Pra Eksistensi Yesus sebagai Firman Allah

Membandingkan Praeksistensi Yesus dengan Praeksistensi Manusia Keturunan Adam.
praeksistensi yesus

Pengertian Praeksistensi

Secara sederhana istilah praeksistensi dipahami sebagai suatu pra-keberadaan (pra-eksistensi) sebelum dilahirkan ke dunia (eksistensi).

Dalam hal ini jika kita membahas tentang praeksistensi Yesus maka itu akan menunjuk pada keberadaan (eksistensi) Yesus sebagai Firman Allah sebelum inkarnasiNya.

Jadi, berbicara tentang praeksistensi Yesus sebagai Firman Allah adalah berbicara tentang pra-inkarnasi-Nya sebagai Firman Allah yang kekal, tidak memiliki awal, tidak diciptakan.

Praeksistensi Manusia Keturunan Adam

Sebelum membahas tentang praeksistensi Yesus sebagai Firman Allah, sebaiknya kita memahami lebih dahulu tentang praeksistensi seluruh umat manusia keturunan Adam sebelum mereka dilahirkan ke dunia.

Dalam pemahaman Yahudi, seluruh umat manusia keturunan Adam telah diciptakan Allah ketika Adam diciptakan di Eden, diciptakan dari ketiadaan menjadi ada (secara praeksistensi, soul, jiwa) sebelum akhirnya nanti dilahirkan ke dunia (menjadi eksistensi, manusia).

Beberapa data berikut menunjukkan hal itu:
Introduction To Kabbalah #5
The original idea stems from the fact that the soul of Adam was composed of all future souls, and the soul of Jacob was comprised of 70 parts which were then further subdivided into the 600,000 souls of Israel.

Midrash Tanchuma, Pekudei 3
R. Johanan asked: Why is it written: Who doeth great things past finding; yea, marvelous things without number (Job 9:10)? You should know that every soul, from Adam to the end of the world, was formed during the six days of creation, and that all of them were present in the Garden of Eden and at the time of the giving of the Torah, as it is said: With him that standeth here with us this day, and also with him that is not here with us this day (Deut. 29:14).
Salah satu ayat Alkitab yang dikutip sebagai dasar pemahaman penciptaan praeksistensi manusia keturunan Adam adalah Ulangan 29:14.
Ulangan 29:14
Bukan hanya dengan kamu saja aku mengikat perjanjian dan sumpah janji ini,

and [also] with those who are not here: also with future generations. — [Tanchuma 3]
Yang perlu kita ketahui lebih lanjut lagi adalah tentang bagaimana perjalanan praeksistensi manusia keturunan Adam ini sampai pada akhirnya bisa terlahir ke dunia (menjadi eksistensi, menjadi manusia).

Berikut ini adalah penjelasan pemahaman Yahudi tentang bagaimana perjalanan praeksistensi seluruh umat manusia hingga akhirnya bisa terlahir ke dunia.
Legends of the Jews 1.2.22
With the soul of Adam the souls of all the generations of men were created. They are stored up in a promptuary, in the seventh of the heavens, whence they are drawn as they are needed for human body after human body. ... The soul and body of man are united in this way: When a woman has conceived, the Angel of the Night, Lailah, carries the sperm before God, and God decrees what manner of human being shall become of it--whether it shall be male or female, strong or weak, rich or poor, beautiful or ugly, long or short, fat or thin, and what all its other qualities shall be. Piety and wickedness alone are left to the determination of man himself. Then God makes a sign to the angel appointed over the souls, saying, "Bring Me the soul so-and-so, which is hidden in Paradise, whose name is so-and-so, and whose form is so-and-so." The angel brings the designated soul, and she bows down when she appears in the presence of God, and prostrates herself before Him. At that moment, God issues the command, "Enter this sperm." The soul opens her mouth, and pleads: "O Lord of the world! I am well pleased with the world in which I have been living since the day on which Thou didst call me into being. Why dost Thou now desire to have me enter this impure sperm, I who am holy and pure, and a part of Thy glory?" God consoles her: "The world which I shall cause thee to enter is better than the world in which thou hast lived hitherto, and when I created thee, it was only for this purpose." The soul is then forced to enter the sperm against her will, and the angel carries her back to the womb of the mother.
Jadi, dalam pemahaman Alkitab (Yahudi), diperlukan sperma laki-laki sehingga praeksistensi manusia yang telah diciptakan Allah sejak Adam diciptakan itu untuk bisa terlahir ke dunia, menjadi eksistensi (manusia, di dalam janin terlebih dahulu).

Dari situ saja seharusnya ketika kita membaca Alkitab tentang Yesus yang mengungkapkan praeksistensiNya, kita akan menyadari bahwa Yesus sedang menunjukkan siapa diriNya yang sebenarnya.

Dan ini dikenali dengan baik oleh orang Yahudi sehingga akhirnya mereka menuduh Maria telah berzina.
Yohanes 8:41
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah."
Karena dengan menuduh Maria berzina, praeksistensi Yesus tidak ada bedanya dengan praeksistensi seluruh umat manusia lainnya yang melalui sperma atau dengan kata lain Yesus juga memiliki ayah biologis.

Praeksistensi Yesus sebagai Firman Allah

Ada beberapa ayat Alkitab yang di dalamnya Yesus mengatakan tentang praeksistensi diriNya dan jelas menunjukkan perbedaan dengan praeksistensi manusia keturunan Adam.

Kita tidak perlu buru-buru membahas Yohanes 1 yang sudah begitu jelas mengatakan tentang siapa Yesus. Yesus adalah Firman Allah yang padamulanya berada bersama-sama dengan Allah – Yohanes 1:1. Artinya tidak diciptakan, karena tidak mungkin di dalam diri Allah terdapat suatu ciptaanNya (seperti yang sudah ditegaskan dalam Pengakuan Iman Athanasius) dan Firman itu telah menjadi manusia (Yohanes 1:14).

Saya akan membahas dari beberapa ayat yang lain tentang perkataan Yesus akan praeksistensiNya.
Yohanes 8:42
Kata Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar (1537 ek or ex) dan datang (1831 exerchomai) dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.
Perkataan Yesus ini sangat tegas menunjukkan keberadaan diriNya sebelum terlahir ke dunia ini.

Lihat perbandingan ini:

Perbedaan Praeksistensi
Yesus Aku keluar dari Allah.
Manusia Keturunan Adam Keluar dari sperma lelaki.
Yohanes 8:23
Lalu Ia berkata kepada mereka: "Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini.
Perkataan itupun bagi orang Yahudi akan terdengar dengan sangat jelas perbedaan besar antara diri mereka (manusia keturunan Adam) dengan Yesus.

Lihat perbandingan ini:

Perbedaan Praeksistensi
Yesus Aku dari atas (keluar dari Allah), Aku bukan dari dunia ini.
Manusia Keturunan Adam Kamu berasal dari bawah (bergerak melalui sperma yang menjadi cikal bakal keturunan manusia), yang sudah ada di dunia ini melalui lelaki yang menjadi ayahnya
Yohanes 17:5
Oleh sebab itu, ya Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia (2889 kosmos) ada.
Sebelum dunia ada, artinya saat dunia masih dalam keadaan tohu wavohu, Kejadian 1:1-2 (masih dalam kekacauan tanpa bentuk, belum masuk dalam hari penciptaan pertama).

Sedangkan seluruh praeksistensi manusia keturunan Adam barulah diciptakan saat Adam diciptakan (artinya pada hari ke enam dalam Penciptaan Alam Semesta dan isinya di Kejadian 1-2).

Sebagai perbandingan terakhir, saya ingin mengajak kita untuk melihat dua ayat ini:
Yohanes 1:15
Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."

Yohanes 8:58
Kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada."
Kedua perkataan yang menegaskan bahwa Yesus telah ada sebelum Yohanes dan Abraham tidak bisa dibaca dalam konteks keberadaan (eksistensi) manusia bernama Abraham dan Yohanes yang ada dalam sejarah (setelah mereka terlahir ke dunia).

Jika begitu, satu-satunya cara membaca pernyataan Yesus (dan pernyataan Yohanes) di atas adalah dengan melihat bahwa praeksistensi Yesus sebagai Firman Allah telah ada (dan selalu ada karena Firman Allah itu berada di dalam diri Allah yang tidak pernah tidak ada) sebelum praeksistensi Abraham dan Yohanes diciptakan (sebelum Allah menciptakan praeksistensi seluruh umat manusia).

Inkarnasi Firman Allah Bukan Ciptaan

Yohanes 1:1-18
Firman yang telah menjadi manusia
1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
1:2 Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
1:3 Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
1:4 Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
1:5 Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya.
1:6 Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes;
1:7 ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
1:8 Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
1:9 Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
1:10 Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
1:11 Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
1:12 Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya;
1:13 orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
1:15 Yohanes memberi kesaksian tentang Dia dan berseru, katanya: "Inilah Dia, yang kumaksudkan ketika aku berkata: Kemudian dari padaku akan datang Dia yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku."
1:16 Karena dari kepenuhan-Nya kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia;
1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus.
1:18 Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.
Sebagai penutup, kita perlu mengingat dua istilah dan definisi tentang hal ini juga.

Istilah Definisi
Bukan Makhluk Bukan ciptaan. Tidak memiliki permulaan, selalu ada, tidak pernah tidak ada.
Makhluk Ciptaan. Memiliki permulaan, dari tidak ada menjadi ada.

Dari sana semakin jelaslah bahwa yang dimaksud dengan praeksistensi Yesus memang benar-benar menunjuk pada keberadaan diri Yesus sebelum Dia terlahir ke dalam dunia, sebagai Firman Allah (yang bukan ciptaan, Sehakikat dengan Allah: bukan ciptaan) kemudian inkarnasi (menjadi manusia).

Sedangkan umat manusia keturunan Adam diciptakan dari tidak ada menjadi ada dan bergerak melalui sperma lelaki yang menjadi sarx (basyar, tubuh, daging: manusia), memiliki bapak jasmani.

You may like these posts

  1. To insert a code use <i rel="pre">code_here</i>
  2. To insert a quote use <b rel="quote">your_qoute</b>
  3. To insert a picture use <i rel="image">url_image_here</i>