Video Kamera - Pdt. Gerry Atje
Aku suka mengabadikan berbagai peristiwa melalui video camera ini ... Hampir semua peristiwa kurekam dan kusimpan semua datanya. Ya! Hampir semua peristiwa!
Suatu hari ada seseorang yang bertanya kepadaku: "Apakah engkau mengasihi aku seperti layaknya Aku mengasihimu?" Tidak tergesa aku menjawab pertanyaan itu, ku ambil dulu satu video rekamanku, ku lihat judulnya: "Aku tenggelam karena ragu-ragu", dan ku putar ... Lalu ku jawab Dia: "Benar, aku mengasihi-Mu ... aku mengasihi-Mu layaknya seorang sahabat"
Kali keduanya Dia bertanya kepadaku dan masih menggunakan pola pertanyaan yang sama:"Apakah engkau mengasihi aku seperti layaknya Aku mengasihimu?" ... Aku kembali melihat video rekamanku, ku putar satu datanya: "Sok tahunya aku ini" ... ku jawab pertanyaan-Nya: "Benar, aku mengasihi-Mu ... aku mengasihi-Mu layaknya seorang sahabat"
Aku heran karena Dia kembali bertanya untuk ketigakalinya kepadaku, tapi kali ini ada yang berbeda. Dia tidak lagi bertanya menggunakan kata "kasih agape", tetapi Dia bertanya kepadaku: "Apakah engkau benar-benar mengasihi-Ku layaknya seorang sahabat?"
Baru saja mau ku ambil satu lagi data rekamanku yang berjudul: "Penyangkalanku", ... Aku mendengar suara-Nya berbisik: "Tak perlu kau ingat lagi peristiwa yang kemarin itu sahabat-Ku ... ikutlah Aku, Aku mau mempercayakan satu tugas untukmu".
Satu hal yang ku ingat dari peristiwa itu: "Semua data di video rekamanku tentang yang kemarin itu tidaklah sepenting kasih-Nya yang tetap Dia tunjukkan dan berikan kepadaku ... di sepanjang kehidupanku."
berefleksi di pinggir danau,
Ptr.


------------
Yohanes 21:15-19

Video Kamera

Aku suka mengabadikan berbagai peristiwa melalui video camera ini ... Hampir semua peristiwa kurekam dan kusimpan semua datanya. Ya! Hampir semua peristiwa!
Suatu hari ada seseorang yang bertanya kepadaku: "Apakah engkau mengasihi aku seperti layaknya Aku mengasihimu?" Tidak tergesa aku menjawab pertanyaan itu, ku ambil dulu satu video rekamanku, ku lihat judulnya: "Aku tenggelam karena ragu-ragu", dan ku putar ... Lalu ku jawab Dia: "Benar, aku mengasihi-Mu ... aku mengasihi-Mu layaknya seorang sahabat"
Kali keduanya Dia bertanya kepadaku dan masih menggunakan pola pertanyaan yang sama:"Apakah engkau mengasihi aku seperti layaknya Aku mengasihimu?" ... Aku kembali melihat video rekamanku, ku putar satu datanya: "Sok tahunya aku ini" ... ku jawab pertanyaan-Nya: "Benar, aku mengasihi-Mu ... aku mengasihi-Mu layaknya seorang sahabat"
Aku heran karena Dia kembali bertanya untuk ketigakalinya kepadaku, tapi kali ini ada yang berbeda. Dia tidak lagi bertanya menggunakan kata "kasih agape", tetapi Dia bertanya kepadaku: "Apakah engkau benar-benar mengasihi-Ku layaknya seorang sahabat?"
Baru saja mau ku ambil satu lagi data rekamanku yang berjudul: "Penyangkalanku", ... Aku mendengar suara-Nya berbisik: "Tak perlu kau ingat lagi peristiwa yang kemarin itu sahabat-Ku ... ikutlah Aku, Aku mau mempercayakan satu tugas untukmu".
Satu hal yang ku ingat dari peristiwa itu: "Semua data di video rekamanku tentang yang kemarin itu tidaklah sepenting kasih-Nya yang tetap Dia tunjukkan dan berikan kepadaku ... di sepanjang kehidupanku."
berefleksi di pinggir danau,
Ptr.


------------
Yohanes 21:15-19

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


Terima Renungan Melalui Email