‘Duduk di Sebelah Kanan Allah Bapa’ - Pdt. Gerry Atje

    Social Items


‘Duduk di sebelah kanan Allah Bapa’, adalah klaim dari Yesus sendiri dan ditegaskan dalam surat yang ditulis oleh para Rasul. 1 Petrus 3:22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. Lukas 22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."

Sewaktu Anda membaca,”Yesus duduk di sebelah kanan Allah,” apa kesan yang muncul? Gambaran duduk bagi kita seringkali berarti pasif. Tetapi berbeda dengan Yesus, Dia duduk di sebelah kanan Bapa bukan untuk duduk santai atau berleha-leha. Apalagi setelah Dia di salib, mati dan bangkit, kenaikan-Nya ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa bukan untuk rileks karena cape pelayanan di dunia.

Ini adalah gambaran metafor yang memiliki makna yang dalam.

Apa makna duduk di sebelah kanan Bapa?
Kata ‘duduk’ dan ‘di sebelah kanan Bapa”, sesungguhnya adalah kata yang merupakan metaphor atau simbolisasi. Kita coba melihat dulu gambaran kata ‘tangan’ dan ‘tangan kanan Allah. Istilah ‘tangan’ itu sering dipakai untuk menunjukkan ‘power’ atau ‘kekuasaan’. Lihat Kej.15:6 : Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.

Dengan pengggabungan kata ‘Tangan kanan-Mu’ sekaligus menegaskan suatu makna,’kekuatan yang absolut atau kekuatan dan kekuasaan mutlak Allah’. Sedangkan kata ‘duduk’ itu sendiri mengacu kepada ‘tinggal’ atau berdiam’ tapi bukan berarti pasif, lagi berleha-leha atau istirahat. Gambaran ‘duduk’ di sini berarti memerintah. Jadi secara keseluruhan, kata ‘duduk’ dan ‘di sebelah kanan Bapa”, menunjukkan kemuliaan dan kelanjutan karya Kristus. Saya akan mengulas makna ‘duduk di sebelah kanan Bapa’ dalam dua bagian. Bagian pertama yaitu makna-Nya bagi Kristus sedangkan bagian kedua adalah maknanya bagi kita orang percaya.

Makna Duduk di sebelah kanan Bapa bagi Kristus:

Pertama, ini menunjukkan Yesus berkuasa dan memerintah di surga.

Dia memegang otoritas dan kekuasaan tertinggi.
Dengan duduk di sebelah kanan Bapa menunjukkan Kristus adalah sama dan sejajar kekuasaan-Nya dengan Allah. Ibrani 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Jadi naiknya Kristus ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa mengukuhkan kekuasaan, kemuliaan dan keagungan yang dimiliki Kristus.

Dia satu-satunya yang berhak duduk di sebelah kanan Bapa dan menerima kemuliaan yang besar. Dia adalah manifetasi kemuliaan Allah. Yesus telah duduk di sebelah kanan Allah dari sejak kekekalan dan sampai kekekalan. Ini menunjukkan bahwa Yesus layak menerima kemuliaan dan kehormatan sebagaimana yang ditujukan kepada Bapa. Kebenaran ini seharusnya membuat manusia tidak hanya takjub tetapi disertai dengan respons syukur dan memuliakan Dia. Kita seharusnya sadar kemuliaan itu adalah milik Tuhan, kita tidak perlu menginginkan kekuasaan atau bagian yang mulia di sebelah kanan Bapa. Bagian kita adalah hidup untuk meninggikan dan memuliakan Dia saja.

Tugas kita dan gereja juga adalah menyatakan pemerintahan Kristus yang tidak terlihat itu kepada dunia. Tugas ini adalah tugas yang istimewa agar orang-orang dapat mengenal Dia dan pada akhirnya takluk serta sujud dan meninggikan Kristus yang adalah Raja di atas segala raja.

Kedua, ini mengukuhkan kemenangan sekaligus pemerintahan Kristus

1 Petrus 3:22: “ yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.” Kristus telah menang dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya mengalahkan kuasa Iblis dan kuasa maut. Kenaikan-Nya ke surga dan dengan duduk-Nya Kristus di sebelah kanan Bapa mengkonfirmasi kemenangan yang telah diraih Kristus.

Gambaran duduk di sebelah kanan ibarat pahlawan atau panglima yang meraih kemenangan besar di medan perang dan dia memperlihatkan kemenangan yang telah diraih-Nya. Yesus melebihi para pahlawan dan panglima dunia. Dia duduk di sebelah kanan Bapa untuk menunjukkan kemenangan-Nya atas segala makhluk dan segala kuasa di dan kekuatan baik yang nampak dan yang tidak nampak. Kemenangan-Nya berarti semakin mengukuhkan otoritas dan pemerintahan Kristus sebagai Raja di atas segala raja.

