Markus 6:35-44 | Melampaui Keterbatasan - Pdt. Gerry Atje

    Social Items

lima roti dan dua ikan
Melampaui Keterbatasan
Markus 6:35-44

“Di masa kini, sulit terulang lagi sepertinya apa yang dialami oleh murid-murid Yesus dan lebih dari 5000 orang yang datang dan menyaksikan ‘mujizat’ hanya dengan 5 roti dan 2 ikan tapi sanggup mengenyangkan ribuan orang bahkan masih tersisa 12 bakul penuh roti dan ikan setelah selesai mereka makan.” Begitu kata seorang bapak ketika mendengar kisah Yesus memberi makan 5000 orang ini.

“Mujizat makan sampai kenyangnya sih masih terjadi sampai hari ini, tapi itu tuh … sisa 12 bakul!!! Boro-boro sisa 12 bakul, semuanya habis dibungkus, dibawa pulang sama orang-orang, kalo ‘ngeliat makanannya masih ada sisa, langsung siap plastik, Koran, tas, atau apalah yang bisa jadi bungkusan – jadi habis deh, tak tersisa.”

… hari minggu yang lalu kita bersama-sama sudah membahas kisah Yesus memberi makan 5000 orang ini. Dari 5 roti + 2 ikan, menjadi cukup untuk 5000-an orang, bahkan sisa 12 bakul penuh. Bila kita mau menggambarkan penghitungan matematisnya mungkin begini: (5+2) – 5000 = 12 bakul penuh…

Dari ungkapan kekuatiran “haruskah kami membeli roti seharga 200 dinar untuk member 5000an orang ini makan?” menjadi: “Wow, ternyata masih sisa 12 bakul penuh! Luar biasa!” (mungkinkah hal itu yang dipikirkan oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka selesai menikmati mujizat Yesus?)

Hal yang menarik yang mau kita renungkan sekarang adalah, sama seperti murid-murid-Nya dahulu ketika mereka melihat atau mendengar bahwa: “ada ribuan orang yang sudah kelaparan sejak pagi sampai malam begini dan orang banyak itu menjadi tanggung jawab murid-murid untuk memberi mereka makan” …

Yesus melihat bahwa inilah salah satu kesempatan untuk merasakan dan menikmati sendiri bagaimana kuasa dan karya Allah terjadi di dalam kehidupan mereka. Akan tetapi sayangnya, seringkali orang-orang berlaku layaknya para murid yang hanya mengandalkan perhitungan manusiawi mereka semata.

Hal inilah yang seringkali membuat kita hanya melihat tantangan yang ada dalam kehidupan kita sebagai masalah besar, karena menurut perhitungan matematis manusiawi kita, hal itu tidak mungkin terlaksana atau terpecahkan. Ayat 38: “berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa?” …

Tuhan tidak meminta kita untuk menyediakan atau mencari 5000 roti yang pastinya tidak ada dalam ‘kantong’ murid-murid pada waktu itu, Dia hanya meminta kita untuk memeriksa roti yang ada dalam perbekalan kita. “(hanya ada) 5 roti dan 2 ikan, Tuhan.”

Kalau saya membayangkan murid-murid pada waktu menyerahkan 5 roti dan 2 ikan wajah mereka itu wajah yang sedih, merasa tidak mampu berbuat apa-apa, merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu sangat-sangat terbatas dengan hanya mengandalkan 5 roti dan 2 ikan.

Satu yang patut kita angkat jempol kepada murid-murid saat mereka menyerahkan 5 roti dan 2 ikan itu kepada Yesus. Mereka berhenti berbantah-bantahan dengan Yesus tentang keterbatasan mereka, tentang ketidakmampuan mereka. Mereka tidak lagi melihat keterbatasan dalam ‘kantung’ mereka dan dalam 5 roti dan 2 ikan itu lagi, melainkan mereka beralih kepada: mulai melakukan sesuatu dan mulai bekerja bersama Yesus di dalam keterbatasan yang ada dalam situasi mereka waktu itu. Mereka mulai berani untuk melampaui perasaan terbatas yang sangat kuat hadir dalam diri mereka waktu itu.

Satu hal yang mau kita renungkan hari ini adalah: Jika yang kita lihat dalam hidup kita sekarang ternyata ada begitu banyak hal yang membuat kita merasa diri ini sangat terbatas, sangat tidak mampu untuk melawan sebuah persoalan yang datang dalam hidup kita. Lalu kita mulai berpikir bahwa: “rasanya kepercayaan Tuhan kepadaku sangat berlebihan sehingga Dia dengan sangat percayanya meminta aku untuk melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil untuk ditaklukan.”

Mulailah yakinkan diri kita bahwa keterbatasan diri kita sama sekali tidak membuat karya Allah juga menjadi terbatas dalam hidup kita! Tetaplah memberikan ruang bagi Dia untuk membawa kita melampaui keterbatasan-keterbatasan kita, sehingga kita bisa melihat senyuman-Nya dan berkata:
Sudahkah kamu melihatnya? 12 bakul yang aku mau tunjukkan kepadamu?”

