memiliki efek sedemikian hebatnya dan kuatnya untuk meraih hidup bahagia???
Jawabannya???
TERGANTUNG!!!

Ibarat orang lagi sakit batuk, obatnya itu sudah ada
Ibarat komputer baru, buku petunjuknya itu sudah ada
Akan tetapi,
Masalah obatnya diminum atau tidak,
Masalah buku petunjuknya itu di baca atau enggak ...
Itu kan murni tergantung kitanya

Alkitabnya sudah ada, Firman Tuhan sudah ada ...
Mulailah mencari apa yang menjadi kehendak Tuhan,
petunjuk Tuhan dalam kehidupan kita ...

Ayat 10
Dengan segenap hatiku aku mencari Engkau,
janganlah biarkan aku menyimpang dari perintah-perintah-Mu.

Masalahnya kan biasanya kita ini sudah baca nih, sudah mulai mencari .. tapi kok ya tetep bingung ya???
Pernahkan ya kita baca Alkitab trus kita gak ngerti maksudnya apa itu yang kita baca???
Dan itu yang bikin kita malas baca lagi!

Di sinilah gunanya persekutuan - hidup berjemaat ... kita gak sendirian, kita ada bersama-sama saudara dan saudari kita yang punya tujuan satu ... berusaha untuk menemukan kehendak Tuhan dan berjuang untuk meraih kebahagiaan hidup bersama-sama dengan Tuhan ...

Makanya diadakan beragam kebaktian, persekutuan, kegiatan-kegiatan .. kan tujuannya ke sono! Masalah datang atau enggaknya kita ... nah itu kan tergantung kitanya lagi.

Hal yang kedua,
Saya tertarik dengan kalimat: MENYIMPAN JANJI TUHAN!

Ayat 11
Dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu,
supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.

Dulu saya pernah pimpin kebaktian lansia di satu jemaat.
Yang mengagetkan saya waktu itu adalah ketika liturgosnya tiba-tiba bertanya kepada jemaat lansia yang hadir pada waktu itu:

"Aki nini, oma opa ... kalau besok Tuhan panggil kita apakah kita siap???" "SIAPPPP!!!" respon jemaat lansia
"Gak takutt????" "ENGGAAKKK!!!" direspon lagi dengan suara serentak
"Yakin?" "YAKINNNNN!!!"

Apa yang terjadi waktu itu?
Mereka sudah menyimpan JANJI TUHAN itu di dalam hati mereka! Pulang ke sorga, bukan ke tempat yang lain! Makanya mereka siap, mereka gak takut ... Karena JANJI-NYA itu memberi kekuatan dan keyakinan abadi!

Bapak dan ibu ... apa yang Tuhan janjikan untuk kehidupan kita saat ini??
Apakah masih tersimpan dengan baik JANJI-NYA itu di hati kita untuk kita lihat penggenapan JANJI TUHAN itu ke dalam kehidupan kita??

Kembali lagi: Tergantung kita.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email