Pemerintahan-Nya tak akan terguncang oleh kuasa apapun. Bagi kita ini menjadi pengharapan yang besar, kita adalah warga kerajaan-Nya dan Kristus sudah memberikan jaminan bahwa kita akan menerima bagian dan ahli waris kerajaan surge. Bukankah ini suatu kabar baik yang besar?

Bagi orang percaya, makna Kristus duduk di sebelah Kanan Bapa menjadi suatu berkat dan penghiburan bagi kita:

Pertama, untuk menjadi Imam Besar bagi Kita

Ibrani 8:1 :Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga.

Dalam pengertian Yahudi ‘duduk di sebelah kanan Allah’ mengindikasikan ‘ authority from and special privileged access to God ‘. Yesus menjadi Imam Besar yang memiliki akses yang istimewa kepada Bapa.

Imam Besar itu menjadi Pengantara kita kepada Bapa. Manusia yang mau mendekat kepada Bapa dengan segala usaha dan kekuatan-Nya pasti mustahil. Kita membutuhkan Pengantara kepada Bapa. Oleh karena itu keselamatan itu terjadi karena kita mempunyai Pengantara. Kita boleh memiliki jalan masuk kepada Bapa karena kita memiliki Kristus. Kristus sendiri yang rela menjadi Pengantara buat kita.

Kebenarannya adalah akses satu-satunya kepada Bapa hanyalah Kristus. Kita tidak bisa mendekatkan diri kita kepada Bapa kalau kita tidak memiliki Pengantara kepada Bapa. Oleh karena itu kita harus sungguh-sungguh menghargai pengorbanan Kristus dalam hidup kita. Mungkin kita suka menyanyikan lagu,”Aku anak Raja…Aku anak Bapa”, tapi kita melupakan Kristus yang mati di salib untuk kita.

Lebih dari itu Kristus menjadi Pembela bagi kita. Roma 8:4 : Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Ini menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita. Kita mempunyai Imam Besar sekaligus Pembela Agung yang peduli dan memperhatikan kita.

Kedua, agar kita berfokus pada Yesus

Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Kolose 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Kristus duduk di tahta menjadi fokus iman, visi, misi dan tujuan hidup kita. Terlalu sering kita berfokus pada diri sendiri atau sekeliling kita atau dunia ini. Berfokus pada Kristus yang duduk di tahta menjadi suatu faktor pendorong bagi kita untuk menggenapi rencana Tuhan melalui kita dalam dunia ini. Berfokus pada Kristus bukan berarti kita mengabaikan hidup di dunia ini. Justru dengan hidup di dunia ini apa yang kita lakukan dan kita jalani itu adalah kita lakukan untuk Tuhan.

Stefanus sebagai martir yang pertama menunjukkan suatu teladan yang indah. Dia berfokus pada Kristus yan ada di sebelah kanan Bapa. Saat dirajam dengan batu, dan ini pasti menyakitkan, dilempari batu sedikit demi sedikit kan tidak membuatnya langsung mati. Tapi justru dia tidak berfokus pada kesakitan atau penderitaan yang dia terima. Dia berfokus pada Kristus yang ada di sebelah kanan Bapa. Kisah 7:56 : Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Dan yang indahnya adalah Kristus bukan hanya duduk tetapi dikatakan ‘berdiri’ artinya Kristus sendiri menyambut hamba-Nya yaitu Stefanus yang setia hingga akhir, imannya berfokus pada Kristus sampai mati.

Adakah kita menghadapi kesulitan dan pergumulan berat saat ini? Fokuskan terus iman dan hidup Anda kepada Kristus. Dia akan menjadi Pembela kita yang Agung. Dia duduk di sebelah kanan Bapa untuk menyertai dan menopang hidup kita.

Sumber: http://www.pelitahati.co/2011/06/makna-kristus-duduk-di-sebelah-kanan.html

‘Duduk di Sebelah Kanan Allah Bapa’


‘Duduk di sebelah kanan Allah Bapa’, adalah klaim dari Yesus sendiri dan ditegaskan dalam surat yang ditulis oleh para Rasul. 1 Petrus 3:22 yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya. Lukas 22:69 Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa."

Sewaktu Anda membaca,”Yesus duduk di sebelah kanan Allah,” apa kesan yang muncul? Gambaran duduk bagi kita seringkali berarti pasif. Tetapi berbeda dengan Yesus, Dia duduk di sebelah kanan Bapa bukan untuk duduk santai atau berleha-leha. Apalagi setelah Dia di salib, mati dan bangkit, kenaikan-Nya ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa bukan untuk rileks karena cape pelayanan di dunia.

Ini adalah gambaran metafor yang memiliki makna yang dalam.

Apa makna duduk di sebelah kanan Bapa?
Kata ‘duduk’ dan ‘di sebelah kanan Bapa”, sesungguhnya adalah kata yang merupakan metaphor atau simbolisasi. Kita coba melihat dulu gambaran kata ‘tangan’ dan ‘tangan kanan Allah. Istilah ‘tangan’ itu sering dipakai untuk menunjukkan ‘power’ atau ‘kekuasaan’. Lihat Kej.15:6 : Tangan kanan-Mu, TUHAN, mulia karena kekuasaan-Mu, tangan kanan-Mu, TUHAN, menghancurkan musuh.

Dengan pengggabungan kata ‘Tangan kanan-Mu’ sekaligus menegaskan suatu makna,’kekuatan yang absolut atau kekuatan dan kekuasaan mutlak Allah’. Sedangkan kata ‘duduk’ itu sendiri mengacu kepada ‘tinggal’ atau berdiam’ tapi bukan berarti pasif, lagi berleha-leha atau istirahat. Gambaran ‘duduk’ di sini berarti memerintah. Jadi secara keseluruhan, kata ‘duduk’ dan ‘di sebelah kanan Bapa”, menunjukkan kemuliaan dan kelanjutan karya Kristus. Saya akan mengulas makna ‘duduk di sebelah kanan Bapa’ dalam dua bagian. Bagian pertama yaitu makna-Nya bagi Kristus sedangkan bagian kedua adalah maknanya bagi kita orang percaya.

Makna Duduk di sebelah kanan Bapa bagi Kristus:

Pertama, ini menunjukkan Yesus berkuasa dan memerintah di surga.

Dia memegang otoritas dan kekuasaan tertinggi.
Dengan duduk di sebelah kanan Bapa menunjukkan Kristus adalah sama dan sejajar kekuasaan-Nya dengan Allah. Ibrani 1:3 Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,

Jadi naiknya Kristus ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa mengukuhkan kekuasaan, kemuliaan dan keagungan yang dimiliki Kristus.

Dia satu-satunya yang berhak duduk di sebelah kanan Bapa dan menerima kemuliaan yang besar. Dia adalah manifetasi kemuliaan Allah. Yesus telah duduk di sebelah kanan Allah dari sejak kekekalan dan sampai kekekalan. Ini menunjukkan bahwa Yesus layak menerima kemuliaan dan kehormatan sebagaimana yang ditujukan kepada Bapa. Kebenaran ini seharusnya membuat manusia tidak hanya takjub tetapi disertai dengan respons syukur dan memuliakan Dia. Kita seharusnya sadar kemuliaan itu adalah milik Tuhan, kita tidak perlu menginginkan kekuasaan atau bagian yang mulia di sebelah kanan Bapa. Bagian kita adalah hidup untuk meninggikan dan memuliakan Dia saja.

Tugas kita dan gereja juga adalah menyatakan pemerintahan Kristus yang tidak terlihat itu kepada dunia. Tugas ini adalah tugas yang istimewa agar orang-orang dapat mengenal Dia dan pada akhirnya takluk serta sujud dan meninggikan Kristus yang adalah Raja di atas segala raja.

Kedua, ini mengukuhkan kemenangan sekaligus pemerintahan Kristus

1 Petrus 3:22: “ yang duduk di sebelah kanan Allah, setelah Ia naik ke sorga sesudah segala malaikat, kuasa dan kekuatan ditaklukkan kepada-Nya.” Kristus telah menang dalam kematian-Nya dan kebangkitan-Nya mengalahkan kuasa Iblis dan kuasa maut. Kenaikan-Nya ke surga dan dengan duduk-Nya Kristus di sebelah kanan Bapa mengkonfirmasi kemenangan yang telah diraih Kristus.

Gambaran duduk di sebelah kanan ibarat pahlawan atau panglima yang meraih kemenangan besar di medan perang dan dia memperlihatkan kemenangan yang telah diraih-Nya. Yesus melebihi para pahlawan dan panglima dunia. Dia duduk di sebelah kanan Bapa untuk menunjukkan kemenangan-Nya atas segala makhluk dan segala kuasa di dan kekuatan baik yang nampak dan yang tidak nampak. Kemenangan-Nya berarti semakin mengukuhkan otoritas dan pemerintahan Kristus sebagai Raja di atas segala raja.