Markus 6:35-44 | Melampaui Keterbatasan

lima roti dan dua ikan
Melampaui Keterbatasan
Markus 6:35-44

“Di masa kini, sulit terulang lagi sepertinya apa yang dialami oleh murid-murid Yesus dan lebih dari 5000 orang yang datang dan menyaksikan ‘mujizat’ hanya dengan 5 roti dan 2 ikan tapi sanggup mengenyangkan ribuan orang bahkan masih tersisa 12 bakul penuh roti dan ikan setelah selesai mereka makan.” Begitu kata seorang bapak ketika mendengar kisah Yesus memberi makan 5000 orang ini.

“Mujizat makan sampai kenyangnya sih masih terjadi sampai hari ini, tapi itu tuh … sisa 12 bakul!!! Boro-boro sisa 12 bakul, semuanya habis dibungkus, dibawa pulang sama orang-orang, kalo ‘ngeliat makanannya masih ada sisa, langsung siap plastik, Koran, tas, atau apalah yang bisa jadi bungkusan – jadi habis deh, tak tersisa.”

… hari minggu yang lalu kita bersama-sama sudah membahas kisah Yesus memberi makan 5000 orang ini. Dari 5 roti + 2 ikan, menjadi cukup untuk 5000-an orang, bahkan sisa 12 bakul penuh. Bila kita mau menggambarkan penghitungan matematisnya mungkin begini: (5+2) – 5000 = 12 bakul penuh…

Dari ungkapan kekuatiran “haruskah kami membeli roti seharga 200 dinar untuk member 5000an orang ini makan?” menjadi: “Wow, ternyata masih sisa 12 bakul penuh! Luar biasa!” (mungkinkah hal itu yang dipikirkan oleh murid-murid-Nya pada waktu mereka selesai menikmati mujizat Yesus?)

Hal yang menarik yang mau kita renungkan sekarang adalah, sama seperti murid-murid-Nya dahulu ketika mereka melihat atau mendengar bahwa: “ada ribuan orang yang sudah kelaparan sejak pagi sampai malam begini dan orang banyak itu menjadi tanggung jawab murid-murid untuk memberi mereka makan” …

Yesus melihat bahwa inilah salah satu kesempatan untuk merasakan dan menikmati sendiri bagaimana kuasa dan karya Allah terjadi di dalam kehidupan mereka. Akan tetapi sayangnya, seringkali orang-orang berlaku layaknya para murid yang hanya mengandalkan perhitungan manusiawi mereka semata.

Hal inilah yang seringkali membuat kita hanya melihat tantangan yang ada dalam kehidupan kita sebagai masalah besar, karena menurut perhitungan matematis manusiawi kita, hal itu tidak mungkin terlaksana atau terpecahkan. Ayat 38: “berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa?” …

Tuhan tidak meminta kita untuk menyediakan atau mencari 5000 roti yang pastinya tidak ada dalam ‘kantong’ murid-murid pada waktu itu, Dia hanya meminta kita untuk memeriksa roti yang ada dalam perbekalan kita. “(hanya ada) 5 roti dan 2 ikan, Tuhan.”

Kalau saya membayangkan murid-murid pada waktu menyerahkan 5 roti dan 2 ikan wajah mereka itu wajah yang sedih, merasa tidak mampu berbuat apa-apa, merasa bahwa apa yang mereka lakukan itu sangat-sangat terbatas dengan hanya mengandalkan 5 roti dan 2 ikan.

Satu yang patut kita angkat jempol kepada murid-murid saat mereka menyerahkan 5 roti dan 2 ikan itu kepada Yesus. Mereka berhenti berbantah-bantahan dengan Yesus tentang keterbatasan mereka, tentang ketidakmampuan mereka. Mereka tidak lagi melihat keterbatasan dalam ‘kantung’ mereka dan dalam 5 roti dan 2 ikan itu lagi, melainkan mereka beralih kepada: mulai melakukan sesuatu dan mulai bekerja bersama Yesus di dalam keterbatasan yang ada dalam situasi mereka waktu itu. Mereka mulai berani untuk melampaui perasaan terbatas yang sangat kuat hadir dalam diri mereka waktu itu.

Satu hal yang mau kita renungkan hari ini adalah: Jika yang kita lihat dalam hidup kita sekarang ternyata ada begitu banyak hal yang membuat kita merasa diri ini sangat terbatas, sangat tidak mampu untuk melawan sebuah persoalan yang datang dalam hidup kita. Lalu kita mulai berpikir bahwa: “rasanya kepercayaan Tuhan kepadaku sangat berlebihan sehingga Dia dengan sangat percayanya meminta aku untuk melakukan sesuatu yang tampaknya mustahil untuk ditaklukan.”

Mulailah yakinkan diri kita bahwa keterbatasan diri kita sama sekali tidak membuat karya Allah juga menjadi terbatas dalam hidup kita! Tetaplah memberikan ruang bagi Dia untuk membawa kita melampaui keterbatasan-keterbatasan kita, sehingga kita bisa melihat senyuman-Nya dan berkata:
Sudahkah kamu melihatnya? 12 bakul yang aku mau tunjukkan kepadamu?”

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER