Matius 16:21-23 | Meneguhkan Hati, Berjalan bersama Yesus, Hadapi Penderitaan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

Matius 16:21-23 | Meneguhkan Hati, Berjalan bersama Yesus, Hadapi Penderitaan

Meneguhkan Hati, Berjalan bersama Yesus, Hadapi Penderitaan
Matius 16:21-23

I. Pembukaan

Adalah seorang gadis yang dibesarkan dalam keluarga yang masih menganut kepercayaan para leluhur. Namun, sejak kecil gadis ini sudah mengenal Injil lewat Sekolah Minggu yang diikutinya, bahkan ia sudah menerima sakramen baptis 3 tahun yang lalu.

Gadis ini menjalin hubungan dengan seorang pendeta muda. Karena merasa ada kecocokan dan saling mencintai, mereka pun memutuskan untuk menikah. Ketika gadis tersebut menyatakan keinginan mereka kepada ayahnya, sang ayah berkata: “Mei Mei, Markus mungkin pemuda yang baik, pengkhotbah yang cemerlang, tetapi apakah engkau sungguh-sungguh sudah mengenal dia? Ingat, kita sama sekali tidak tahu latar belakang keluarganya bagaimana!”

Gadis itu pun menjawab: “Mungkin tidak, Papa. Tetapi saya tahu persis ke mana ia pergi dan saya ingin pergi bersama dengan dia.”

II. Penjelasan Bahan

Semakin lama seseorang membangun hubungan dengan seorang yang lain, seharusnya membuat orang itu menjadi semakin mengetahui dan menyadari jauh lebih dalam lagi tentang perilaku dan kebiasaan, sikap bahkan tujuan hidup dari orang tersebut – seperti cerita tentang gadis dan pendeta muda itu … (contoh sehari-hari yang lain?)

Petrus, tokoh utama yang ada dalam pembacaaan Alkitab kita, bukan tergolong ‘orang baru’ yang mengikut jalan Tuhan pada waktu itu. Akan tetapi bila kita membaca perikop kita hari ini dan menemukan hardikan Yesus yang keras kepada Petrus: “Enyahlah iblis! Engkau batu sandungan bagi-Ku!” … ternyata sampai selama itu Petrus mengikuti jalan Tuhan, sampai sejauh itu pula Petrus belum benar-benar mengenali tujuan, visi dan misi Yesus!

Hati Petrus tidak kuat untuk menerima berita tentang jalan penderitaan yang akan dialami oleh Guru-nya itu (ayat 21). Apa yang Petrus bayangkan selama ini tentang masa depan kehidupannya bersama dengan ‘kelompok Yesus’ … bahwa Yesus itu calon pemimpin baru Israel, calon raja Israel … ternyata, pikiran itu tidak sama dengan apa yang ada dalam pikiran Yesus (ayat 23).

III. Meneguhkan Hati, Berjalan dengan Yesus, Hadapi Penderitaan

Dalam kehidupan keseharian kita, seringkali kita berjumpa dengan Petrus-Petrus modern yang hidup di masa kini. Mereka akan mengatakan kepada kita juga ketika kita mengalami penderitaan: “Penderitaan sekali-kali takkan menimpa engkau! … Allah akan menjauhkan penderitaan dalam hidupmu jika engkau tidak berlaku cela dihadapan-Nya!” terdengar akrab di telinga kita?

Bukankah banyak orang di masa sekarang ini yang seringkali mengaitkan ‘kesuksesan hidup duniawi’ sebagai bukti bahwa ‘hidupnya diberkati oleh Allah’ (dan sebaliknya: penderitaan = karena dosa, - ingat kasus ayub)?? Jadi kalau Anda hidup menderita saat ini, segeralah pengakuan dosa supaya Anda bisa diselamatkan oleh Allah – begitu ‘motto mereka’

Hal ini terlihat bertolak belakang dengan apa yang Yesus sampaikan kepada kita di dalam ayat 21 (baca …). Justru jalan penderitaan itulah yang Yesus percaya sebagai jalan untuk dapat menemukan … (ingat khotbah minggu kemarin) kemuliaan di balik situasi penderitaan yang harus Dia alami itu (ayat 21).

Sebagai orang percaya kita semua mengaminkan bahwa kita memiliki hidup berkemenangan di dalam Tuhan. Akan tetapi, bagi Yesus, anugerah hidup berkemenangan yang Dia berikan untuk kita sekarang, harus Dia bayar dengan jalan penderitaan.

Dengan kata lain, Yesus mau menunjukkan kepada kita dalam ayat 21 – ada harga yang harus dibayar untuk dapat melihat kemuliaan yang Tuhan sediakan dibalik penderitaan itu.

Sekarang, bersediakah kita untuk meneguhkan hati kita, seperti Yesus meneguhkan hati-Nya ‘menyambut jalan penderitaan’ yang akan atau sedang kita hadapi saat ini?

Pokok Diskusi

Hal-hal apa saja yang dapat meneguhkan hati kita dalam menghadapi penderitaan yang kita alami saat ini?

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER