Doa Seorang Sahabat - Pdt. Gerry Atje
Tuhan, tahukah Engkau betapa beratnya hati ini ketika aku mendengar apa yang Engkau perintahkan kepadaku? Bukankah Engkau sendiri yang berjanji kepadaku bahwa keturunanku nanti akan menjadi suatu bangsa yang besar?

Kulihat langit penuh bintang malam ini Tuhan, sungguh ku tak sanggup untuk menghitung banyaknya jumlah bintang di langit malam ini. Bukankah itu janji-Mu kepadaku? Keturunanku? Bintangku? Satu bintang terang bersinar, bintang tunggalku, kebanggaanku, hartaku, harapanku, Janji-Mu!

Tuhan, tolong jelaskan padaku apa yang harus ku katakan kepada istriku yang ku kasihi. Tolong rangkaikan kata untuk ku ucapkan kepada anak kekasihku, bintang hidupku.

Sebab, bibir tak lagi kuasa merangkai bahasa 'tuk ungkapkan apa yang Kau perintahkan kepadaku ...

Perjalanan panjang kan ku tempuh tuk memburu bulan, ribuan kaki kan kujalani demi menjaring matahari. Dapatkah itu kulakukan ganti pinta-Mu kepadaku?

Pikiranku melayang-layang mencari tempat tuk sembunyi, tapi hatiku terpaut pada-Mu.

Mencari satu alasan, cukup satu alasan untuk lari dan pergi jauh, namun tiada kujumpai. Karena Engkau tak pernah mengecewakan.

Doa Seorang Sahabat

Tuhan, tahukah Engkau betapa beratnya hati ini ketika aku mendengar apa yang Engkau perintahkan kepadaku? Bukankah Engkau sendiri yang berjanji kepadaku bahwa keturunanku nanti akan menjadi suatu bangsa yang besar?

Kulihat langit penuh bintang malam ini Tuhan, sungguh ku tak sanggup untuk menghitung banyaknya jumlah bintang di langit malam ini. Bukankah itu janji-Mu kepadaku? Keturunanku? Bintangku? Satu bintang terang bersinar, bintang tunggalku, kebanggaanku, hartaku, harapanku, Janji-Mu!

Tuhan, tolong jelaskan padaku apa yang harus ku katakan kepada istriku yang ku kasihi. Tolong rangkaikan kata untuk ku ucapkan kepada anak kekasihku, bintang hidupku.

Sebab, bibir tak lagi kuasa merangkai bahasa 'tuk ungkapkan apa yang Kau perintahkan kepadaku ...

Perjalanan panjang kan ku tempuh tuk memburu bulan, ribuan kaki kan kujalani demi menjaring matahari. Dapatkah itu kulakukan ganti pinta-Mu kepadaku?

Pikiranku melayang-layang mencari tempat tuk sembunyi, tapi hatiku terpaut pada-Mu.

Mencari satu alasan, cukup satu alasan untuk lari dan pergi jauh, namun tiada kujumpai. Karena Engkau tak pernah mengecewakan.

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


TERIMA RENUNGAN MELALUI EMAIL