Pemerintahan-Nya tak akan terguncang oleh kuasa apapun. Bagi kita ini menjadi pengharapan yang besar, kita adalah warga kerajaan-Nya dan Kristus sudah memberikan jaminan bahwa kita akan menerima bagian dan ahli waris kerajaan surge. Bukankah ini suatu kabar baik yang besar?

Bagi orang percaya, makna Kristus duduk di sebelah Kanan Bapa menjadi suatu berkat dan penghiburan bagi kita:

Pertama, untuk menjadi Imam Besar bagi Kita

Ibrani 8:1 :Inti segala yang kita bicarakan itu ialah: kita mempunyai Imam Besar yang demikian, yang duduk di sebelah kanan takhta Yang Mahabesar di sorga.

Dalam pengertian Yahudi ‘duduk di sebelah kanan Allah’ mengindikasikan ‘ authority from and special privileged access to God ‘. Yesus menjadi Imam Besar yang memiliki akses yang istimewa kepada Bapa.

Imam Besar itu menjadi Pengantara kita kepada Bapa. Manusia yang mau mendekat kepada Bapa dengan segala usaha dan kekuatan-Nya pasti mustahil. Kita membutuhkan Pengantara kepada Bapa. Oleh karena itu keselamatan itu terjadi karena kita mempunyai Pengantara. Kita boleh memiliki jalan masuk kepada Bapa karena kita memiliki Kristus. Kristus sendiri yang rela menjadi Pengantara buat kita.

Kebenarannya adalah akses satu-satunya kepada Bapa hanyalah Kristus. Kita tidak bisa mendekatkan diri kita kepada Bapa kalau kita tidak memiliki Pengantara kepada Bapa. Oleh karena itu kita harus sungguh-sungguh menghargai pengorbanan Kristus dalam hidup kita. Mungkin kita suka menyanyikan lagu,”Aku anak Raja…Aku anak Bapa”, tapi kita melupakan Kristus yang mati di salib untuk kita.

Lebih dari itu Kristus menjadi Pembela bagi kita. Roma 8:4 : Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? Ini menjadi kekuatan dan penghiburan bagi kita. Kita mempunyai Imam Besar sekaligus Pembela Agung yang peduli dan memperhatikan kita.

Kedua, agar kita berfokus pada Yesus

Ibrani 12:2 Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Kolose 3:1 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

Kristus duduk di tahta menjadi fokus iman, visi, misi dan tujuan hidup kita. Terlalu sering kita berfokus pada diri sendiri atau sekeliling kita atau dunia ini. Berfokus pada Kristus yang duduk di tahta menjadi suatu faktor pendorong bagi kita untuk menggenapi rencana Tuhan melalui kita dalam dunia ini. Berfokus pada Kristus bukan berarti kita mengabaikan hidup di dunia ini. Justru dengan hidup di dunia ini apa yang kita lakukan dan kita jalani itu adalah kita lakukan untuk Tuhan.

Stefanus sebagai martir yang pertama menunjukkan suatu teladan yang indah. Dia berfokus pada Kristus yan ada di sebelah kanan Bapa. Saat dirajam dengan batu, dan ini pasti menyakitkan, dilempari batu sedikit demi sedikit kan tidak membuatnya langsung mati. Tapi justru dia tidak berfokus pada kesakitan atau penderitaan yang dia terima. Dia berfokus pada Kristus yang ada di sebelah kanan Bapa. Kisah 7:56 : Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Dan yang indahnya adalah Kristus bukan hanya duduk tetapi dikatakan ‘berdiri’ artinya Kristus sendiri menyambut hamba-Nya yaitu Stefanus yang setia hingga akhir, imannya berfokus pada Kristus sampai mati.

Adakah kita menghadapi kesulitan dan pergumulan berat saat ini? Fokuskan terus iman dan hidup Anda kepada Kristus. Dia akan menjadi Pembela kita yang Agung. Dia duduk di sebelah kanan Bapa untuk menyertai dan menopang hidup kita.

Sumber: http://www.pelitahati.co/2011/06/makna-kristus-duduk-di-sebelah-kanan.html

Terimakasih sudah membaca renungan di blog ini. Sahabat dapat menerima renungan langsung melalui email dengan mendaftarkan email Sahabat di kotak subscribe. Tuhan memberkati selalu.


SUBSCRIBE OUR NEWSLETTER